Solidaritas Mahasiswa Pegunungan dan Cipayung Se-Sorong Raya Resmi Mengakhiri Penggalangan Dana untuk Korban Banjir Wamena
Sebarkan artikel ini
“Atas nama seluruh tim solidaritas, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kota Sorong dan sekitarnya. Bantuan ini adalah wujud nyata cinta kasih dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Wamena yang sedang mengalami musibah” Anue Karoba
Sorong, Detikpapua.Net –Solidaritas, kepedulian dan empati menjadi nilai universal hidup yang mampu menembus sekat, melampau ruang dan waktu. Hal inilah yang mendorong para mahasiswa se-Sorong Raya melakukan aksi penggalangan dana sebagai wujud kepedulian dan kemanusiaan.
Setelah berlangsung selama dua minggu, Solidaritas Mahasiswa Pegunungan bersama kelompok Cipayung se-Sorong Raya secara resmi mengakhiri aksi penggalangan dana dan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Wamena, Papua Pegunungan, pada Sabtu, 17 Mei 2025.
Niat tulus, pengorbanan dan keikhlasan para mahasiswa ini ternyata mendapat respon yang begitu positif dari masyarakat. Secara sukarela masyarakat Sorong Raya ikut menyumbang dengan apa yang mereka punya demi meringankan beban para korban di lokasi bencana.
Buahnya, para mahasiswa berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 90.350.000 serta ratusan karung pakaian layak pakai dan kebutuhan pokok lainnya. Kegiatan ini berlangsung di sejumlah titik di Kota Sorong, seperti Traffic Light Elin, Traffic Light Kilometer 10, dan Pasar Bersama Remu.
Aksi kemanusiaan ini digerakkan oleh Mahasiswa Pegunungan Papua yang tergabung bersama organisasi-organisasi dalam aliansi Cipayung se-Sorong Raya, yakni Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Koordinator Solidaritas, Anue Karoba, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh warga Sorong Raya yang telah berpartisipasi dan menunjukkan solidaritas tanpa batas.
“Atas nama seluruh tim solidaritas, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kota Sorong dan sekitarnya. Bantuan ini adalah wujud nyata cinta kasih dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Wamena yang sedang mengalami musibah,” ujar Anue.
Sementara itu, Dominikus Baru dari perwakilan Cipayung Sorong Raya yang juga menjadi bagian dari tim koordinasi menyatakan bahwa semangat kemanusiaan ini menjadi dasar utama gerakan mahasiswa lintas organisasi.
“Kami percaya bahwa kemanusiaan melampaui batas agama, organisasi, dan daerah. Apa yang kami lakukan adalah bukti bahwa mahasiswa Papua di perantauan tidak pernah lupa akan tanah dan rakyatnya,” ungkap Baru.
Bantuan yang telah terkumpul akan segera dikirimkan dan didistribusikan oleh tim Solidaritas mahasiswa ke titik-titik pengungsian di Wamena, bekerja sama dengan tokoh masyarakat, gereja dan pemuda setempat.
Solidaritas Mahasiswa Pegunungan dan Cipayung Se-Sorong Raya menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini bukan akhir, tetapi langkah awal menuju gerakan yang lebih besar dalam membangun kepedulian sosial di Tanah Papua.