Sorong, Detikpapua.Net – Anggota DPR Papua Barat Daya dari Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) Robert G. Wanma, SE mengajak para sopir truck di Kota Sorong dan sekitarnya untuk terus melakukan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi sembari terus menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif.
Wanma mengimbau kepada para supir truck agar terus menjaga kekompakan dan hubungan baik antar sesama supir serta saling mengingatkan agar tidak terlibat dalam kegiatan penyalahgunaan BBM subsidi. Ia juga mengimbau agar apabila menemukan adanya supir lain atau petugas SPBU yang nakal dan masih “bermain” agar sekiranya tidak langsung main hakim, tetapi cukup didokumentasikan saja dan dilaporkan kepada pihaknya atau kepada pihak berwajib.
“Saya mengimbau kepada saudara-saudara kami para supir truck yang mencari, yang hari ini sudah berjuang bersama-sama dengan kami untuk bisa menghilangkan antrian-antrian yang ada di SPBU supaya bisa menjaga hubungan baik antara supir truck satu dengan yang lain. Kalau ada menemukan teman-teman lain yang dalam tanda kutip mengisi BBM di luar daripada prosedur atau menggunakan mobil-mobil untuk istilahnya dijual kembali silakan mendokumentasikan dan kemudian melaporkan kepada pihak yang berwajib, atau bisa juga melaporkan ke saya sebagai anggota DPR Provinsi untuk kita tindaklanjuti,” ujar Wanma di Sorong, Selasa (10/02/2026).
Ia juga mengingatkan para supir agar saat mengantre BBM di SPBU agar bisa memperhatikan kondisi ruas jalan. Kendaraan yang diparkir tidak boleh terlalu kedalam sehingga tidak menggangu aktivitas kendaraan umum lainnya. Senada ia juga meminta pihak petugas yang mengawasi SPBU agar benar-benar bekerja maksimal dan jujur sehingga tidak ada lagi aktivitas mafia BBM bersubsidi di Kota dan Kabupaten Sorong.
“Saat mengantre BBM tolong parkir kendaraan tidak memakan bahu jalan supaya tidak mengganggu aktivitas kendaraan lain yang bisa menyebabkan kemacetan bahkan kecelakaan. Saya juga memohon dengan hormat petugas mengecek langsung ke setiap SPBU kalau ada kedapatan SPBU yang nakal, izinnya segera dicabut sementara,” tegas Wanma.
Ia kembali menimpali bawasannya aktivitas para sopir dalam mencari rejeki juga tergantung dari situasi Kamtibmas yang ada. Ia pun mengajak para supir agar ikut menjaga situasi Kamtibmas dengan saling menghargai dan menghormati baik dengan sesama supir truk maupun dengan sesama pengendara lainnya.
“Kami mohon juga kepada semua supir truck harus sama-sama bersatu karena kita hidup sama-sama mencari makan. Jadi kalau ada teman-teman lain yang mungkin mengetap, ya kita menegur, kita ambil dokumentasi lalu laporkan kepada yang berwajib, jangan mengambil langkah-langkah sendiri sehingga nanti ada timbul gesekan-gesekan yang tidak kita inginkan bersama. Harapan saya biar situasi ini tetap normal, aktivitas kita lancar, ekonominya meningkat dan kita semua bisa aman dalam menjalani tugas kita masing-masing,” pungkasnya.















