Manokwari, Detikpapua.Net – Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Pemuda (OKP) FGM GKI di Tanah Papua, dan khususnya di Provinsi Papua Barat terus melakukan pembenahan dan pengembangan organisasi dalam konsolidasi maupun menyiapkan kader muda gereja yang tangguh, kompeten, mandiri, berkualitas dan bertanggungjawab terhadap gereja dan masa depan Pembangunan. Salah satu yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Forum Generasi Muda Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua (DPW FGM GKI TP) Provinsi Papua Barat yakni pembekalan, Rapat Kerja I dan Pelantikan DPC FGM GKI Kabupaten Manokwari Selatan, tanggal 21-22 Oktober 2026.

Pantaun awak media ini, kegiatan pembekalan dan raker I FGM GKI Kabupaten Manokwari Selatan dilaksanakan pada tanggl 21 Oktober 2026 di Gereja GKI Solafide Ransiki. Kegiatan Pembekalan berlangsung dari pukul 09.00 sampai pukul 23.00 WIT . Para narasumber hadir dan menyajikan materi yang telah di atur baik oleh DPW FGM GKI Papua Barat. Cakupan materi dimaksud antara lain : 1) Kebijakan Pembangunan di Kabupaten Manokwari Selatan oleh Bupati Manokwari Selatan, (2) Profil Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FGM GKI di Tanah Papua oleh Sekum FGM GKI Papua Barat; (3) Peran FGM GKI dalam mengawal pelayanan public oleh Waket II FGM GKI Papua Barat, Mendorong Peran FGM dalam Mendukung Papua Barat Produktif oleh Dr Soleman Imbiri ( DPW FGM GKI Papua Barat). Sesi akhir kegiatan pembekalan di lakukan Rapat Kerja dalam Rangka Pengesahan Program Kerja DPC FGM GKI Manokwari Selatan untuk masa bhakti 2026-2031.

Menurut Ketua DPW FGM GKI Papua Barat, Prof. Dr. Sepus M Fatem, M.Sc bahwa ‘’ Kabupaten Manokwari Selatan telah memiliki struktur DPC untuk dilantik. Agenda pelantikan yang diawali melalui pembekalan, orientasi pengurus dan Raker adalah bagian dari platform organisasi untuk membangun kerangka dasar kerja organisasi yang kuat, mandiri dan bertanggungjawab, pungkasnya. FGM harus kita bangun untuk tampil beda dengan OKP lainnya. Untuk itu di Provinsi Papua Barat telah di kembangkan kerangka kerja dan mekanisme legal dalam rangka membangun FGM sebagai organisasi kader. Sebut saja sebelum pelantikan dilakukan pembekalan dan orientasi pengurus maupun rapat kerja. Sebelum rapat kerja, dilakukan pra raker. Pra raker dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi semua jajaran pengurus DPC di Kabuaten/ Kota memahami proses rapat kerja, muatan materi rapat kerja, matrik kegiatan yang harus disusun dalam proses rapat kerja, termasuk mengidentifikasi isu strategis yang dijadikan sebagai program kerja dan kegiatan yang akan dibahas dalam proses Rapat Kerja.
“Tidak semua pengurus yang akan dilantik memiliki pemahaman organisasi yang sama, memiliki pengalaman dalam penyusunan program dan kegiatan, memiliki kemampuan menganalisis isu social dan Pembangunan di kabupaten/kota, maupun memiliki kapasitas kepemimpinan yang seimbang. Dengan demikian pra raker menjadi momentum awal untuk membangun pemahaman dasar organisasi yang setara dan seimbang,” ujar Ketua DPW FGM GKI Papua Barat saat di temui Awak Media di Gedung gereja GKI Solafide Ransiki.

