Sorong, Detikpapua.Net – Momentum satu tahun perjalanan kepemimpinan Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, menjadi sebuah titik simpul untuk merefleksikan satu tahun kepemimpinan tetapi juga meneropong prospek dan peluang kemajuan dimasa depan.
Tokoh Pemuda yang merupakan Ketua DPW Pemuda Perindo Provinsi Papua Barat Daya Stevanus S. Bosawer, SE turut memberikan komentar sekaligus catatan penting sebagai bahan refleksi bagi kepemimpinan Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau dalam setahun kepemimpinannya.
Bosawer mengawali komentarnya dengan menyebut bahwa kepemimpinan Elisa – Ahmad memiliki nilai filosofis yang sangat penting nan dalam bagi masyarakat, mengingat provinsi ini adalah provinsi baru, dimana Elisa – Ahmad merupakan gubernur dan wakil gubernur defenitif pertama yang sekaligus didaulat menjadi peletak dasar pembangunan di provinsi ini.
Kehadiran Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau tentu menjadi manifestasi dari harapan dan optimistisme masyarakat akan kehidupan yang lebih baik, kesejahteraan yang memadai dan pelayanan yang lebih fleksibel dan inklusif melalui kehadiran Provinsi Papua Barat Daya.
“Provinsi ini hadir dengan harapan dan optimisme yang sangat tinggi. Bahwa kita ingin wilayah ini semakin maju dan berkembang, karena rentan kendali pelayanan yang semakin dekat. Momentum satu tahun kepemimpinan Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau tentu menjadi sebuah titik simpul untuk kita meneguhkan semangat optimisme tersebut dalam perspektif berkesinambungan, hari ini, esok dan seterusnya,” ujar Bosawer saat bincang-bincang dengan awak media di salah satu caffe di Kota Sorong, Jumat (20/02/2026).
Ia menyebut, waktu satu tahun bukanlah saat yang tepat untuk memberikan penilaian apalagi menjustifikasi capaian kerja kepala daerah. Namun, sebagai pelaksana kebijakan publik maka gubenur dan wakil gubernur juga perlu mendapat masukan, saran bahkan kritikan dari masyarakat dalam rangka memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Ia pun menyebut bahwa sejauh ini sudah ada beberapa capaian yang perlu diapresiasi dalam kepemimpinan Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau. Ia mengutarakan beberapa catatan seperti investasi pada bidang sumber daya manusia (SDM) melalui program Pendidikan Gratis dan Beasiswa Luar Negeri dimana Pemprov mengalokasikn anggaran untuk program pendidikan gratis di 6 wilayah dan beasiswa bagi mahasiswa OAP hingga keluar negeri.
Begitu juga dalam upaya pengembangan ekonomi masyarakat melalui modal usaha bagi ribuan pelaku usaha OAP, Jaminan Perlindungan Bagi 77.500 warga dalam hal ini BPJS ketenagakerjaan, pengadaan alat kesehatan untuk memperkuat layanan RSUD di setiap kabupaten kota, intervensi gizi dalam program 1000 hari pertama kehidupan bagi ibu hamil dan balita hingga pembangunan infrastruktur pemerintahan seperti kantor gubernur, kantor DPRP dan kantor MRP yang saat ini on progres.
“Juga ada sejumlah gebrakan lain yang harus kita berikan apresiasi. Karena bagaimanapun provinsi ini baru, maka butuh banyak pembenahan, butuh banyak penyesuaian. Namun secara garis besar kami melihat gairah itu sudah ada, bahwa kita mulai meletakkan dasar pembangunan yang tentu akan terus dikerjakan diwaktu kedepan,” ucap Bosawer.
Namun dibalik sejumlah prestasi yang ada, Bosawer menyebut tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini masih banyak sektor yang belum disentu secara maksimal oleh pemerintah, khususnya di wilayah pedalaman dan pelosok. Masih banyak daerah yang terisolir, belum terkoneksi oleh akses transportasi dan telekomunikasi.
Juga masih banyak daerah yang belum mendapatkan pelayanan secara maksimal dibidang kebutuhan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan bahkan masalah ekonomi hingga kesejahteraan. Ini tentu menjadi pekerjaan besar yang akan dilakukan oleh Gubernur Elisa Kambu dan Wakilnya Ahmad Nausrau bersama seluruh stakeholder yang ada.
“Kita belum bicara janji-janji politik saat kampanye yang hari ini belum dikabulkan oleh pasangan Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau. Padahal masyarakat sementara lagi menunggu. Tentunya hal-hal seperti ini akan menjadi catatan penting sebagai bahan refleksi sekaligus sebagai cemeti bagi gubernur dan wakil gubernur dalam melakoni kerja-kerja pembangunan di tahun-tahun tersisa,” sebut Bosawer.
Disinggung terkait minimnya kemampuan fiskal daerah yang turut terdampak akibat kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, Bosawer menyebut hal itu tentu tidak bisa menjadi alasan. Pasalnya, Provinsi Papua Barat Daya memiliki banyak potensi yang jika dikelola dan dikembangkan dengan baik bisa mendatangkan income yang besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, pemerintah juga harus memiliki kreativitas untuk mendatangkan anggaran yang saat ini ada di kementerian dan lembaga yang ada di pemerintahan pusat. Banyak program-program di kementerian yang bisa diharmonikan dengan rencana pembangunan daerah, sehingga pembangunan tidak hanya bertumpuh pada APBD semata.
“Kita punya sumber daya yang sangat kaya, kita punya potensi pariwisata, perikanan, peternakan, minyak, tambang dan sebagainya. sekarang tinggal bagaimana kreativitas dari seorang gubernur dan wakil gubernur bersama seluruh perangkat yang ada, baik dalam hal mengelola sumber daya yang ada ini maupun dalam hal mengharmonikan program dengan pemerintah pusat agar bisa mendapat support anggaran,” saran Bosawer.
Diakhir penyampaiannya, Bosawer menyebut, tentu dalam menjalankan semua program pembangunan dan pelayanan yang ada, perlu dukungan dan kerjasama dari semua elemen masyarakat yang ada. Ia pun menegaskan pihaknya siap memberikan dukungan untuk semua program yang dilaksanakan gubernur dan wakil gubernur dalam rangka mensejahterakan masyarakat tentunya.















