Example floating
IMG-20260621-WA0028
Berita

Tokoh Agama Kristen Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan dan Kedamaian di Tanah Papua

0
×

Tokoh Agama Kristen Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan dan Kedamaian di Tanah Papua

Sebarkan artikel ini

Sorong, Detikpapua.Net – Tokoh agama Kristen di Sorong, Papua menyayangkan peristiwa yang menimpa pilot dan pesawat penerbangan perintis di Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut menjadi keprihatinan bersama karena keberadaan pilot dan para pekerja yang bertugas di wilayah pedalaman Papua selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam membantu masyarakat.

Tokoh Gereja, Pdt. Menas Liline, S.Th mengatakan bahwa para pilot dan pekerja dari berbagai bidang yang bertugas di Papua selayaknya dihormati dan diberikan rasa aman selama menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi. Para pilot dan pekerja yang selama ini bertugas di Papua telah banyak berjasa membantu masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah pedalaman dan daerah yang sulit dijangkau. Karena itu, keberadaan dan jasa mereka harus kita hormati bersama,” ujar Pdt. Menas.

Menurutnya, penerbangan perintis memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat di pedalaman Papua. Selain melayani transportasi masyarakat, keberadaan pesawat juga membantu mobilitas tenaga kesehatan, guru, pelayan gereja, serta mendukung distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.

Ia berharap agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan seluruh pihak dapat menahan diri serta mengedepankan jalan damai dalam menyelesaikan setiap persoalan.

“Kami mengimbau agar konflik bersenjata segera dihentikan. Konflik dan kekerasan hanya akan membawa kesedihan dan penderitaan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan kehidupan yang aman dan damai. Kita semua harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehidupan dan keselamatan sesama manusia,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk terus menjaga kerukunan, persaudaraan, dan saling menghormati di tengah berbagai perbedaan yang ada. Menurutnya, kedamaian hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak memiliki kesadaran untuk menjaga hubungan yang baik dan tidak membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan.

“Mari kita menjaga kerukunan dan persaudaraan di Tanah Papua. Kita boleh berbeda suku, agama, maupun latar belakang, tetapi kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kedamaian. Papua adalah rumah kita bersama, sehingga keamanan dan ketenteraman masyarakat harus menjadi kepentingan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat Kristen dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mendoakan terciptanya perdamaian serta mendukung setiap upaya yang bertujuan membangun kehidupan yang aman, rukun, dan harmonis di Tanah Papua.

“Harapan kami, tidak ada lagi kekerasan dan jatuhnya korban. Mari kita membangun Papua dengan kasih, menjaga sesama, menghargai orang-orang yang datang untuk membantu masyarakat, serta bersama-sama menciptakan kehidupan yang damai dan penuh persaudaraan,” tutupnya.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *