Example floating
IMG-20260621-WA0028
BeritaHome

Mahasiswa KKN UGM Latih Ibu-Ibu Gereja Katolik Waisai Olah Ikan Jadi Nugget dan Otak-Otak Bernilai Ekonomi

0
×

Mahasiswa KKN UGM Latih Ibu-Ibu Gereja Katolik Waisai Olah Ikan Jadi Nugget dan Otak-Otak Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Raja Ampat, Detikpapua.Net – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pelatihan pengolahan hasil perikanan bagi puluhan ibu-ibu Gereja Katolik Sta. Maria Mater Dei Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Selasa (28/7/2026). Pelatihan tersebut mengajarkan cara mengolah ikan menjadi nugget dan otak-otak sebagai alternatif usaha rumah tangga yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal.

Kegiatan yang berlangsung di kompleks Gereja Katolik Waisai itu melibatkan mahasiswa KKN UGM Unit Sorai Waisai bersama puluhan peserta dari kalangan ibu-ibu gereja. Selain memperkenalkan teknik pengolahan pangan yang sederhana, pelatihan juga bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan potensi perikanan Raja Ampat menjadi produk bernilai ekonomi.

Koordinator Unit Mahasiswa KKN UGM Sorai Waisai, Ihza Wijaya, mengatakan pelatihan tersebut berangkat dari potensi perikanan yang melimpah di Waisai, namun belum banyak diolah menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.

“Selama ini ikan umumnya hanya digoreng atau dibakar. Melalui pelatihan ini kami mengajak ibu-ibu mengolah ikan menjadi nugget dan otak-otak yang mudah dibuat di rumah, bahkan berpotensi menjadi usaha tambahan untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Menurut Ihza, bahan baku yang digunakan adalah ikan lema, salah satu jenis ikan yang mudah diperoleh di perairan Waisai, sehingga peserta dapat dengan mudah mempraktikkannya kembali di rumah. Ia menjelaskan, nugget dan otak-otak memiliki proses pengolahan yang berbeda. Nugget dikukus terlebih dahulu, kemudian dilapisi telur dan tepung panir sebelum digoreng. Sementara otak-otak dibungkus daun pisang, dikukus, lalu langsung digoreng tanpa menggunakan lapisan tepung panir.

Sebelum menggelar pelatihan di Gereja Katolik Sta. Maria Mater Dei Waisai, mahasiswa KKN UGM lebih dahulu melaksanakan kegiatan di Sekretariat Paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Raja Ampat dengan memperkenalkan prototipe alat pengering ikan sederhana. Teknologi tepat guna tersebut dirancang agar mudah dibuat dan diterapkan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan sehingga memiliki nilai tambah.

“Kami sengaja membuat teknologi yang sederhana agar masyarakat tidak kesulitan mencontoh dan dapat menerapkannya secara mandiri,” jelas Ihza.

Ia berharap kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat melalui gereja dapat terus terjalin sehingga berbagai program pemberdayaan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga.

Sementara itu, Ketua Dewan Stasi Sta. Maria Mater Dei Waisai, Bun Rahawarin, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UGM yang telah memfasilitasi pelatihan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara gereja dan dunia pendidikan dalam memberdayakan umat, khususnya kaum ibu, agar memiliki keterampilan mengolah hasil perikanan sebagai alternatif sumber pendapatan keluarga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UGM yang telah memfasilitasi pelatihan ini. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan menjadi sumber pendapatan baru bagi ibu-ibu sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan mahasiswa KKN UGM di Raja Ampat melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal, khususnya sektor perikanan, agar memberikan nilai tambah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Penulis: Yohanes KossayEditor: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *