Tambrauw, Detikpapua.Net – Tepat pada tanggal 29 Oktober 2026, Kabupaten Tambrauw genap berusia 18 tahun. Momen istimewa ini menjadi hari penuh renungan, syukur, sekaligus panggilan baru bagi seluruh masyarakat tanah leluhur Tambrauw. Kabupaten Tambrauw diresmikan pada 29 Oktober 2008 melalui Undang‑Undang Nomor 56 Tahun 2008 dan telah berkembang mencakup wilayah dari Amberbaken, Mubrani hingga Selemkai serta berbagai distrik lain di tanah Pegunungan Tambrauw .
Berkenaan denga perayaan HUT Tambrauw tersebut, Anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya jalur pengangkatan asal Tambrauw, Yermias Yanuarius Sedik, ST.,M.Ling menyampaikan ungkapan syukur yang mendalam kepada seluruh tokoh pemekaran yang telah berjuang keras demi lahirnya Kabupaten Tambrauw. Ia menyebut bahwa perjuangan ini melibatkan orang‑orang tua, kakek‑kakek, keluarga besar, serta masyarakat adat dari berbagai penjuru Tambrauw yang bersatu dari Amberbaken, Mumbrani hingga Selemkai.

“Terima kasih kepada semua tokoh pemekaran yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, yang sudah dengan gigih, dengan semangat persatuan yang kuat berjuang demi lahirnya Kabupaten Tambrauw,” ujar Yanuarius Sedik penuh haru.
Ia juga menegaskan bahwa lahirnya Kabupaten Tambrauw bukan sekadar hasil administrasi semata, melainkan jawaban atas tangisan, keluh kesah, serta permohonan panjang masyarakat adat Tambrauw yang akhirnya didengar oleh Pemerintah Pusat. Melalui restu dan dukungan tersebut, Tambrauw pun lahir dan kini telah memasuki usia ke‑18, usia yang sering dimaknai sebagai masa kedewasaan bagi sebuah daerah.
Bagi masyarakat Orang Asli Tambrauw, kehadiran kabupaten ini telah membawa banyak berkat nyata. Yanuarius menyebut bahwa sejak berdirinya kabupaten ini, semakin banyak anak Tambrauw yang dapat menempuh pendidikan, mendapatkan akses ke asrama sekolah, menikmati pelayanan kesehatan yang lebih baik, serta merasakan kehadiran akses jalan, perekonomian, dan roda pemerintahan yang semakin berjalan.
“Dengan kehadiran Kabupaten ini, banyak dari antara kami yang bisa sekolah, bisa mendapatkan asrama, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, akses jalan, akses pendidikan, kesehatan, perekonomian, roda pemerintahan jalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Bupati Tambrauw, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Forkopimda Kabupaten Tambrauw yang telah bekerja keras menjalankan roda pemerintahan selama ini. Menurutnya, keberhasilan Tambrauw hingga usia ke‑18 tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen pemerintahan daerah. Ia pun mendoakan agar ke depan Kabupaten Tambrauw semakin jaya, semakin terdepan, dan semakin inovatif dalam melayani masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Ia mengajak seluruh masyarakat Tambrauw untuk turut menjadi penjaga sekaligus pengawal pembangunan.
“Mari kita sama‑sama dukung dan kawal pembangunan, kawal pemerintahan yang ada, agar ke depan bisa melakukan banyak perubahan yang lebih baik lagi dari sekarang, dan masyarakat bisa benar‑benar mendapat sentuhan langsung dari kehadiran Kabupaten ini, dari hari ke hari, dari waktu ke waktu,” ajak Yanuarius.
Lebih jauh ia menegaskan bahwa masyarakat harus terus mengawal infrastruktur yang telah dibangun, memastikan roda pemerintahan terus berjalan dengan baik, serta mendukung pemerintahan yang sedang berjalan agar seluruh berkat lahirnya Kabupaten Tambrauw benar‑benar dirasakan hingga ke kampung‑kampung terpencil.
Semarak HUT ke‑18 Kabupaten Tambrauw sendiri telah mulai terasa sejak beberapa hari sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Tambrauw telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan mulai Turnamen Gaplek Berpasangan, Turnamen Bupati Cup I, Turnamen Futsal Bamusbama Cup II serta berbagai kegiatan silaturahmi yang melibatkan TNI‑Polri, instansi vertikal, pemuda, dan masyarakat dari berbagai distrik di Tambrauw . Rangkaian ini menjadi simbol bahwa peringatan HUT Tambrauw bukan hanya perayaan di pusat kota saja, melainkan perayaan milik seluruh tanah Tambrauw.

Bagi Yanuarius Sedik, usia ke‑18 ini adalah momentum untuk kembali mengingat akar sejarah: bahwa Tambrauw lahir dari persatuan masyarakat adat, dari doa, perjuangan, serta harapan agar tanah leluhur ini semakin makmur. Ia berharap generasi muda Tambrauw tidak melupakan siapa yang telah berjuang, tidak melupakan tanah tempat mereka berasal, dan terus bekerja bersama pemerintah untuk mewujudkan Tambrauw yang semakin sejahtera bagi seluruh anak negeri.
“Mari kita kawal sama‑sama pembangunan, kita kawal sama‑sama infrastruktur yang ada, kita kawal sama‑sama roda pemerintahan yang ada, dan dukung pemerintahan sedang berjalan, agar kita semua bisa mendapatkan manfaat dari kehadiran Kabupaten ini,” tutup Yermias Yanuarius Sedik.
Dengan penuh syukur, seluruh elemen masyarakat Tambrauw kini menyambut hari ke‑29 Oktober sebagai hari kelahiran yang penuh makna: dari perjuangan panjang menuju kedewasaan, dari harapan menjadi kenyataan, dan dari tanah leluhur Tambrauw lahir semangat baru untuk terus membangun Papua Barat Daya.












