Example floating
BeritaHome

Kerukunan Keluarga Besar Moswaren Raya Sukses Menggelar Mubes Pertama

53
×

Kerukunan Keluarga Besar Moswaren Raya Sukses Menggelar Mubes Pertama

Sebarkan artikel ini

“Dari Moswaren Raya, dari kampung- kampung, dari akar budaya dan kearifan lokal, harus tumbuh generasi yang kuat secara intelektual, matang secara spiritual dan kokoh dalam nilai persatuan” Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si (Kaban Kesbangpol Papua Barat Daya)

Moswaren, Detikpapua.Net – Kerukunan Keluarga Besar Moswaren Raya resmi menggelar Musyawarah Besar (Mubes) I yang dipusatkan di Kampung Moswaren, Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Jumat (23/01/2026).

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengaku sangat bersyukur bisa hadir dan turut ambil bagian bersama keluarga besar Moswaren dalam kegiatan yang penuh dengan suasana damai, persaudaraan, dan semangat kebersamaan tersebut.

Ia menyebut kegiatan tersebut sangat penting sebagai tonggak awal penyatuan langkah, penyatuan pikiran, dan penyatuan hati seluruh elemen generasi muda dan masyarakat, untuk bersama-sama menatap masa depan Papua Barat Daya yang lebih maju, lebih adil, dan lebih bermartabat.

“Mewakili Bapak Gubernur, saya memandang kegiatan ini sebagai wujud nyata dari kesadaran kolektif bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemuda, pelajar, mahasiswa, serta seluruh komponen masyarakat. Dari Moswaren Raya, dari kampung- kampung, dari akar budaya dan kearifan lokal, harus tumbuh generasi yang kuat secara intelektual, matang secara spiritual, dan kokoh dalam nilai persatuan,” ucap Dr. Sellvyana.

Ia mengatakan, Mubes tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, yang menegaskan bahwa organisasi masyarakat merupakan pilar penting dalam pembinaan, pemberdayaan dan partisipasi publik dalam pembangunan bangsa dan daerah. Oleh karena itu, dirinya mengaku sangat menyambut baik terbentuknya wadah persatuan Ikatan Pemuda Pelajar, Mahasiswa/i Moswaren Raya sebagai ruang konsolidasi, kaderisasi dan pengabdian.

“Dari tanah Moswaren ini, kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan Papua Barat Daya, pemimpin yang berkarakter, berintegritas, cinta damai, menghormati adat dan budaya, serta memiliki semangat membangun Tanah Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menyebut, Pemuda, pelajar dan mahasiswa adalah kekuatan moral, kekuatan intelektual, sekaligus agen perubahan. Di tangan generasi mudalah arah masa depan Moswaren Raya dan Papua Barat Daya akan ditentukan. Karena itu, dirinya mengajak seluruh pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan.

Ia pun berpersan kepada semua insan IPPM Moswaren agar membangun diri dengan ilmu pengetahuan, dengan karakter, dengan etika, dan dengan semangat kebangsaan. Jadilah generasi yang mampu menjembatani nilai-nilai adat dan kearifan lokal dengan kemajuan zaman. Jadilah generasi yang berpikir terbuka, namun tetap berakar kuat pada budaya, iman dan jati diri orang Papua.

Menurutnya, persatuan adalah kunci. Tidak ada pembangunan tanpa persaudaraan. Tidak ada kemajuan tanpa kebersamaan. Perbedaan suku, marga, agama, latar belakang pendidikan, dan kampung asal bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus dirajut menjadi kekuatan. Moswaren Raya harus menjadi contoh wilayah yang damai, rukun, dan bersatu, tempat dimana dialog lebih diutamakan daripada konflik, dan musyawarah lebih dikedepankan daripada perpecahan.

“Saya juga berharap organisasi ini kelak tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat: mendampingi pendidikan anak-anak, menggerakkan kegiatan sosial, menjaga harmoni antarwarga, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam program pembangunan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan,” pesan Dr. Sellvyana.

Diakhir penyampaiannya, ia menyinggung pembangunan di Papua Barat Daya yang inklusif, yang memberi ruang bagi seluruh anak negeri untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi. Dari kampung hingga kota, dari pesisir hingga pegunungan, pembangunan diharapkan bisa dirasakan secara adil dan merata. Didalam proses itu, peran pemuda Moswaren Raya sangatlah penting.

Menurutnya, membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun manusia: membangun karakter, membangun persatuan, membangun harapan, dan membangun masa depan yang damai.

“Saya berharap melalui Musyawarah Besar ini akan lahir kepengurusan yang solid, program kerja yang nyata, serta arah gerak organisasi yang jelas dan berkelanjutan. Jadikan organisasi ini sebagai rumah besar yang menumbuhkan rasa saling menghargai, saling menguatkan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Rumah yang melahirkan gagasan-gagasan segar untuk pendidikan, kewirausahaan, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta penguatan persatuan di Tanah Papua,” pungkasnya.

Penulis: Yohanes SoleEditor: Yohanes Kossay
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *