Sorong, Detikpapua.Net – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya kembali melanjutkan agendanya dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah, dengan melakukan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penyusunan Grand Design Ekonomi Daerah berbasis Koperasi dan UKM yang melibatkan para pakar dan ahli ekonomi dan bisnis dari 3 Lembaga Perguruan Tinggi Negeri yakni FEB UGM, FEB UNPAD dan FEB UNCEN.
Rapat yang digelar secara virtual via zoom pada Rabu (18/03/2026) ini dipimpin oleh Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si. Sementara para peserta dari kalangan akademisi yang hadir antara lain: Prof. Dr. Mesak Iek, S.E.,M.Si, Prof. Dr. Julius Ary Mollet, SE.,MBA.,MTDev.,Dip.LED.,Ph.D masing-masing dari Universitas Cenderawasih (Uncen).

Kemudian Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D, Prof.Catur Sugiyanto, MA dan Drs. Ahmad Jamli MA masing-masing dari UGM serta Budiono SE., MA., Ph, dan Dr. Ferry Hadiyanto, SE., MA masing-masing dari Universitas Padjajaran Bandung. Juga hadir Koordinator Sekretariat Proyek Aria Marga SE.,M.Si.
Dalam arahannya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si menjelaskan, kegiatan ini merupakan pertemuan kedua yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM, sebagai tindak lanjut dari agenda terdahulu.

Penyelenggaraan rapat ini dilatarbelakangi oleh beberapa urgensi strategis: Pertama, sebagai provinsi baru, Papua Barat Daya masih menghadapi persoalan mendasar pada sistem data dan kelembagaan ekonomi daerah. Kedua, kondisi empiris di lapangan menunjukkan bahwa koperasi belum berfungsi secara optimal. Sementara itu, UMKM masih bergerak dalam skala subsisten dengan nilai tambah rendah dan akses pasar terbatas.
Ketiga, disparitas wilayah cukup tinggi dengan aktivitas ekonomi yang terpusat di Kota Sorong. Keempat, terdapat berbagai program strategis nasional yang belum terintegrasi dengan baik di tingkat daerah, termasuk program Koperasi Merah Putih, Makanan Bergizi Gratis (MBG), serta peluang dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Bappenas.
“Rapat ini dimaksudkan untuk menjalin komunikasi awal dan membangun sinergi dengan mitra akademisi dari tiga perguruan tinggi terkemuka, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Universitas Cenderawasih (UNCEN), dalam rangka penyusunan Grand Design pembangunan ekonomi daerah yang berfokus pada koperasi dan UMKM,” ujar Dr. Sellvyana membuka rapat.
Secara spesifik, ia menyelesaikan rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan tim akademisi mengenai urgensi, arah, dan target penyusunan Grand Design. Kemudian memetakan isu-isu strategis yang menjadi prioritas penanganan, meliputi kelemahan data dan basis perencanaan, revitalisasi koperasi, pengembangan rantai nilai UMKM, pengentasan disparitas wilayah, integrasi program pusat-daerah, serta peningkatan kapasitas SDM dan digitalisasi.
Selain itu rapat juga guna merumuskan mekanisme koordinasi dan pola komunikasi antara tim konsultan akademisi dengan jajaran Dinas Koperasi dan UKM serta OPD terkait lainnya serta mendiskusikan model pendampingan jangka panjang yang tidak hanya berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi memastikan keberlanjutan implementasi Grand Design
“Juga dalam rangka menyiapkan langkah-langkah konkret dalam rangka mendukung persiapan audiensi dengan empat kementerian (KemenkopUKM, Kemendag, Kemenperin, dan Bappenas) yang telah dijadwalkan dalam waktu dekat,” sebut Dr. Sellvyana.
Adapun target yang ingin didapatkan melalui rapat tersebut antara lain: Dokumen Grand Design Ekonomi Berbasis Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat Daya yang implementatif dan operasional, bukan sekadar analisis akademik normatif. Kemudian Basis data terintegrasi koperasi dan UMKM yang valid dan dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.
Kemudian Policy papers untuk mendukung audiensi dan advokasi kebijakan ke tingkat pusat, Roadmap pengembangan koperasi modernyang berfungsi sebagai aggregator UMKM, Rencana aksi tahunan (RAT) yang terukur dan berkelanjutan serta Skema pendampingan jangka panjang (lebih dari 1 tahun) yang mencakup pembenahan sistem data, revitalisasi koperasi, pengembangan klaster dan rantai nilai, integrasi program kementerian, penguatan kapasitas OPD, serta monitoring implementasi.
Pada diskusi tersebut, pihak UGM melalui Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D menekankan masalah konektivitas antar wilayah dan kegiatan ekonomi yang diharapkan akan memberikan nilai tambah yang lebih besar. Demikian juga Prof. Catur Sugiyanto, MA yang menyatakan kesediaannya sebagai bagian dari tim dan memperkenalkan anggota tim dari UGM Yogyakarta. Ini mengindikasikan kesiapan UGM untuk berkoordinasi lebih lanjut
Sementara Drs. Ahmad Jamli MA sebagai ahli ekonomi regional juga menekankan ketimpangan antar wilayah di Papua Barat Daya, maka diharapkan dengan impelentasi kajian ini akan terjadi keseimbangan antar wilayah yang lebih baik. Hal senada juga disampaikan pihak UNCEN dan UNPAD yang menyatakan kesiapanya dalam agenda penyusunan grand design tersebut.
Adapun kesimpulan rapat diantaranya rapat berhasil menyampaikan informasi awal dan “visi misi” dan permasalahan yang dihadapi dan kebutuhan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya kepada mitra akademisi dari UGM, UNPAD dan UNCEN.
Kemudian terdapat urgensi yang sangat tinggi dari pihak Pemerintah Daerah Papua Barat Daya cq Dinas Koperasi dan UKM Papua Barat Daya untuk segera memulai kajian, mengingat akan adanya kegiatan audiensi dengan para menteri terkait dalam waktu dekat. Pihak UGM, UNPAD dan UNCEN yang hadir menunjukkan komitmen yang tinggi dan kesiapan untuk terlibat dalam diskusi dan proses lebih lanjut.
















