Example floating
Home

Lantik Pengurus FM-PPBD, Gubernur Elisa Minta Mahasiswa Jadi Pengkritik yang Solutif

182
×

Lantik Pengurus FM-PPBD, Gubernur Elisa Minta Mahasiswa Jadi Pengkritik yang Solutif

Sebarkan artikel ini

“Maka, saya berharap Forum Mahasiswa dapat berperan sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah. Kritik boleh, bahkan wajib, tapi jadilah kritikus yang adil, solutif, dan cerdas. Jangan hanya menjadi penonton atau pengamat, jadilah pemain dalam panggung pembangunan ini” Elisa Kambu, S.Sos (Gubernur Papua Barat Daya)

Sorong, Detikpapua.Net – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos melantik pengurus Forum Mahasiswa Provinsi Papua Barat Daya (FM-PPBD) periode 2025-2027 di Aula Maranatha Kota Sorong, Kamis (19/06/2025). Hadir mendampingi gubernur, Kepala Badan Kesbangpol dan Kadis Pendidikan serta Pejabat Pimpinan Tinggi di Lingkungan Pemprov Papua Barat Daya.

IMG-20260210-WA0021

Diawal sambutannya, gubernur mengajak para hadirin untuk menaikan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas izin dan rahmat-Nya, acara pelantikan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos saat melantik Pengurus Forum Mahasiswa Provinsi Papua Barat Daya (FP-PPBD) di Aula Maranatha, Kota Sorong, Kamis (19/06/2025). Foto/Yohanes Sole

Gubernur menyebut momen tersebut bukan sekadar seremonial pelantikan, tetapi tonggak sejarah lahirnya kembali semangat perjuangan kaum muda di tanah Papua Barat Daya.

“Saudara-saudara adalah wajah masa depan daerah ini. Dan saya, sebagai Gubernur, berdiri di sini bukan hanya untuk menyampaikan sambutan, tetapi untuk menyampaikan harapan dan kepercayaan rakyat Papua Barat Daya kepada kalian semua” ujar gubernur.

Ia kembali menegaskan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan (agent of change). Mahasiswa bukan hanya generasi penerus, tetapi juga generasi penggerak. Ketika pemuda bersatu dan menyatukan visi dengan rakyatnya, maka sejarah akan mencatat hadirnya sebuah gerakan besar yang membawa perubahan.

Dalam konteks Papua Barat Daya, lanjut gubernur, mahasiswa adalah harapan bagi pembangunan daerah agar benar-benar berpihak kepada rakyat, kepada adat, kepada budaya, dan kepada kemajuan yang berkeadilan.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos (tengah) didampingi Kaban Kesbangpol dan Kadis Pendidikan Papua Barat Daya saat menghadiri pelantikan FM-PPBD, di Aula Maranatha Kota Sorong, Kamis (19/06/2025). Foto/Yohanes Sole

“Saya ingin mengingatkan, bahwa di balik nama besar “Forum Mahasiswa Papua Barat Daya”, tersimpan tanggung jawab moral yang besar. Tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan, merawat keberagaman, menjunjung tinggi etika akademik, serta menjadi penjaga suara-suara yang terpinggirkan,” ucap gubernur.

“Saudara-saudara harus mampu berdiri tegak di tengah tantangan zaman, dengan idealisme yang menyala, dan dengan kaki yang tetap berpijak di bumi Papua,” tambah gubernur.

Lebih jauh ia menegaskan, kita hidup di era yang penuh tantangan. Dunia digital berkembang pesat, arus informasi begitu cepat dan perubahan terjadi di segala lini. Namun ia meningatkan, tantangan selalu datang beriringan dengan peluang. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan era ini sebagai momentum untuk memperluas wawasan, memperkuat kapasitas, dan membangun jejaring kolaborasi lintas sektor.

“Papua Barat Daya masih muda sebagai provinsi, dan kita semua sedang menyusun fondasi untuk generasi mendatang. Maka, saya berharap Forum Mahasiswa dapat berperan sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah. Kritik boleh, bahkan wajib, tapi jadilah kritikus yang adil, solutif, dan cerdas. Jangan hanya menjadi penonton atau pengamat, jadilah pemain dalam panggung pembangunan ini,” pesan gubernur.

Ia juga berharap forum tersebut mampu menjembatani suara mahasiswa dengan pemerintah. Membantu Pemda mendengar denyut aspirasi anak muda. Bantu merancang kebijakan yang lebih berpihak pada pendidikan, kewirausahaan, lingkungan hidup, kesehatan mental, serta perlindungan terhadap budaya dan hak-hak masyarakat adat.

Kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa, sebut gubernur, adalah latihan awal untuk menjadi pemimpin bangsa. Tapi perlu diingat menjadi pemimpin bukan soal jabatan, melainkan soal tanggung jawab. Bukan soal pengaruh, melainkan pengabdian.

“Maka saya berpesan, jalankanlah amanah ini dengan penuh integritas. Jauhkan ego, hilangkan sektarianisme dan bangunlah budaya organisasi yang sehat. Libatkan semua potensi mahasiswa, ajak mereka untuk berkegiatan, berdiskusi, dan berbuat nyata di tengah masyarakat,” harap gubernur.

Sementara Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si yang diwawancarai awak media berkenaan dengan pelantikan tersebut menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada panitia pelaksana atas undangan yang diberikan, serta atas kerja kerasnya dalam menyiapkan acara tersebut dengan baik.

Sellvy juga menyebut acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik tolak baru bagi regenerasi kepemimpinan mahasiswa Papua Barat Daya untuk dua tahun ke depan.

Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si

“Sejarah mencatat bahwa mahasiswa adalah kekuatan moral, kekuatan intelektual dan kekuatan sosial yang senantiasa memainkan peran penting dalam perjalanan bangsa. Di era modern ini, peran tersebut semakin vital dalam menjawab tantangan zaman: kemajuan teknologi, disrupsi global, perubahan iklim, ketimpangan sosial serta tuntutan percepatan pembangunan daerah,” ujar Sellvy.

Khususnya di Provinsi Papua Barat Daya sebagai provinsi baru, Sellvy menyebut, kehadiran mahasiswa sebagai generasi terdidik sangat dibutuhkan dalam menyusun masa depan yang lebih baik, adil dan berkelanjutan. Mahasiswa Papua Barat Daya harus menjadi pelopor dalam menciptakan ruang-ruang dialog, dalam menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah, serta dalam mengawal proses pembangunan secara kritis namun konstruktif.

“Sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, saya ingin menegaskan bahwa pembangunan Papua Barat Daya tidak hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kesadaran, karakter dan nilai kebangsaan. Ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif generasi muda, khususnya mahasiswa,” sebut Sellvy.

Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota FM-PPBD untuk melaksanakan sejumlah hal penting. Pertama, membangun mentalitas kepemimpinan yang berintegritas. Jangan hanya terpaku pada jabatan, tetapi jadilah pemimpin yang memiliki nurani dan tanggung jawab moral terhadap rakyat dan daerah.

Kedua, menjaga persatuan di tengah perbedaan. Forum ini adalah rumah besar semua mahasiswa Papua Barat Daya, dari berbagai latar belakang. Beda suku, beda pendapat, beda strategi boleh, tetapi arah tujuan kita harus satu: membangun Papua Barat Daya yang aman, damai, cerdas, dan bermartabat.

Ketiga, menggunakan forum ini sebagai wadah kaderisasi dan pembinaan pemimpin muda. Tanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan cinta tanah air. Tidak cukup hanya kritis, tapi juga harus mampu memberi solusi.

“Keempat, bersinergi dengan pemerintah. Kami di pemerintahan tidak anti kritik. Justru kami butuh suara mahasiswa untuk menjadi mitra dalam menciptakan kebijakan yang adil dan berpihak pada masyarakat kecil,” sebut Sellvy.

Lebih jauh ia menyebut, para mahasiswa yang dilantik sejatihnya telah menerima amanah dari rekan-rekan mahasiswa. Ini bukan hadiah, tetapi tanggung jawab. Maka bangunlah komunikasi dan kolaborasi yang baik, baik secara internal maupun eksternal dan jngan membiarkan forum ini hanya aktif saat pelantikan dan seminar, lalu hilang dalam dinamika organisasi.

“Saya secara pribadi dan institusi Kesbangpol secara kelembagaan, memberikan dukungan penuh terhadap program-program mahasiswa yang bersifat positif, edukatif dan membangun. Kami terbuka untuk bekerja sama, berdiskusi dan mendampingi forum ini sebagai bagian dari mitra strategis pemerintah daerah,” tegas Sellvy.

“Akhir kata, saya mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pengurus FM-PPBD periode 2025–2027. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab, integritas dan semangat perubahan. Mari kita sama-sama buktikan bahwa mahasiswa Papua Barat Daya adalah garda terdepan dalam menciptakan masa depan daerah yang lebih cerah dan lebih bermartabat. Mari kita kobarkan semangat: “Dari Sorong untuk Indonesia, dari mahasiswa untuk Papua Barat Daya!” pungkasnya.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260210-WA0085