Example floating
Home

Wakili Gubernur di Acara Sannipata Waisak, Kaban Kesbangpol Dr. Sellvyana Sangkek: Teruslah Menjadi Penebar Metta dan Karuna

63
×

Wakili Gubernur di Acara Sannipata Waisak, Kaban Kesbangpol Dr. Sellvyana Sangkek: Teruslah Menjadi Penebar Metta dan Karuna

Sebarkan artikel ini

“Dalam semangat toleransi dan kasih antar umat beragama, saya meyakini bahwa perbedaan bukan untuk dibenturkan, tetapi untuk dirangkul dan disinari. Selamat Hari Raya Trisuci Waisak 2569 TB/ 2025M. