Klamono, Detikpapua.Net – Tim 11 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Brawijaya (UB) melakukan pendampingan kepada empat kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Distrik Klamono, yakni Pokdakan Posa Mandiri, Pokdakan Ketapang, Pokdakan Nusantara Jaya, dan Pokdakan Alda. Kegiatan yang berlangsung selama empat bulan, mulai Agustus hingga November 2026, ini merupakan bagian dari program Ekspedisi Patriot di bawah Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Tim 11 TEP UB dalam mendukung pengembangan sektor perikanan masyarakat di Klamono. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keterbatasan ketersediaan air untuk kolam budidaya, yang menjadi salah satu kendala dalam keberlangsungan kegiatan budidaya ikan.
Masyarakat di Distrik Klamono masih mengandalkan air hujan dan air sungai untuk memenuhi kebutuhan air, termasuk dalam kegiatan budidaya ikan. Ketika curah hujan rendah, air sungai menjadi sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan kolam. Namun, jarak antara sumber air dan lokasi kolam menjadi tantangan tersendiri karena diperlukan sarana tambahan untuk mengalirkan air menuju kolam.

Kondisi tersebut tidak hanya membutuhkan tenaga dan waktu, tetapi juga dapat menimbulkan biaya tambahan apabila masyarakat harus menyediakan peralatan pengaliran air secara mandiri. Keterbatasan sarana tersebut pada akhirnya dapat menghambat pengelolaan kolam dan keberlanjutan kegiatan budidaya.
Pada beberapa Pokdakan, seperti Posa Mandiri dan Ketapang, kebutuhan air kolam telah didukung dengan pompa yang digunakan untuk mengalirkan air dari Sungai Klasafet menuju kolam budidaya. Berbeda dengan kedua kelompok tersebut, Pokdakan Alda dan Nusantara Jaya masih menghadapi keterbatasan sarana untuk mengalirkan air dari sungai sehingga belum mampu menyediakan pompa secara mandiri. Kedua kelompok tersebut masih mengandalkan air hujan sebagai sumber utama pengisian kolam. Kondisi ini menjadi kendala ketika curah hujan rendah, sementara jarak sungai dengan lokasi kolam cukup jauh dan membutuhkan peralatan tambahan untuk mengalirkan air.

Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Tim 11 TEP UB memberikan pompa dan filter air sebagai sarana pendukung kolam budidaya. Salah satu implementasi bantuan tersebut dilakukan melalui pemasangan pompa dan pengaliran air.
Pompa ditempatkan di tepi anak Sungai Klasafet, pada titik sumber air yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kolam. Penempatan pompa pada titik tersebut dilakukan untuk mempermudah proses pengaliran air menuju kolam budidaya. Sementara itu, filter air buatan ditempatkan di samping bak penampungan pada area Pokdakan Alda sebagai bagian dari sistem pengelolaan air sebelum digunakan untuk pemeliharaan ikan. Kehadiran sarana ini diharapkan dapat mempermudah Pokdakan dalam memenuhi kebutuhan air selama proses pemeliharaan ikan.

“Ketersediaan air adalah kendala besar dalam pengembangan budidaya ikan di Klamono. Dengan adanya pompa ini, kami berharap masyarakat lebih mudah mendapatkan dan mengalirkan air dari sumber air terdekat ke kolam budidaya, sehingga kegiatan pemeliharaan ikan pada Pokdakan disini dapat berjalan lebih optimal” ujar Frida Bebari, Ketua Pokdakan Alda.
Penyediaan pompa dan filter tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengelola kebutuhan air kolam, terutama ketika curah hujan rendah. Dengan adanya sarana pengaliran air, Pokdakan dapat memanfaatkan sumber air yang tersedia secara lebih efektif tanpa harus bergantung sepenuhnya pada curah hujan.

Selain mendukung pemenuhan kebutuhan air, penggunaan filter juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi air yang akan digunakan dalam kegiatan budidaya. Pengelolaan air yang lebih baik diharapkan dapat menciptakan kondisi pemeliharaan yang lebih optimal bagi ikan.
Melalui penyediaan sarana tersebut, Tim 11 TEP UB berharap keterbatasan akses air tidak lagi menjadi hambatan utama bagi keberlangsungan budidaya ikan di Klamono. Kemudahan dalam memperoleh dan mengalirkan air diharapkan dapat mendukung pemeliharaan ikan secara lebih konsisten serta meningkatkan produktivitas Pokdakan.












