Example floating
BeritaDaerahHomeKabar PapuaPapua Barat DayaPemerintahanPeristiwaSosial & Budaya

Forum KSR PMKRI Jadi Momentum Perumusan Isu Strategis di Papua Barat Daya

0
×

Forum KSR PMKRI Jadi Momentum Perumusan Isu Strategis di Papua Barat Daya

Sebarkan artikel ini

“Peran anak muda sangat penting. Kami panggil PMKRI untuk membangun bangsa ini, membangun Tanah Papua dan membangun Papua Barat Daya” Elisa Kambu, S.Sos (Gubernur Papua Barat Daya)

Sorong, Detikpapua.Net – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komda Regio Papua Barat Daya, menggelar kegiatan Konferensi Studi Regional (KSR) tingkat regional Papua Barat Daya, yang dipusatkan di Hotel Darefan Kota Sorong, 27-29 Januari 2026.

Kegiatan dengan Thema “Papua Baru Dalam Bingkai Peradaban Baru” itu resmi dibuka pada Selasa (27/01/2026) oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos didampingi Ketua Presidium PMKRI Pusat Susana Florika Marianti Kandaimu, serta Komda PMKRI Regio Papua Barat Daya Yance Yesnath.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos didampingi Ketua Presidium PMKRI Susana Florika Marianti Kandaimu bersama Komda PMKRI Regio Papua Barat Daya Yance Yesnath, Pastor Moderator Emanuel Tenau, Pr, Kepala Kesbangpol Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si dan pengurus cabang PMKRI se-Papua Barat Daya bersama-sama memukul tifa pertanda dibukanya kegiatan KSR PMKRI Komda Regio Papua Barat Daya di Darefan Hotel, Kota Sorong, Selasa (27/01/2026). Foto/Yohanes Sole

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pastor Moderator Emanuel Tenau, Pr, Kepala Badan Kesbangpol PBD Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si, para ketua dan pengurus cabang PMKRI dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan, serta puluhan peserta dari pengurus Komda dan Cabang PMKRI se-Papua Barat Daya.

Komda PMKRI Regio Papua Barat Daya Yance Yesnath menjelaskan, KSR bertujuan untuk membahas isu-isu krusial, isu demografi, pembangunan daerah dan merumuskan sikap organisasi di tingkat wilayah regio. KSR merupakan program pengurus pusat PMKRI yang dilaksanakan regio, untuk membahas isu strategis di daerah untuk kemudian direkomendasikan kepada pemerintah daerah sekaligus didorong dalam forum KSN ( Konferensi Studi Nasional) di tingkat nasional.

Ia mengaku sangat mengapresiasi dukungan dari pengurus pusat PMKRI, juga pemerintah daerah baik gubernur maupun bupati dan walikota sehingga kegiatan tersebut bisa terselenggara dengan baik. Ia pun berharap agar isu-isu strategis yang dirumuskan dalam forum tersebut bisa diterima oleh pemerintah untuk menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan demi kemajuan pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya.

“Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah khususnya bapak gubernur dan pengurus pusat PMKRI yang telah mendukung kegiatan ini. Tentunya forum ini sangat penting dalam merumuskan isu-isu strategis daerah untuk menjadi referensi dan rujukan bagi pemerintah daerah dalam meramu kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak kepada rakyat,” ujar Yance.

Hal senada disampaikan Ketua Presidium PMKRI Pusat Susana Florika Marianti Kandaimu, yang mengaku sangat bersyukur forum tersebut bisa mempertemukan pemerintah dengan pemuda. Ia pun mengajak seluruh insan PMKRI untuk mendukung kebijakan dan kerja-kerja pemerintah khususnya gubenur Elisa Kambu bersama jajaran hingga bupati walikota di Papua Barat Daya.

