Example floating
BeritaPapua SelatanPeristiwaSosial & Budaya

Bursa Uskup Agung Merauke Diguncang Dugaan Skandal Seksual, Umat Katolik Papua Kirim Surat ke Dubes Vatikan

0
×

Bursa Uskup Agung Merauke Diguncang Dugaan Skandal Seksual, Umat Katolik Papua Kirim Surat ke Dubes Vatikan

Sebarkan artikel ini

JAYAPURA, DetikPapuaNet— Sejumlah umat yang mengatasnamakan Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua menyampaikan surat terbuka kepada Duta Besar Vatikan, menolak calon Uskup Agung Merauke yang dinilai memiliki persoalan moral serius. Surat tersebut disampaikan di Jayapura pada Selasa, (28/4/2026).

Dalam surat itu, umat mengaku memiliki keprihatinan mendalam terhadap proses pengusulan calon uskup yang diajukan oleh Petrus Canisius Mandagi kepada Tahta Suci Vatikan.

“Kami memiliki keprihatinan serius yang didasarkan pada informasi yang kami nilai kuat, bahwa sejumlah imam yang diusulkan oleh Uskup Agung Merauke saat ini diduga memiliki persoalan moral yang berat,” tulis pernyataan tersebut.

Mereka juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan dalam skandal seksual yang dinilai berbahaya bagi masa depan gereja lokal.

“Terdapat dugaan besar bahwa beberapa imam senior yang masuk sebagai calon untuk menggantikan posisi Mandagi memiliki anak di luar nikah di wilayah Merauke dan Jayapura. Anak-anak mereka saat ini telah tumbuh dewasa,” lanjut isi surat itu.

Selain isu moral, umat juga secara tegas menolak kemungkinan penunjukan uskup baru yang berasal dari luar Tanah Papua. Mereka menilai pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa pemimpin gereja yang tidak memahami konteks lokal kerap menghadirkan kebijakan yang tidak menyentuh kehidupan umat.

“Pendekatan pastoral justru dirasa melukai umat, terutama ketika dianggap lebih berpihak pada kepentingan kekuasaan dan korporasi yang berdampak pada pengambilalihan tanah adat, hutan adat, serta hak-hak dasar masyarakat,” tulis mereka.

Umat menegaskan, jika proses penunjukan tetap mengabaikan integritas moral dan konteks lokal Papua, maka potensi penolakan terbuka dan aksi protes dari umat sangat mungkin terjadi.

“Oleh karena itu, kami berharap agar proses penunjukan Uskup Agung Merauke yang baru sungguh-sungguh mempertimbangkan imam-imam asli Papua, atau mereka yang telah lama melayani umat di Tanah Papua dengan integritas yang teruji,” demikian kutipan akhir surat.

Surat terbuka ini ditandatangani oleh Stendlhy Dambujai dan Chris Dogopia atas nama Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua.

Penulis: Yohanes KossayEditor: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260422-WA0044