“Ini merupakan satu inisiatif yang baik dari masyarakat. Pemerintah perlu memberikan pembinaan dan bantuan untuk memajukan wisata dan kebudayaan masyarakat Papua, khususnya di Papua Barat Daya,” Yusril Ihza Mahendra. (Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI)
KABUPATEN SORONG, DetikPapuaNet— Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Yusril Ihza Mahendra, mengunjungi Rumah Etnik Papua di Kabupaten Sorong bersama keluarga. Sabtu, (28/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Yusril menyampaikan apresiasi terhadap Rumah Etnik Papua yang dinilai sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata yang memiliki daya tarik kuat.
“Saya sangat senang datang ke tempat ini bersama anak, istri, ibu, dan cucu, karena ini merupakan suatu tempat yang menarik,” ujar Yusril.
Ia menilai berbagai unsur budaya yang ditampilkan, mulai dari rumah tradisional, tarian adat, hingga kuliner khas Papua, memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung untuk memahami kehidupan masyarakat Papua.

“Tarian-tarian, makanan yang disajikan kepada kami di sini semuanya menarik. Makanannya enak-enak, dan kami bisa menyaksikan langsung bagaimana masyarakat tradisional Papua memasak sagu, ubi, singkong, dan lain-lain,” ungkapnya.
Yusril juga menegaskan bahwa inisiatif masyarakat seperti Rumah Etnik Papua perlu mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah guna mendorong pengembangan wisata dan pelestarian budaya.
“Ini merupakan satu inisiatif yang baik dari masyarakat. Pemerintah perlu memberikan pembinaan dan bantuan untuk memajukan wisata dan kebudayaan masyarakat Papua, khususnya di Papua Barat Daya,” tegasnya.
Sementara itu, Owner Rumah Etnik Papua, Misthi Wanma, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan tersebut.

Ia mengaku tidak menyangka tempat yang dikelolanya dapat menjadi daya tarik hingga dikunjungi oleh pejabat tinggi negara bersama keluarga.
“Saya tidak sangka bahwa tempat ini akan menjadi daya tarik tersendiri, sehingga seorang menteri bisa datang bersama keluarga berkunjung,” ujarnya.
Menurut Misthi, kekuatan utama Rumah Etnik Papua terletak pada keunikan budaya yang dimiliki masyarakat Papua, yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Budaya Papua itu sangat luar biasa, punya daya tarik dan keunikan tersendiri. Bahkan wisatawan luar negeri dan pejabat juga datang ke sini. Pernah juga kedutaan besar, kalau tidak Austria, sempat berkunjung ke sini,” katanya.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya sebagai orang Papua yang memiliki warisan budaya yang kaya dan bernilai tinggi.

“Saya bangga jadi orang Papua. Budaya kami unik, sehingga orang datang melihat rumah tradisional, makanan, dan kehidupan masyarakat Papua,” tambahnya.
Misthi berharap pemerintah dapat melihat potensi besar dari sektor budaya sebagai peluang untuk pelestarian sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan saya ini menjadi perhatian pemerintah, bukan hanya di Kabupaten Sorong atau Papua Barat Daya, tapi secara luas. Dengan budaya, kita bisa melestarikan tradisi, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkenalkan budaya kita kepada dunia,” tutupnya.
Rumah Etnik Papua selama ini dikenal sebagai salah satu pusat edukasi budaya dan destinasi wisata lokal di Tanah Papua yang aktif memperkenalkan tradisi dan kehidupan masyarakat Papua kepada masyarakat luas dan wisatawan.














