Example floating
1-20260801-232714-0000
Home

Bupati Raja Ampat Tegaskan Disiplin P3K, Kinerja Jadi Tolok Ukur Keberlanjutan

0
×

Bupati Raja Ampat Tegaskan Disiplin P3K, Kinerja Jadi Tolok Ukur Keberlanjutan

Sebarkan artikel ini

RAJA AMPAT– Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev, menegaskan bahwa disiplin dan kinerja menjadi tolok ukur utama dalam keberlanjutan pembinaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel bersama ratusan P3K di Halaman Kantor Bupati Raja Ampat, Selasa (4/8/2026).

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Raja Ampat, Petrus Rabu, S.Fil, dalam siaran pers yang diterima media, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, apel tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk memperkuat budaya disiplin, meningkatkan profesionalisme aparatur, sekaligus melakukan evaluasi terhadap kinerja P3K sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia aparatur.

Merah-dan-Putih-Tradisional-Selamat-Hari-Kemerdekaan-Republik-Indonesia-Ban-20260731-145743-0000

Apel diawali dengan pengarahan Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si, yang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengevaluasi tingkat kedisiplinan, kehadiran, dan kinerja P3K sebagai dasar pembinaan aparatur ke depan.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Raja Ampat tetap berkomitmen mempertahankan seluruh P3K meskipun sejumlah daerah mulai mengambil kebijakan merumahkan pegawai akibat keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Namun, komitmen tersebut harus diimbangi dengan peningkatan disiplin, kepatuhan terhadap aturan kepegawaian, dan etos kerja yang tinggi.

“Harapan Bapak Bupati sangat jelas, P3K harus menjaga disiplin, tetap masuk kerja, menaati aturan kepegawaian, dan menunjukkan kinerja terbaik. Semua ketentuan yang berlaku bagi ASN juga berlaku bagi P3K,” ujar Yusuf Salim.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika sebagai aparatur pemerintah, termasuk menggunakan atribut dinas secara lengkap saat bertugas. Menurutnya, sikap disiplin tidak hanya tercermin dari kehadiran, tetapi juga dari cara aparatur menjaga citra pemerintah di tengah masyarakat.

Sementara itu, Bupati Raja Ampat Orideko I Burdam menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dalam penerapan disiplin antara ASN dan P3K. Seluruh regulasi kepegawaian akan diberlakukan secara sama, termasuk mekanisme evaluasi terhadap tingkat kehadiran dan pelaksanaan tugas.

“Statusnya memang berbeda, tetapi tanggung jawab dan kewajiban sebagai aparatur pemerintah tetap sama. Karena itu disiplin menjadi hal yang paling utama,” tegas Bupati.

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat hingga kini masih mempertahankan seluruh P3K karena percaya mereka mampu memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan pemerintahan. Namun, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan dedikasi, profesionalisme, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa besarnya jumlah P3K turut memengaruhi belanja pegawai daerah. Karena itu, pada Tahun Anggaran 2026 pemerintah daerah belum dapat mengalokasikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), mengingat kemampuan keuangan daerah masih diprioritaskan untuk memenuhi pembayaran gaji P3K.

“Kami berharap Bapak-Ibu bekerja dengan sungguh-sungguh. Gaji yang diterima harus menjadi rezeki yang halal karena diperoleh melalui kerja yang jujur dan penuh tanggung jawab,” katanya.

Bupati menambahkan, evaluasi terhadap disiplin akan dilakukan secara berkelanjutan. Aparatur yang tidak menunjukkan komitmen terhadap tugas dan kewajibannya akan dibina sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, ia kembali mengingatkan seluruh ASN dan P3K agar mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, termasuk penerapan “Hari Jumat Tanpa Kendaraan Bermotor” sebagai bagian dari upaya penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), peningkatan kesehatan pegawai, serta pembentukan budaya kerja yang lebih tertib dan ramah lingkungan.

Orideko mengajak seluruh P3K menjadikan disiplin sebagai budaya kerja dan meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau disiplin kita baik, maka kinerja juga akan baik. Saya berharap seluruh P3K membuktikan bahwa mereka mampu menjadi aparatur yang profesional, bertanggung jawab, dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Raja Ampat,” katanya.

Apel khusus bersama P3K tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan OPD seperti Kepala Kesbang Pol Raja Ampat, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Pendidikan dan sejumlah staf ahli Bupati Raja Ampat.

3-20260803-162224-0002
Penulis: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Merah-dan-Putih-Modern-Selamat-Hari-Kemerdekaan-Republik-Indonesia-Banner-H-20260801-230602-0000