Example floating
IMG-20260621-WA0028
BeritaHomeKabar LegislatorLingkunganSosial & Budaya

Menuju Papua Pegunungan Mandiri Pangan, Yusuf Huby Fokus Perkuat Pertanian dan Peternakan Rakyat

0
×

Menuju Papua Pegunungan Mandiri Pangan, Yusuf Huby Fokus Perkuat Pertanian dan Peternakan Rakyat

Sebarkan artikel ini

WAMENA, DetikPapuaNet– Pendamping kelompok tani sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jayawijaya, Yusuf Huby, S.Hut., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan atas bantuan mesin pengolah gabah untuk kacang kedelai yang diberikan kepada kelompok tani di Distrik Hubikiak, Bantuan tersebut diantarkan langsung kepada para petani oleh Danus Yikwa, yang mewakili Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Pegunungan, sebagai bentuk komitmen pemerintah memastikan bantuan tepat sasaran dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Penyerahan bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung modernisasi pertanian sekaligus memperkuat upaya mewujudkan kemandirian pangan di Papua Pegunungan, Jumat (31/7/2026).

Pendamping kelompok tani Yusuf Huby, S.Hut., M.Si., bersama Petani saat uji coba mesin pengolah gabah untuk kacang kedelai. Jumat (31/7/2026). Foto/Yohanes Kossay.

Yusuf Huby mengatakan bantuan mesin tersebut akan sangat membantu kelompok tani yang selama ini didampinginya dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengolahan hasil panen kedelai.

Pendamping kelompok tani sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jayawijaya, Yusuf Huby, S.Hut., M.Si., saat memberikan keterangan kepada awak media ini. Jumat (31/7/2026). Foto/Yohanes Kossay.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, khususnya Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan atas bantuan mesin ini. Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi kelompok tani yang selama ini kami dampingi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat tiga kelompok tani binaannya di Distrik Hubikiak, dua kelompok di Distrik Witawaya, dan dua kelompok di Distrik Pisugi. Seluruh kelompok tersebut difokuskan pada pengembangan budidaya kacang kedelai sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Menurutnya, pengembangan kedelai tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga diarahkan menjadi bahan baku pembuatan pakan ternak, khususnya pakan babi, serta bahan baku industri pangan seperti tempe.

“Kami memiliki target agar hasil panen kedelai tidak hanya dijual, tetapi juga diolah menjadi pakan ternak dan bahan baku tempe sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Selain kedelai, kelompok tani di Dualoma juga mulai mengembangkan tanaman jagung. Setelah panen kedelai, lahan yang sama langsung dimanfaatkan untuk menanam jagung yang kini telah tumbuh dengan baik. Pendampingan kepada para petani akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga terintegrasi dengan sektor peternakan, terutama peternakan babi.

Yusuf Huby menegaskan bahwa komitmennya mendampingi masyarakat telah dimulai jauh sebelum dirinya duduk sebagai anggota legislatif. Saat kampanye, ia mengusung misi “Hidup untuk Saling Menghidupkan”, yang diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat agar mandiri dalam bidang pertanian dan peternakan.

“Selama ini masyarakat lebih banyak berharap bantuan langsung atau dana kampung. Saya ingin mengubah pola pikir itu. Yang dibutuhkan masyarakat adalah alat kerja dan sarana produksi agar mereka mampu bertani, beternak, bekerja, dan menghasilkan secara mandiri,” tegasnya.

Ia menilai budaya bertani dan beternak merupakan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur masyarakat Lembah Baliem. Karena itu, menurutnya, modernisasi pertanian perlu dilakukan tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal agar mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan.

Sebagai bentuk nyata komitmennya, Yusuf Huby bersama kelompok tani telah membuka lahan pertanian seluas sekitar empat hektare. Lahan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani di distrik lain dalam mengembangkan pertanian yang produktif, modern, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Danus Yikwa, yang mewakili Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Pegunungan, mengatakan bantuan mesin pengolah kedelai merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat sektor pertanian rakyat dan mendukung program ketahanan pangan di Papua Pegunungan.

Danus Yikwa, yang mewakili Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Pegunungan turun langsung melihat petani Kedelai di kampung Dualoma. Jumat, (31/7/2026). Foto/Yohanes Kossay.

“Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terus berkomitmen mendukung masyarakat melalui penyediaan sarana produksi yang dibutuhkan petani. Kami berharap mesin ini dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar mampu meningkatkan hasil panen, mempercepat proses pengolahan kedelai, serta mendorong tumbuhnya usaha-usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Danus.

Ia juga mengajak seluruh kelompok tani untuk terus mengembangkan potensi pertanian secara berkelanjutan dan memanfaatkan bantuan pemerintah sebagai modal membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, Sisilia Huby, salah seorang petani kedelai dari kelompok tani penerima bantuan, mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang telah memberikan bantuan mesin kepada para petani.

Sisilia Huby, bersama anggota petani lainya saat jemur kedelai.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan atas bantuan mesin ini. Kehadiran alat ini membuat pekerjaan kami menjadi lebih mudah dan cepat. Kami semakin bersemangat untuk menanam kedelai karena hasilnya nanti dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun menambah penghasilan. Kami berharap pendampingan dan dukungan seperti ini terus berlanjut,” ungkap Sisilia.

Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tertarik mengembangkan sektor pertanian karena memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya Papua Pegunungan yang mandiri pangan.

Penulis: Yohanes KossayEditor: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *