Sorong, Detikpapua.Net – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa IsIam (Badko HMI) Provinsi Papua Barat Daya menggelar acara syukuran dan doa bersama dalam rangka 79 tahun Milad HMI dan menyambut Bulan Suci Ramadhan yang digelar di Panti Asuhan Emeyodere Jalan Victory Kota Sorong, Sabtu (07/02/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si, para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda, para senior dan kader HMI, para mahasiswa serta para penghuni panti asuhan Emeyodere.
Kepala Badan Kesbangpol Dr. Sellvyana Sangkek saat membacakan sambutan tertulis gubernur menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada Badko HMI Papua Barat – Papua Barat Daya beserta seluruh panitia, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kebangsaan yang kuat.

Ia menyebut, kegiatan ini bukan hanya sebuah peringatan hari lahir organisasi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan iman, kemanusiaan dan persaudaraan, terlebih karena dilaksanakan bersama anak-anak panti asuhan sebuah wujud nyata bahwa nilai keagamaan harus selalu hadir dalam tindakan kasih kepada sesama.
Ia mengatakan, HMI hadir untuk menjaga keseimbangan antara keimanan, keilmuan, dan kebangsaan nilai-nilai yang sangat relevan bagi pembangunan Papua Barat Daya ke depan.
“Di tanah Papua Barat Daya yang kita cintai ini, peran HMI menjadi semakin strategis. Mahasiswa dan pemuda Islam tidak hanya dipanggil untuk menjadi insan akademis, tetapi juga penjaga persatuan, penyambung dialog, dan jembatan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Sellvyana.

Sebagai Kepala Badan Kesbangpol ia melihat HMI sebagai mitra penting pemerintah dalam menjaga stabilitas ideologi, politik dan sosial kemasyarakatan. Kader HMI memiliki posisi yang sangat strategis untuk menanamkan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus membumikan nilai-nilai keagamaan yang membawa kedamaian bagi semua.
“Sebentar lagi, saudara-saudari umat Islam akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, pengampunan, dan penguatan spiritual. Bagi umat Islam, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan perjalanan batin untuk memperdalam keimanan, membersihkan hati, serta memperkuat kepedulian sosial,” sebut Dr. Sellvyana.

Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diajarkan dalam Ramadhan sesungguhnya merupakan nilai-nilai universal yang juga dijunjung tinggi oleh seluruh agama dan kepercayaan di Indonesia. Nilai tentang pengendalian diri, kesabaran, kejujuran, kerendahan hati, serta kasih kepada sesama.
Momentum Ramadhan mengajak umat untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia, melakukan refleksi, dan bertanya pada diri sendiri:
· apakah kehadiran kita sudah membawa kebaikan bagi orang lain?
· apakah pikiran, perkataan, dan tindakan kita telah membangun perdamaian di tengah masyarakat?
“Kegiatan syukuran dan refleksi yang dilaksanakan HMI hari ini, terlebih bersama anak-anak panti asuhan, merupakan cerminan nyata bahwa agama harus selalu hadir dalam perbuatan kasih, dalam kepedulian kepada mereka yang membutuhkan, dan dalam membangun harapan bagi masa depan,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menyampaikan, Papua Barat Daya adalah rumah besar bersama. Di atas tanah ini, Tuhan telah mempertemukan seluruh masyarakat dengan beragam latar belakang suku, agama, budaya, dan pandangan hidup. Keberagaman tersebut bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan anugerah yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.
Sebagai daerah otonom baru, Papua Barat Daya membutuhkan fondasi persatuan yang kuat, agar proses pembangunan dapat berjalan dengan damai, adil, dan berkelanjutan.
“Melalui forum yang penuh hikmat ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk HMI dan seluruh organisasi kepemudaan untuk menjadi penjaga kedamaian, penyebar pesan sejuk, sertapenolak segala bentuk kekerasan, intoleransi, dan provokasi,” sebut Dr. Sellvyana.
Ia melanjutkan, kader Himpunan Mahasiswa Islam, dipanggil untuk menjadi teladan dalam berpikir kritis, bersikap dewasa, dan bertindak bijaksana. Kritik terhadap pemerintah adalah bagian dari demokrasi, namun kritik yang membangun harus selalu berlandaskan data, etika, dan semangat cinta daerah.

Papua Barat Daya membutuhkan pemuda yang:
· Mampu menjembatani perbedaan,
· Mengedepankan dialog daripada konflik,
· Menyuarakan kebenaran tanpa mencederai persaudaraan,
· Serta menjadi agen persatuan di tengah masyarakat.
“Saya percaya, HMI memiliki sumber daya kader yang kuat untuk menjadi pelopor perdamaian dan pembangunan manusiadi Papua Barat Daya baik melalui pendidikan, pengabdian masyarakat, maupun penguatan nilai kebangsaan,” kata Dr. Sellvyana.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sebut dia, menyadari sepenuhnya bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusia, memperkuat persatuan, dan menjaga rasa keadilan di tengah masyarakat.
Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, pihaknya berkomitmen untuk:
· Menjagakeutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,
· Melindungikebebasan beragama dan berkeyakinan,
· Memfasilitasi dialog antarumat dan antarkelompok,
· Serta memastikan ruang partisipasi yang sehat bagi pemuda dan organisasi kemasyarakatan.
“Kami membuka diri terhadap masukan, gagasan, dan kritik yang membangun dari seluruh elemen masyarakat, termasuk HMI. Dalam semangat itu, saya mengajak HMI untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah, sekaligus menjadi suara nurani yang menjaga agar pembangunan tetap berpihak pada nilai kemanusiaan dan keadilan sosial,” pungkasnya.
















