Example floating
1-20260801-232714-0000
DaerahHomeLingkunganPemerintahanSosial & Budaya

Liberius Mabel: Lahan Ada, Jangan Dibiarkan, Jadikan Sumber Ekonomi Keluarga

7
×

Liberius Mabel: Lahan Ada, Jangan Dibiarkan, Jadikan Sumber Ekonomi Keluarga

Sebarkan artikel ini

WAMENA, DetikPapuaNet– Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jayawijaya, Liberius Mabel, mengapresiasi langkah nyata Kelompok Tani Dualoma bersama Yusuf Huby yang telah mengambil bagian dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu sumber ekonomi masyarakat, Sabtu (8/8/2026).

Liberius Mabel menilai, langkah Kelompok Tani Dualoma dalam mengelola lahan pertanian merupakan contoh nyata bahwa masyarakat dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Banner-Sepak-Bola-Olahraga-Maksimalis-Klasik-Hijau-dan-Emas-20260806-134817-0000

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus berani mengambil inisiatif dengan mengelola lahan yang tersedia agar memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

Ia mendorong para kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, dan para intelektual untuk menjadi penggerak di tengah masyarakat dengan mengajak keluarga masing-masing memanfaatkan lahan yang dimiliki.

“Masing-masing punya lahan, tetapi kita ajak keluarga. Tidak mungkin kita bekerja sendiri. Ini adalah solusi,” ujar Liber Mabel.

Ia mengatakan, jika setiap keluarga mulai mengelola lahan yang tersedia secara bersama-sama, maka akan terbentuk kekuatan ekonomi masyarakat yang lebih mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.

Liber juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor pertanian. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting untuk melanjutkan dan mengembangkan potensi pertanian di Jayawijaya.

“Generasi muda harus ikut terlibat. Jangan sampai lahan ada, tetapi tidak dikelola. Kita harus mendorong anak-anak muda untuk melihat pertanian sebagai salah satu sumber ekonomi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki tanggung jawab memberikan dukungan kepada masyarakat melalui program-program yang tersedia. Namun, dukungan tersebut harus diiringi dengan kemauan masyarakat untuk bergerak dan mengembangkan potensi yang sudah dimiliki.

“Jangan hanya menunggu bantuan pemerintah. Kita harus mulai dari apa yang kita punya. Kalau kita punya lahan, mari kita kelola. Ini bisa menjadi sumber ekonomi keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

Liberius berharap apa yang dilakukan Kelompok Tani Dualoma bersama Yusuf Huby dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Jayawijaya. Ia mendorong agar pemanfaatan lahan terus diperluas sehingga pertanian dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, intelektual, keluarga, dan generasi muda menjadi kunci dalam membangun pertanian yang mandiri dan berkelanjutan di Jayawijaya.

Merah-dan-Putih-Modern-Selamat-Hari-Kemerdekaan-Republik-Indonesia-Banner-H-20260801-230602-0000
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2-20260805-175449-0001