Kegiatan pelantikan DPC FGM GKI Kabupaten Manokwari Selatan dilaksanakan pada hari ini Kamis, 22 Oktober 2026 di Gedung gereja GKI Solafide Ransiki. Pelantikan diawali dengan arak-arakan Forkompimda Kabupaten Manokwari Selatan Yakni Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan, S.IP, Wakil Bupati Mesak Inyomusi, SH., M.Si., Ketua DPRK Manokwari Selatan, Perwakilan Kapolres dan Dandim Manokwari Selatan, Ketua Umum DPP FGM GKI di Tanah Papua, sekaligus Bupati Sorong Selatan (Petronela Krenak, S.Sos., M.Atr.p)., Ketua DPW FFM GKI Papua Barat Prof. Dr. Sepus M Fatem, S.Hut., M.Sc, Ketua DPC FGM GKI Kab Manokwari Selatan, dari Kantor Klasis GKI Ransiki menuju Gedung gereja Solafide Ransiki.
Ibadah pelantikan dipimpin oleh Pdt. Rosalina Wamafma, S.Th., M.Th selaku Anggota Badan Pekerja Sinode GKI Wilayah XII. Pelantikan DPC FGM GKI Manokwari selaatan dimulai tepat pukul 15.00 WIT sampai elesai. Pelantikan dan pengukuhan dilakukan pasca khotbah, Untuk memandu pelantikan, maka bacaan firman Tuhan diangkat dari kitab Keluaran 18: 13-21 tentang Jitro dan Musa, Dimana Jitro Menasehati Musa agar sebagai pemimpin harus bisa melakukan pendelegasian tugas dan wewenang. Hal ini penting dalam menjalankan organisasi, termasuk applikasinya di FGM GKI Kabupaten Manokwari Selatan, papar Pelayan Ibadah tersebut.
Setelah khotbah, proses pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan DPW FGM GKI Provinsi Papua Barat. Setelah pembacaan SK, dilanjukan proses pelantikan. DPC FGM GKI Kabupaten Manokwari Selatan. Bendera FGM GKI di Tanah Papua dan Bendera Merah Putih diantar oleh Paskibraka untuk di pegang oleh Ketua DPC Mansel dan bertindak untuk melantik yakni Ketua DPW FGM GKI Papua Barat didampingi Sekum FGM GKI Papua Barat dan Ibu Ketua DPP FGM GKI di Tanah Papua, Petronela Krenak, SoS., M.Atr.P.
Pelantikan dilakukan penuh hikmah , penyerahan pataka dan pembacaan naskah pelantikan oleh Ketua DPW FGM GKi Papua Barat di kepada Ketua DPC FGM GKI Kabupaten Manokwari Selatan. ‘’ Dengan menyebut nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus’’ Saya menyerahkan Pata FGM GKI di Tanah Papua untuk dikibarkan di seluruh wilayah Kabupaten Manokwari Selatan’’ ucap Ketua DPW FGM GKI Papua Barat.

Penyerahan Pataka dan pernyataan pelantikan dilakukan dengan penuh hikmah. Setelah sesi pelantikan, ibadah dilanjutkan sampai selesai. Setelah sesi ibadah, dilakukan upacara organisasi yang dipimpin oleh Ketua DPW FGM GKI Papua Barat. Setelah acara ibadah dan pelantikan, dilanjutkan dengan sesi sambutan. Sambutan disampaikan oleh Ketua DPC FGM GKI Manokwari Selatan terpilih Dr. Cristofel Mandacan, M.Si. Anggota Badan Pekerja Sinode GKI Wilayah XII sekaligus mewakili Dewan Kurator FGM GKI,Pdt. Ros Wamafma, S.Th. Menurutnya FGM harus bangkiit dan memulai hal-hal besar yang untuk membangun gereja dan masyarakat. Begitu pula menjelang Sidang Sinode GKI di Tanah Papua pada Oktober 2027 di Kabupaten Teluk Wondama, dibutuhkan partisipasi penuh dari FGM GKI di Tanah Papua, khususnya di wilayah pelayanan XII untuk mendukung pelaksanaan ivent akbar tersebut.
Sambutan berikutnya yakni Ketua Umum FGM GKI Papua Barat, Prof. Dr. Sepus M Fatem. Menurut Mantan Ketua FGM GKI Kabupaten Manokwari 2011-2015 itu bahwa pelantikan FGM GKI Kabupaten Manokwari Selatan merupakan awal dari kebangkitan dan perjalanan FGM GKI di Manokwari Selatan untuk 5 tahun ke depan. Ditambahkan bahwa FGM sebagai OKP resmi milik GKI di Tanah Papua telah terdaftar di kementrian Hukum RI dan tentunya harus mampu memberikan dampak yang nyata bagi Pembangunan Papua melalui visi, misi, program dan kegiatan. Ditegaskan bahwa FGM GKI adalah alat politik, sedangkan PAM GKI adalah alat pelayanan. FGM tidak berpoltiik namun memiliki tanggungjawab politik. FGM adalah organisasi kader gereja untuk memperjuangan hak-hak dasar warga GKI di berbagai bidang Pembangunan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa gereja memiliki tanggungjawab politik, sebagaimana apa yang ditulis oleh filsafat dunia Aristotles bahwa manusia adalah Zoom politikon.
Zoon politikon memiliki makna bahwa manusia dalam hidup nya harus bersosialisasi dan berorganisasi untuk mempertahankan hidup dan masa depan. Proses sosialisasi ini yang menurut Aristoteles disebut ‘’ Zoon Politikon’’, Aritinya manusia adalah makhlus yang berpolitik untuk dapat hidup, ungkap akademisi UNIPA itu. Ditekankan oleh Akademisi UNIPA itu bahwa, dengan demikian strategi yang dikembangkan oleh FGM Papua Barat saat ini melalui konsolidasi dan ekspansi. Konsolidasi dilakukan melalui pembinaan secara berjenjang pada Rapat kerja yang awali melalui Pra Raker, Pembekalan dan Orientasi Pengurus, hingga pelantikan pengurus.
Sedangkan ekspansi dilakukan melalui kemitran bersama pemerintah daerah dan organisasi sosial kemasyaakatan lainnya dalam mendukung Pembangunan Papua Barat baik Papua Barat Sehat, Cerdas dan Papua Barat Produktif maupun Papua Ekologis. Kehadiran FGM tidak hanya sebagai organisasi yang memenuhi daftar nama pengurus untuk syarat administraitf namun jauh lebih dari itu ada tanggungjawab besar yang harus dipenuhi untuk sebuah gerakan perubahan yang berdampak untuk Tanah Papua dan global, paparnya.
Awak media ini mencatat selanjutnya sambutan Ketua DPP FGM GKI di Tanah Papua Petronela Krenak, S.Sos, M.Atrp. Dalam sambutanya Ketua DPP yang juga Bupati Sorong Selatan itu menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikan DPC FGM GKI Manokwari Selatan. Menurutnya bahwa FGM GKI adalah organisasi yang memiliki peran strategis dan harus dapat di buktikan dalam kehidupan berjemaat, berbangsa dan bernegara. Bupati Sorong Selatan itu berharap bahwa agenda ked epan seperti Raker FGM GKI di Tanah Papua yang akan dilaksanakan di kabupaten Teluk Bintuni tgl 29-30 Oktober 2026 akan menghasilkan pemikiran, gagasan dan konsep dalam bentuk program kerja yang dapat diimplementasikan dalam rangka membangun FGM yang kuat, mandiri dan berdampak bagi Pembangunan di Tanah Papua. Setelah sambutan Ketua DPP FGM GKI di Tanah Papua, dilanjutkan dengan sambutan Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan, S.IP.
