Example floating
BeritaHome

Pimpin Apel Perdana di Dinas Koperasi dan UKM, Dr. Sellvyana Sangkek Tekankan Masalah Disiplin dan Kerja Tim

0
×

Pimpin Apel Perdana di Dinas Koperasi dan UKM, Dr. Sellvyana Sangkek Tekankan Masalah Disiplin dan Kerja Tim

Sebarkan artikel ini

Sorong, Detikpapua.Net – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si menekankan pentingnya kerjasama tim dan sikap disiplin bagi para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM. Hal ini disampaikan Dr. Sellvyana saat memimpin apel perdana bersama ASN Dina Koperasi dan UKM pada Jumat (13/02/2026).

Dr. Sellvyana mengawali penyampaiannya dengan menyebut bahwa apel pagi tersebut memiliki makna yang sangat penting, bukan sekadar rutinitas kedinasan, tetapi menjadi titik awal kebersamaan setelah proses serah terima jabatan yang telah dilaksanakan secara resmi, tertib, dan bermartabat.

IMG-20260210-WA0021

Ia pun mengajak seluruh insan Dinas Koperasi dan UKM untuk menutup lembaran lama, meninggalkan segala perbedaan, dinamika, dan cerita masa lalu, lalu membuka lembaran baru dengan semangat kebersamaan, keikhlasan, dan komitmen yang sama yakni melayani masyarakat Papua Barat Daya dengan sebaik baiknya.

“Mulai hari ini dan ke depan, kita adalah satu tim. Tidak ada lagi sekat, tidak ada lagi kelompok, dan tidak ada lagi perbedaan kepentingan pribadi. Yang ada hanyalah tugas, tanggung jawab, dan pengabdian kepada daerah dan masyarakat. Saya menyadari sepenuhnya bahwa perubahan kepemimpinan sering kali membawa dinamika emosional. Namun sebagai ASN yang profesional, kita dituntut untukdewasa dalam bersikap, bijak dalam bertindak, dan tenang dalam bekerja,” ujar Dr. Sellvyana.

Ia pun mengajak para ASN untuk membangun suasana kerja yang Kondusif, Damai, Saling menghormati, dan penuh rasa kekeluargaan. Karena hanya dalam suasana kerja yang tenang dan harmonis, ide-ide baik dapat lahir, program dapat berjalan, dan kinerja dapat meningkat.

Lebih jauh ia menekankan, Papua Barat Daya adalah provinsi baru dan termuda yang sedang berada dalam fase membangun fondasi. Setiap langkah hari ini akan menentukan wajah birokrasi dan pelayanan publik Papua Barat Daya di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa Dinas Koperasi dan UKM harus menjadi contoh dalam disiplin, etika kerja, kebersamaan dan contoh dalam profesionalisme.

“Pada kesempatan apel pagi pertama ini, saya ingin menekankan satu hal yang sangat mendasar, namun sering kali kita lupakan, yaitu kedamaian dan kenyamanan dalam bekerja. Kita mungkin memiliki kemampuan yang tinggi, pengetahuan yang baik, dan pengalaman yang panjang. Namun semua itu tidak akan bermakna apabila lingkungan kerja kita dipenuhi dengan ketegangan, prasangka, saling curiga, dan komunikasi yang tidak sehat,” ucap Dr. Sellvyana.

Ia melanjutkan, ASN adalah wajah pemerintah dihadapan masyarakat. Cara ASN berbicara, melayani, bahkan menyelesaikan masalah internal, akan menjadi cerminan dari kualitas birokrasi Papua Barat Daya. Ia kembali menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi perpecahan bukanlah pilihan. Kritik boleh disampaikan, namun harus dengan cara yang santun, beretika, dan membangun. Diskusi harus dihidupkan, tetapi intrik dan konflik harus ditinggalkan.

