SORONG, DetikPapua.Net — Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., M.P.A., meresmikan Posyandu Teratai dan Posyandu Srikandi di Jalan TPU Km. 10, Kelurahan Malasilem, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Kamis (22/10/2026). Peresmian ini menjadi langkah untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, balita, dan warga yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.

Dalam sambutannya, Septinus Lobat menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian dari tiga misi utama pemerintah, yakni Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Menurutnya, mewujudkan Papua Sehat harus dimulai dari tingkat paling bawah dengan memastikan masyarakat di wilayah pinggiran memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau.

Ia menjelaskan, keberadaan Posyandu Teratai dan Posyandu Srikandi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Pelayanan tersebut terutama ditujukan kepada ibu hamil, bayi, dan balita yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin.
Septinus menyebutkan bahwa Kota Sorong memiliki sekitar 118 Posyandu dengan kurang lebih 1.200 kader. Karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah dan kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar pelayanan Posyandu berjalan optimal, termasuk melalui pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ia juga meminta agar pengelola Posyandu yang masih kekurangan sarana dan prasarana menyampaikan usulan secara tertulis kepada OPD terkait atau Tim Pembina Posyandu. Dengan demikian, kebutuhan fasilitas dapat dinilai dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, S.K.M., M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada Kepala Distrik Sorong Utara, Lurah Malasilen, dan seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, terutama warga yang bermukim di sekitar kawasan TPU Kilometer 10.

Jemima menjelaskan bahwa sebelum Posyandu Teratai dan Posyandu Srikandi tersedia, sebagian warga harus membawa bayi dan balita ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh, termasuk Puskesmas Malanu. Kondisi tersebut dapat menjadi kendala bagi keluarga yang memiliki keterbatasan biaya transportasi maupun akses menuju tempat pelayanan kesehatan.
Ia berharap keberadaan kedua Posyandu tersebut dapat mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mendukung pemenuhan kebutuhan Posyandu, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat, pekerjaan umum, hingga ketenteraman dan ketertiban umum.
Menurut Jemima, apabila masih terdapat kekurangan fasilitas, pengelola dapat menyampaikan usulan kepada Tim Pembina Posyandu agar dikoordinasikan dengan OPD yang berwenang. Dengan kerja sama yang baik, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Di tempat yang sama, Kepala Distrik Sorong Utara, Samuel Sesa, S.Sos., menjelaskan bahwa pembangunan Posyandu merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa selama bertugas di tingkat kelurahan dirinya telah membangun dua Posyandu, kemudian saat menjabat sebagai kepala distrik kembali mendorong pembangunan sejumlah fasilitas Posyandu di wilayah Sorong Utara.

Samuel juga menyampaikan rencana pembangunan dua Posyandu tambahan pada November 2026, masing-masing di wilayah Matalamagi dan kawasan Malasilen/Bambu Kuning. Rencana tersebut diharapkan semakin memperluas jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain Posyandu, pihak distrik juga telah membangun empat fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di wilayah Malanu, Matalamagi, Malasilen, dan Sawagumu. Pembangunan fasilitas sanitasi itu ditujukan untuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat serta mengurangi praktik buang air besar yang dapat mencemari lingkungan perairan.

Samuel menambahkan, fasilitas Posyandu akan dilengkapi dengan kebutuhan dasar, seperti tempat tidur, meja, dan perlengkapan pendukung lainnya. Ia berharap sarana tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petugas dan kader dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil, bayi, balita, serta warga lanjut usia.
Menurutnya, sebelumnya sebagian warga harus menempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga kilometer untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Jarak tersebut menjadi tantangan bagi keluarga yang tidak memiliki kendaraan atau harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan. Karena itu, keberadaan Posyandu Teratai dan Srikandi diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.

Samuel mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan Posyandu tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, kader, dan tenaga kesehatan.

Peresmian Posyandu Teratai dan Posyandu Srikandi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Sorong dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar, memperkuat peran kader Posyandu, serta menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan merata bagi masyarakat di Distrik Sorong Utara.













