Example floating
BeritaHomeLingkunganPapua PegununganPendidikanPeristiwaSosial & Budaya

Pemalangan SMA Negeri Unggulan Lapago Dibuka, Klen Kosi Tarik Kembali Tanah Sisa 1 Hektare

4
×

Pemalangan SMA Negeri Unggulan Lapago Dibuka, Klen Kosi Tarik Kembali Tanah Sisa 1 Hektare

Sebarkan artikel ini

WAMENA, DetikPapuaNet– Pemalangan SMA Negeri Unggulan Lapago oleh Klen Kosi Kampung Likino, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, akhirnya dibuka setelah berlangsung hampir satu pekan. Pembukaan akses sekolah dilakukan demi kelangsungan proses belajar-mengajar bagi para siswa di wilayah Lapago. Rabu (14/1/2026).

Klen Kosi, saat membuka Akses keluar masuk Sekolah SMA Negeri Unggulan Lapago. Rabu, (14/01/2026). Foto/Yohanes Kossay.

Perwakilan Klen Kosi, Andreas Kossay, mengatakan pemalangan dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidaktransparanan pengelolaan dana sisa pembayaran Tanah sekolah yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal antara pemilik hak ulayat dan tim pelaksana.

Perwakilan Klen Kosi, Andreas Kossay, saat menjelaskan tujuan pemalangan SMA Negeri Unggulan Lapago. Rabu, (14/01/2026). Foto/Yohanes Kossay.

“Kami sudah sepakat sejak awal soal transparansi dana sisa, tetapi dalam pelaksanaannya transaksi dilakukan terburu-buru dan di luar kesepakatan. Itu yang membuat kami melakukan pemalangan,” ujar Andreas kepada DetikPapuaNet.

Ia menegaskan, lahan SMA Negeri Unggulan Lapago merupakan tanah adat milik empat klen, yakni dua klen dari Marga Huby dan dua klen dari Marga Kosi. Namun, terdapat dugaan pihak tertentu berupaya mengambil keuntungan dengan mengusulkan bonus tanah atau tanah gratis tanpa persetujuan pemilik hak ulayat.

Atas kondisi tersebut, Klen Kosi menyatakan menarik kembali tanah sisa seluas lebih dari satu hektare yang sebelumnya diberikan sebagai tanah bonus. Klen Kosi juga menegaskan tidak terlibat dan tidak bertanggung jawab atas dana sisa yang telah dicairkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Akses Jembatan penyeberangan ke kampung Likino yang sebelumnya terputus telah diperbaiki kembali. Rabu,(14/01/2025). Foto/Yohanes Kossay.

Meski demikian, demi kepentingan pendidikan anak-anak, Klen Kosi memutuskan membuka kembali akses sekolah dan jembatan agar aktivitas belajar-mengajar kembali berjalan normal. Mereka juga menyatakan tidak akan melakukan pemalangan lagi ke depan.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri Unggulan Lapago, Denius Kogoya, S.Pd, M.Pd., mengapresiasi keputusan masyarakat adat yang telah membuka kembali akses pendidikan. Ia menyebut hampir satu minggu terhentinya aktivitas belajar berdampak pada kondisi psikologis siswa.

Kepala Sekolah SMA Negeri Unggulan Lapago, Denius Kogoya, S.Pd, M.Pd., saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Klen Kosi yang telah membuka Akses Sekolah yang sebelumnya ditutup. Rabu, (14/01/2026). Foto/Yohanes Kossay.

“Kami berterima kasih kepada seluruh klen dan masyarakat adat. Sekolah ini sangat penting bagi masa depan anak-anak. SMA Negeri Unggulan Lapago dibangun bukan hanya untuk Jayawijaya, tetapi untuk delapan kabupaten di wilayah Lapago,” ujarnya.

Pihak sekolah berharap ke depan komunikasi antara pemerintah, tim pelaksana, dan klen pemilik hak ulayat dapat berjalan lebih baik, serta pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan adil agar konflik serupa tidak terulang.

Penulis: Yohanes Kossay Editor: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *