Sorong, Detikpapua.Net – Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Dr. Agusthina Ch. Kakiay, M.Si, melakukan kunjungan ke SMK Kesehatan Nusantara Kota Sorong, Senin (3/8/2026). Kedatangan rombongan didampingi oleh Anggota DPR Papua Barat Daya Komisi IV Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Selfiana Kalami, S.Pd.

Kegiatan diawali dengan penyambutan istimewa berupa pemberian penghormatan berupa pemakaian mahkota kepada Dr. Agusthina Ch. Kakiay beserta rombongan serta Anggota DPR PBD Selfiana Kalami, S.Pd. Pihak sekolah menerima kedatangan tersebut langsung oleh Kepala SMK Kesehatan Nusantara Kota Sorong, Arby W. Mamangsa, M.Pd., beserta jajaran guru dan siswa.
Apresiasi Anggota DPRP dan Komitmen Dukungan
Anggota DPR Papua Barat Daya Komisi IV, Selfiana Kalami, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Intinya saya sangat mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh IAKN Ambon ke Sorong, Papua Barat Daya. Selaku anggota DPR yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan, kami sangat menyambut baik kegiatan yang sangat positif ini,” ujar Selfiana.

Ia juga berkomitmen untuk mendukung kemajuan sekolah sesuai kewenangannya. “Saya sendiri akan berdiskusi dengan kepala sekolah dan rekan-rekan guru untuk melihat hal apa yang bisa kami lakukan sesuai tugas kewenangan di DPR untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan di sekolah ini.”
Lebih lanjut, politisi asal jalur pengangkatan Otsus ini menegaskan pelayanan merata bagi seluruh siswa. “Kebetulan saya berasal dari jalur pengangkatan Otsus sehingga lebih fokus kepada anak-anak Orang Asli Papua (OAP), namun tidak menutup kemungkinan seluruh siswa yang lahir maupun bersekolah di Sorong tetap menjadi prioritas pelayanan kami. Program yang bisa diusulkan di antaranya beasiswa serta peningkatan fasilitas dan sarana prasarana sekolah.”
Terakhir, Selfiana berpesan kepada para peserta didik: “Tetaplah semangat belajar demi meraih cita-cita dan menjadi generasi bintang yang berkualitas bagi bangsa dan negara, khususnya bagi tanah Papua di masa mendatang.”
Fokus Pendidikan Inklusif dan Karakter
Sementara itu, Dr. Agusthina Ch. Kakiay dalam wawancaranya menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung efektif selama empat hari dengan fokus utama melibatkan para siswa dan guru dalam penyampaian materi pendidikan inklusif.
“Kegiatan ini lebih banyak terkait dengan pendidikan inklusif. Kami sampaikan materi tentang anti-bullying dan kesadaran hukum, karena banyak kejadian di sekolah yang terjadi secara terbuka maupun tersembunyi. Bullying bisa berupa ujaran seperti menyebut kurang cerdas, berkulit gelap, dan sebagainya. Hal ini tidak baik untuk membangun karakter inklusif,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter cinta sesama, di mana setiap orang harus merasa berharga dan mengembangkan rasa hormat terhadap perbedaan, serta memandang setiap anak sebagai sosok yang sempurna apa pun kondisinya.
“Visi kami di Pascasarjana IAKN Ambon adalah pengembangan paradigma kritis dan inklusif. Artinya, berpikir kritis namun tetap terbuka, tidak merasa lebih unggul atau superior. Hal ini kami tanamkan mulai dari pendidik hingga penelitian,” tambahnya.
Materi juga disiapkan khusus bagi guru untuk membangun kompetensi pribadi, agar mampu mengenal diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai dan mendidik peserta didik tanpa membeda-bedakan. Kehadiran IAKN Ambon di Sorong juga didasari oleh banyaknya mahasiswa dan alumni yang tersebar di wilayah ini maupun di seluruh Indonesia.
Harapan Sekolah: Investasi SDM adalah Kunci
Kepala SMK Kesehatan Nusantara Kota Sorong, Arby W. Mamangsa, M.Pd., menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu ini. Ia menilai program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari IAKN Ambon ini sangat relevan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di daerah.
“Hampir seluruh guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) bersertifikasi profesi di Kota Sorong, bahkan di se-Indonesia, adalah lulusan dari IAKN Ambon. Kami melihat penguatan kapasitas yang dibawa sangat relevan dengan kebutuhan kita,” ujar Arby.

Menurutnya, investasi di bidang pendidikan dan penguatan guru jauh lebih mahal nilainya dibandingkan pembangunan fisik. Hal ini krusial untuk mempersiapkan generasi emas Papua 10 hingga 15 tahun ke depan.
“Pendidikan bukan sekadar soal angka, melainkan pembentukan aspek spiritual dan emosional. Kami berharap kunjungan ini bukan yang pertama dan terakhir, melainkan dapat diprogram secara berkala di Sorong,” tegas Arby.
Di akhir kegiatan, disebutkan bahwa jumlah alumni Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari IAKN Ambon yang tersebar di Kota Sorong tercatat sekitar 200 orang, sedangkan alumni Pascasarjana tersebar di berbagai sekolah negeri maupun swasta di wilayah tersebut.
















