Sorong, Detikpapua.Net – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos mengajak seluruh kader Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) untuk ikut bersinergi dalam membangun Papua Barat Daya melalui semangat kebersamaan dan pelayanan.
Hal ini disampaikan Gubernur Elisa melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si sebagai perwakilannya saat membuka acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I dan Pelantikan Pengurus DPD GAMKI Papua Barat Daya periode 2025-2028 di Hotel Saiful Mubarak, Kota Sorong, Minggu (01/02/2026).

Membacakan sambutan tertulis gubernur, Kepala Badan Kesbangpol Dr. Sellvyana Sangkek mengatakan, Pelantikan Dewan Pengurus Daerah GAMKI Provinsi Papua Barat Daya dan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah I ini merupakan sebuah momentum penting dan bersejarah. Ini bukan hanya peneguhan struktur organisasi, tetapi juga peneguhan panggilan pelayanan pemuda Kristen untuk ikut bertanggung jawab atas masa depan Papua Barat Daya.
Ia mengatakan, Papua Barat Daya adalah provinsi yang masih muda, tetapi memiliki kekayaan yang sangat besar, baik kekayaan alam, budaya, maupun kekayaan manusia. Di tanah ini hidup berbagai suku, bahasa, adat istiadat dan latar belakang keimanan. Keberagaman ini bukanlah kelemahan, melainkan anugerah Tuhan yang harus dirawat bersama.

“Membangun Papua Barat Daya tidak cukup hanya dengan kebijakan dan anggaran. Pembangunan sejati.harus berangkat dari hati yang damai, relasi yang sehat, serta semangat gotong royong. Oleh karena itu, peran organisasi kepemudaan seperti GAMKI menjadi sangat strategis dalam merawat persatuan, menumbuhkan toleransi, dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat,” ujar Dr. Sellvyana.
Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia, lanjut dia, memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa ini. GAMKI telah melahirkan banyak pemimpin, pelayan gereja, dan kader bangsa yang berkontribusi nyata bagi Indonesia. Ia mengaku percaya, di Papua Barat Daya, GAMKI dipanggil untuk melanjutkan tradisi pelayanan itu dengan konteks dan tantangan zaman yang baru.

“Pemuda Kristen hari ini tidak boleh hanya menjadi penonton dari perubahan, tetapi harus menjadi pelaku
perubahan. Pemuda Kristen tidak boleh apatis, tetapi harus kritis dan solutif. Pemuda Kristen tidak boleh terjebak dalam kepentingan sempit, tetapi harus berdiri untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan masyarakat dan masa depan daerah,” pesan Dr. Sellvyana.
Lebih jauh ia menekankan, Tema “Pulihkan Bangsa Kami” yang diambil dari Mazmur 80 merupakan sebuah doa sekaligus seruan profetik. Mazmur ini menggambarkan kerinduan umat kepada Tuhan akan pemulihan, pemulihan atas tanah yang terluka, atas bangsa yang letih karena pergumulan, serta atas kehidupan yang rapuh dan membutuhkan pengharapan baru.

Ia menyebut, dalam konteks Papua Barat Daya, pemulihan yang dirindukan tidak hanya sebatas pemulihan fisik dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemulihan sosial dan spiritual. Pemulihan relasi antar sesama anak bangsa, pemulihan kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah, pemulihan harapan generasi muda, serta pemulihan martabat manusia Papua sebagai ciptaan Tuhan yang mulia.
“Pemuda Kristen melalui Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia diharapkan dapat menjadi alat pemulihan tersebut hadir untuk menguatkan yang lemah, mendampingi mereka yang terpinggirkan, menyuarakan keadilan dengan kasih, serta menjadi jembatan perdamaian di tengah keberagaman dan perbedaan yang ada,” ucap Dr. Sellvyana.

Sementara, Subtema “Mewujudkan Kepemimpinan Pemuda Kristen” menegaskan bahwa masa depan Papua Barat Daya sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan generasi mudanya. Kepemimpinan yang dibutuhkan bukanlah kepemimpinan yang berorientasi pada kekuasaan, melainkan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan.
Pemimpin Kristen, tegas dia adalah mereka yang berani berdiri di garis depan untuk melindungi kepentingan masyarakat, tetapi juga mau berdiri paling belakang untuk memberi ruang bagi orang lain bertumbuh. Kepemimpinan seperti inilah yang akan membawa kedamaian, keadilan, dan keberlanjutan pembangunan di Papua Barat Daya.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memandang GAMKI sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Pihaknya membuka ruang dialog, kolaborasi, dan kerja bersama. Pemerintah membutuhkan suara kritis yang membangun, ide-ide segar, serta keterlibatan aktif pemuda dalam berbagai sektor pendidikan, ekonomi
kreatif, sosial kemasyarakatan, hingga penguatan nilai kebangsaan.

“Saya mendorong agar Rapat Kerja Daerah I ini menghasilkan program-program yang realistis, berdampak, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, khususnya generasi muda Papua Barat Daya. Akhir kata, marilah kita terus bergandengan tangan, melangkah bersama, dan membangun Papua Barat Daya dengan semangat kasih, persaudaraan, dan damai sejahtera,” tutup Dr. Sellvyana.