Sambutan Bupati Bernard Mandacan diawali dengan ucapan Syukur dan selamat atas dilantik pengurus FGM GKI Kab Manokwari Selatan. FGM GKI Manokwari Selatan akan menjadi mitra Pembangunan di kabupaten Manokwari Selatan. Menurutnya di kabupaten Manokwari Selatan Pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, namun membutuhkan berbagai pihak baik gereja, masyarakat adat , tokoh pemuda dan lainnya. FGM memiliki posisi yang penting dan strategis dalam mendukung pemerintah kabupaten Manokwari Selatan, pungkasnya Sambutan akhir acara ini yakni Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Ka Biro Administrasi Pembangunan, Setda Papua Barat.
Gubernur Papua Barat dalam sambutan yang dibacakan oleh perwakilan pemerintah, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan FGM GKI Kabupaten Manokwari Selatan masa bhakti 2026-2031. FGM diharapkan menjadi organisasi mitra pemerintah dan gereja serta masyarakat dalam mendukung semua kebijakan Pembangunan di provinsi apua Barat. Dalam Penyampaina lebih lanjut oleh Gubernur Papua Barat bahwa Forum Generasi Muda Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua Adalah Wadah Pembinaan, Persekutuan, Dan Pengabdian Bagi Anak-Anak Muda Gereja. Di Sinilah Iman Dibentuk, Karakter Ditempa, Dan Kepemimpinan Dilatih. Pemerintah Provinsi Papua Barat Menyadari Bahwa Gereja Dan Organisasi Kepemudaannya Adalah Mitra Penting Dalam Pembangunan Manusia. Pembangunan Tidak Hanya Soal Jalan, Jembatan, Dan Gedung, Tetapi Juga Soal Membangun Manusia Yang Beriman, Berilmu, Dan Berintegritas, demikian sambutan Gubernur Papua Barat.
Setelah sesi sambutan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan penyerahan buku dan rumusan deklarasi Amban. Sebagaiman diketahui bahwa pada tanggal 10 Februari 2026, DPW FGM GKI Provinsi Papua Barat berkolaborasi bersama Sinode GKI di Tanah Papua dan Pemerintah Papua barat melaksanakan kegiatan Launching Buku, Dialog Pembangunan Dan Seminar Menyambut 171 Tahun Pekabaran Injil Di Tanah Papua Dan Peradaban Kedua Nubuatan Domine I.S Kijne: Antara Gereja, Pemerintah Dan Masyarakat Adat. Kegiatan ini telah menghadirkan beberapa tokoh kunci di Tanah Papua baik Gubernur, Bupati dan Pimpinan Sinode GKI di Tanah Papua. Hasilnya telah meghasilkan rekomendasi bagi Pembangunan peradaban kedua dan 171 tahun pekabaran injil di Tanah Papua.
Sebagai bagian dari proses advokasi dan sosialisasi, maka DPW FGM GKI Papua Barat menyerahkan naskah rekomendasi yang dikenal dengan’’ Deklarasi Amban’’. Deklarasi ini memuat 12 komitmen bersama dalam membangun Papua untuk jangka panjang, dimulai dari Mansinam sebagai titik awal perjumpaan orang Papua bersama Injil amupun Autumeri sebagai momentum peradaban baca tulis yang dilakukan oleh Tokoh Pendidik/ Nabi dan pendeta I.S Kijne. Penyerahan naskah deklarasi ini dilakukan untuk mendorong dan mengumpulkan dukungan dari semua pihak baik eksekutif, legilstaif, tokoh adat , tokoh gereja guna mendukung dan berpartisipasi dalam sisi kebijakan untuk Pembangunan Mansinam dan Autumeri yang telah di gagas oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Selain penyerahan Naskah Deklarasi, Ketua DPW FGM GKI Papua Barat menyerahkan pula buku Alkitab dan Konservasi Alam. Buku ini diserahkan sebagai pesan moril untuk semua pihak dalam menjaga dan merawat alam. Alam adalah sahabat kita, manusia bukanlah seorang penakluk alam, namun penata alam’’ sebagai pesan kritis dari Buku ini, ungkap Prof. Dr. Sepus M Fatem, M.Sc saat menyerahkan buku dimaksud.