Pada kesempatan itu, Susana menyampaikan pesan yang cukup membakar semangat, bawasannya pemuda dan tanah Papua hanya bisa dibanguni dengan optimistisme. Baginya semangat optimisme harus terpatri di setiap benak orang Papua, bahwa dirinya bisa, bahwa dirinya mampu untuk mengadirkan banyak kebaikan di tanah ini bahkan di negara ini. Para mahasiswa diajak untuk bisa membenahi diri, mempersiapkan diri dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan di Papua Barat Daya, Tanah Papua bahkan Indonesia.

“Hidup itu harus optimis, jangan pesimis. Kalau optimis maka akan muncul solusi, tetapi kalau pesimis akan muncul banyak masalah. Kita harus optimis tentang masa depan tanah Papua. Pakai intelektualitas kita untuk membangun Papua. Kritik ke pemerintah silahkan tapi harus ada solusi dan aksi nyata yang ditawarkan. Kita tidak lagi sekedar agen perubahan, tapi penentu masa depan bangsa. Tingkatkan sofskill kita, supaya kita eksis. Kita tidak bisa menyalahkan siapapun, hal yang kita lakukan adalah mari kita siapkan diri dan kita harus bersaing,” ucap Susana.

Ia pun menyampaikan beberapa rekomendasi yang ditawarkan Pengurus Pusat PMKRI kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya diantaranya perlu penataan tata kelolah pemerintahan yang berkeadilan, transparan dan akuntabilitas serta keberpihakan nyata bagi OAP (orang asli Papua) khususnya dalam bidang Pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan.

Ia juga menegaskan bawasannya pembangunan SDM OAP menjadi kunci utama untuk menyiapkan generasi Papua yang berkualitas. Selain itu perlu adanya penguatan ekonomi lokal berbasis rakyat, dialog yang kolaborasi berkelanjutan, antara pemerintah, masyarakat adat, kampus, gereja dan pemuda untuk berpartisipasi dalam pembangunan PBD.

Ia pun menyinggung terkait maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di tanah Papua, bahkan baru-baru ini salah satu kader PMKRI harus meregang nyawa akibat kekejaman dan ketidakadilan yang terus terjadi di tanah ini. Ia berharap kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

“Saya mengecam keras tindakan yang dilakukan pada perempuan Papua, saya sangat mengharap ini tidak terjadi lagi untuk perempuan Papua. Karena perempuanlah yang melahirkan peradaban Papua. Bapak gubernur mari kita berikan ruang yang nyaman bagi Papua, ketika perempuan papua sejahtera pendidikan nyaman dia akan melahirkan generasi papua yang cerdas. Saya juga meminta kepada saudara laki-laki yang ada harus lindungi perempuan, siapapun dia, dari manapun dia, berikan perlindungan kepada perempuan,” pesan Susana dengan terbata-bata menahan tangis.

Sementara, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos dalam sambutannya mengajak seluruh kader PMKRI untuk turut memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan di Papua Barat Daya. Ia pun menegaskan pihaknya tidak anti kritik. Pihaknya, menerima semua masukan, saran bahkan kritikan yang disampaikan para mahasiswa, asalkan disampaikan secara konstruktif, bijak dan bermartabat.

Ia pun mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang ia sebut sebagai forum bermartabat tersebut. Baginya, kegiatan tersebut tidak hanya sebagai forum ekprektif dalam rangka penentuan arah kebijakan organisasi internal PMKRI, tetapi telah menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan refrensi sebagai acuan bahkan rambu-rambu dalam meramu setiap kebijakan.

“Peran anak muda sangat penting. Kami panggil PMKRI untuk membangun bangsa ini, membangun Tanah Papua dan membangun Papua Barat Daya. Forum ini sangat bermanfaat, bermartabat dan baik. Melalui forum inilah PMKRI akan merumuskan sejumlah rekomendasi yang tentu menjadi rambu-rambu bagi kami untuk meramu kebijakan dalam rangka pembangunan di tanah ini. Koreksi silahkan, tapi disampaikan secara bermartabat,” pesan Gubernur Elisa Kambu.

Penulis: Yohanes SoleEditor: Yohanes Kossay
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *