“Tetapi tempat yang akan dipilih Tuhan Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya disana, tempat itulah harus kamu cari dan kesanalah harus kamu pergi”
Johromo Maybrat, Detikpapua.Net – Danau Uter masih setia menampung tetesan air dan memancarkan keindahan untuk memberi kehidupan bagi sekitarnya. Ia pun teguh menjadi saksi bisu yang menyimpan sejuta kisah dan misteri. Misteri tentang karya besar dan kasih Tuhan untuk Bumi A3 (Ayamaru, Aitinyo dan Aifat) Maybrat.

Tepatnya pada 17 Januari 1937, tempat yang disebut Johromo ini menjadi saksi, bagaimana Tuhan Allah, Sang Pencipta Alam Semesta mengalihkan pandangan-Nya, tertuju ke sebuah negeri nun jauh disana, Maybrat. Tuhan melawat umat-Nya di Bumi A3 Maybrat, melalui kehadiran dua guru penginjil Johan Fransz dan Yakobus Solissa di Johromo Aitinyo.
Diatas sebuah bukit di pinggir Danau Uter inilah, kedua Hamba Tuhan memulai misi penginjilannya. Dari Johromo, tempat dimana saat ini sebuah Tugu Peringatan didirikan, Tuhan memulai pekerjaan-Nya, meletakan peradaban bagi orang A3 melalui buah pengajaran Johan Fransz dan Yakobus Solissa. Injil masuk, pemerintahan masuk dan pendidikan masuk, hari ini generasi A3 menuai hasilnya.

Sabtu 17 Januari 2026, Johromo kembali bersemarak. Tugu Peringatan Masuknya Injil dan Pemerintahan disolek dengan berbagai riasan indah, persembahan dikumpulkan, anak-anak Tuhan berkumpul dan puji-pujian dinaikkan. Mereka merayakan 89 tahun masuknya Injil di Bumi A3. Acara yang sangat meriah namun tak kurang makna.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si, Bupati Maybrat Karel Murafer, SH.,MH yang diwakili Kepala Inspektorat Ensemy Stevy Mosso, para Hamba Tuhan, para anggota DPR PBD, MRP PBD, DPR Maybrat, anak cucu penginjil, tokoh adat, aparat pemerintah distrik dan kampung, TNI Polri hingga ribuan masyarakat dari wilayah A3 Maybrat.

Acara diawali penjemputan cucu penginjil bersama tamu Muspida, dilanjutkan dengan peragaan fragmen oleh para tetua Johromo dan Yaksoro yang menceritakan bagaimana guru injil Johan Fransz dan Yakobus Solissa tiba di Johromo, kemudian memanggil orang Johromo dari dalam hutan, gunung dan diatas pohon-pohon. Selanjutnya mereka membagi dua guru injil ini dimana Yakobus Solissa menuju ke Yaksoro dan Johan Fransz tetap tinggal dan mengajar di Johromo hingga semua masyarakat disana menerima terang Tuhan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ibadah pengucapan syukur 89 tahun Injil Masuk di Bumi A3, dengan menghadirkan dua pengkhotbah yakni Ev. Zefanya Yeuwun dan Pdt. Yance Bosawer S.Th. Ibadah perayaan HUT ini mengangkat thema “Tetapi tempat yang akan dipilih Tuhan Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya disana, tempat itulah harus kamu cari dan kesanalah harus kamu pergi”.

Sorotan thema perayaan HUT PI ke-89 di Bumi A3 ini tentu tidak hanya sekadar slogan tanpa makna. Selain merupakan kutipan ayat kitab suci tepatnya pada Ulangan 12:5, tetapi juga menegaskan satu pesan sentral yakni seruan untuk “kembali ke Johromo”, kembali ke altar Tuhan, kembali ke pusat peradaban dan kembali kepada injil yang berisi tentang karya dan kebesaran kasih Tuhan bagi seluruh umat manusia termasuk orang A3.
Pdt. Yance Bosawer dalam khotbanya berbicara tentang nilai-nilai moralitas, budaya, tingkahlaku bahkan iman orang A3 yang kian mengalami pergeseran, semakin menjauh dari hadirat-Nya. Generasi A3 diundang untuk “kembali ke Johromo”, kembali ke altar Tuhan, kembali dari segala kebiasan buruk, iri hati, dengki dan kebiasan-kebiasaan yang berlawanan dengan semangat injil. Kembali untuk selalu berpegang teguh pada injil sebagai satu-satunya kebenaran yang dapat menyelamatkan.

Senada juga disampaikan oleh Ev. Zefanya Yeuwun, yang menyerukan seluruh insan A3 untuk kembali menjadi “bayi” yang hanya menginginkan susu murni, yang hanya menginginkan kebenaran dari Tuhan sebagaimana dilakukan oleh para leluhur 89 tahun silam di Johromo. Generasi A3 diundang untuk menanggalkan segala kesombongan karena jabatan, uang dan kekuasaan untuk datang bersimpuh di kaki Tuhan seraya mengucap syukur betapa kita hidup dan memperoleh berkat semua hanya karena kemurahan hati Tuhan.

Pesan untuk “kembali ke Johromo” juga secara gamblang tersirat dalam adegan fragmen yang diperagakan oleh para tetua Johromo. Bahwa tidak ada tempat selain Johromo sebagai tempat dimulainya pekabaran injil di wilayah A3. Fragmen ini juga sekaligus sebagai bisikan halus bagi semua orang A3 untuk menyingkap segala perbedaan persepsi, perbedaan pendapat bahkan disinformasi sejarah, dengan satu kebenaran bahwa injil bagi orang A3 tepatnya dimulai dari Johromo.
Sementara Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Kesbangpol Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si menyampaikan pesan dengan warna senada, bahwa Perayaan HUT Pekabaran Injil ini sejatinya mengingatkan seluruh generasi A3 untuk kembali mengemban tanggungjawab moral sebagai umat beriman. Iman harus nyata dalam kehidupan sehari-hari, dalam cara memimpin, dalam cara bekerja, dalam cara berbicara dan dalam cara memperlakukan sesama.

“Marilah kita menjadi saksi Injil melalui tindakan nyata: menjaga kejujuran, menegakkan keadilan, merawat alam Papua sebagai ciptaan Tuhan, serta melindungi perempuan dan anak sebagai bagian paling berharga dari masa depan kita,” ujar Dr. Sellvyana.
Ia juga turut mengingatkan bahwa Injil masuk lewat cara Tuhan bukan manusia. HUT PI barus menjadi titik balik untuk orang Aitinyo dan seluruh orang A3 bangkit. Bangkit dari segala keterpurukan akibat iman yang lemah, agar bisa menyambut berkat yang dijanjikan Tuhan.

“Jadikan iman sebagai fondasi hidupmu, ilmu pengetahuan sebagai bekal perjuanganmu, dan kasih sebagai jalan hidupmu. Jangan biarkan kekerasan, narkoba, dan keputusasaan merampas masa depanmu. Bangkitlah, belajarlah dengan tekun, dan berkaryalah dengan hati yang tulus. Jadilah generasi pembawa damai, generasi pemersatu, dan generasi yang menjaga kehormatan Tanah Papua,” pesan Dr. Sellvyana.

Perayaan HUT PI ke-89 di Bumi A3 diwarnai penampilan puji-pujian oleh sejumlah perwakilan. Pada acara tersebut Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Maybrat berkesempatan memberikan bantuan uang tunai kepada panitia untuk mendukung pelaksanaan kegiatan HUT tersebut. Acara diakhiri dengan seremoni pemotongan kue ulang tahun dan foto bersama serta ramah tama. Selamat merayakan HUT PI ke-89 di Bumi A3, Tuhan memberkati.