“Dalam konteks profesionalisme, saya ingin mengingatkan kita semua bahwa ASN bekerja berdasarkan sistem, bukan berdasarkan perasaan. Kita bekerja berdasarkan aturan perundang undangan, tugas pokok dan fungsi serta target kinerja yang jelas dan terukur. Tidak boleh ada pekerjaan yang dilaksanakan karena kedekatan pribadi, dan tidak boleh pula ada pekerjaan yang terhambat karena perbedaan pandangan. Semua harus berjalan secara objektif, transparan, dan bertanggung jawab,” tekan Dr. Sellvyana.

Ia menambahkan, Profesionalisme secara sederhana berarti datang tepat waktu, menyelesaikan tugas tepat sasaran, bertanggung jawab atas amanah yang diberikan, serta berani mengakui kekurangan dan memperbaikinya. Disiplin bukanlah sekadar kewajiban administratif, tetapi fondasi karakter ASN. Apel, kehadiran, laporan kerja, dan kepatuhan terhadap pimpinan adalah bagian dari komitmen sebagai pelayan publik.

Namun lebih dari itu, disiplin juga berarti konsistensi. Konsisten dalam bekerja baik meskipun tidak diawasi. Konsisten dalam menjaga integritas meskipun ada godaan. Konsisten dalam melayani masyarakat dengan sikap yang ramah dan tulus.

“Saya ingin kita semua menyadari bahwa masyarakat tidak hanya menilai hasil kerja kita, tetapi juga cara kita bekerja. Kita semua berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, dengan karakter, pengalaman, dan kepribadian yang tidak sama. Tetapi justru dari perbedaan itulah, kekuatan organisasi dibangun,” pesan Dr. Sellvyana.

Ia juga mengajak seluruh pejabat struktural dan fungsional untuk menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing, bukan hanya memberi perintah, tetapi memberi teladan. Dinas Koperasi dan UKM memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan Papua Barat Daya.

“Kita bukan sekadar mengurus administrasi koperasi dan UKM, tetapi memegang denyut nadi ekonomi rakyat. Sejalan dengan program nasional Koperasi Merah Putih, kita dituntut untuk memperkuat koperasi dan UMKM agar benar-benar menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Dr. Sellvyana.

Di tengah kondisi Papua Barat Daya sebagai provinsi baru, koperasi dan UMKM adalah penopang utama ekonomi lokal, terutama bagi masyarakat kecil, pelaku usaha mikro, serta Orang Asli Papua yang menggantungkan hidupnya pada usaha mandiri dan ekonomi berbasis komunitas. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa setiap program, setiap kegiatan, dan setiap kebijakan yang dirancang harus benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar memenuhi target laporan atau serapan anggaran.

“Ke depan, saya mengharapkan setiap bidang dan seksi di Dinas Koperasi dan UKM dapat bekerja denganrencana yang jelas, indikator kinerja yang terukur, dan pelaporan yang akuntabel. Kita harus berani melakukan evaluasi, berani mengakui kekurangan, dan berani melakukan perbaikan. Karena hanya dengan cara itulah, organisasi kita akan tumbuh dan dipercaya oleh masyarakat serta pimpinan daerah,” tegas Dr. Sellvyana.

Diakhir penyampaiannya ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan hati. Bekerja tidak sekadar untuk menggugurkan kewajiban, tetapi bekerja sebagai bentuk pengabdian. mungkin tidak selalu mendapat pujian, tidak selalu mendapat pengakuan, tetapi setiap kerja baik akan meninggalkan jejak bagi kemajuan Papua Barat Daya.

“Mari kita jaga integritas kita. Jangan biarkan jabatan dan kewenangan menjauhkan kita dari nilai-nilai kejujuran dan kemanusiaan. Karena kepercayaan masyarakat adalah modal utama pemerintah, dan kepercayaan itu hanya bisa dijaga dengan sikap yang lurus dan tanggung jawab yang tinggi. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kinerja, serta membangun sinergi demi kepentingan masyarakat Papua Barat Daya,” pungkasnya.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260210-WA0085