Example floating
Papua Barat DayaPemerintahanPendidikanReligiSosial & Budaya

Komite SD YPPK Willibrodus II Temui Sekretaris Eksekutif YPPK KMS, Bahas Fasilitas dan SDM

11
×

Komite SD YPPK Willibrodus II Temui Sekretaris Eksekutif YPPK KMS, Bahas Fasilitas dan SDM

Sebarkan artikel ini

SORONG, DetikPapua.Net — Pengurus Komite SD YPPK Willibrodus II bersama Kepala Sekolah Dina Mariana Tanti, S.Pd., Senin (28/9/2026), menemui Sekretaris Eksekutif YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong (YPPK KMS), Drs. Simon Isak Mendopma, di ruang kerja Sekretaris Eksekutif YPPK KMS.

Pengurus Komite SD YPPK Willibrodus II dan Sekretaris Eksekutif YPPK Drs. Simon Isak Mendopma, saat berdiskusi di ruang kerja. Senin (28/9/2026). Foto/doc.YPPK KMS.

Pertemuan tersebut membahas pembangunan dan penyediaan fasilitas sekolah, program kerja komite, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di SD YPPK Willibrodus II.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Komite David Sedik, A.Md., Sekretaris Komite Adrianus Bapa Helan, S. Pd., dan Kepala Sekolah Dina Mariana Tanti, S.Pd. Sementara Drs. Simon Isak Mendopma didampingi Staf YPPK KMS, Frengky Syufi, S. Pd.

Ketua Komite SD YPPK Willibrodus II, David Sedik, mengatakan kebutuhan fasilitas pendidikan dan penguatan SDM di sekolah masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

“Kami melihat kebutuhan sekolah ini tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Sarana dan prasarana, tenaga guru serta pengembangan SDM harus menjadi perhatian bersama. Kalau pemerintah dan pihak-pihak terkait memiliki perhatian terhadap pendidikan, maka kebutuhan sekolah seperti ini harus dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya,” ujar David.

Menurutnya, komite tidak ingin hanya menjadi pelengkap administrasi sekolah, tetapi mengambil bagian dalam mendorong kemajuan sekolah melalui program kerja yang terukur.

“Komite harus bekerja nyata. Kami sudah membicarakan program dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Karena itu, kami perlu berkoordinasi dengan yayasan, kepala sekolah, pemerintah dan pihak lain agar apa yang menjadi kebutuhan sekolah dapat diwujudkan secara bertahap,” katanya.

David menambahkan, koordinasi antara komite, sekolah dan yayasan harus terus diperkuat sehingga setiap persoalan yang dihadapi sekolah dapat dibahas secara bersama dan dicarikan solusi.

“Kami tidak ingin berjalan sendiri. Kalau ada kebutuhan yang belum bisa kita selesaikan, kita duduk bersama, kita konsultasikan dan kita cari jalan keluarnya. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif YPPK KMS, Drs. Simon Isak Mendopma, mengatakan pembangunan ruang kelas menjadi salah satu kebutuhan yang harus mendapat perhatian utama dalam pengembangan SD YPPK Wilibrodus II.

“Yang pertama saya pikir adalah ruang kelas yang ada. Kalau komite sekolah bergerak bersama dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkomitmen untuk membangun ruang kelas baru, saya justru lebih senang,” ujar Simon.

Menurut Simon, pembangunan ruang kelas perlu direncanakan dengan baik agar mampu menjawab kebutuhan sekolah saat ini sekaligus mengantisipasi pertambahan jumlah peserta didik di masa mendatang.

Ia juga meminta agar penataan ruang sekolah diperhatikan sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan kenyamanan bagi peserta didik dan mendukung proses belajar mengajar.

Selain ruang kelas, Simon menyoroti kebutuhan fasilitas komputer. Ia mengatakan komputer yang telah tersedia akan tetap disiapkan, sementara penambahan unit baru dapat dibicarakan bersama antara sekolah, komite dan yayasan.

“Kalau Wilibrodus II mau menambah tiga unit lagi, kita bicarakan dengan pihak sekolah. Kita harus berpikir bagaimana fasilitas itu bisa digunakan dan dirawat dengan baik,” katanya.

Simon juga menekankan pentingnya perawatan fasilitas sekolah, termasuk kondisi ruangan tempat komputer ditempatkan. Menurutnya, fasilitas elektronik membutuhkan ruangan yang tertata dan terawat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Terkait tenaga pendidik, Simon menegaskan bahwa YPPK tetap membutuhkan guru dari berbagai latar belakang. Namun, guru yang ditempatkan harus memiliki komitmen mengajar, disiplin dan mengikuti aturan yang berlaku di sekolah.

“Kami tetap membutuhkan guru. Yang penting, kalau pemerintah mengirim guru, jangan mengirim guru yang bermasalah dari sekolah lain. Guru yang ditempatkan harus benar-benar mau mengajar dan mengikuti aturan kami,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab guru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan. Guru diharapkan hadir tepat waktu, melaksanakan tugas mengajar dan mengikuti tata tertib sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, komite juga didorong memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRK untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan fasilitas pendidikan. Kerja sama berbagai pihak dinilai penting agar kebutuhan sekolah dapat dipenuhi secara bertahap.

Simon berharap Komite SD YPPK Wilibrodus II bersama kepala sekolah dapat menyusun rencana kerja yang jelas untuk satu tahun ke depan, sekaligus mempersiapkan program jangka menengah dan jangka panjang.

“Kita kerja bersama. Kalau belum menemukan jalan keluar, kita konsultasikan dengan sekolah dan yayasan. Yang penting kita terus berkoordinasi dan mencari solusi bersama,” pungkasnya.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *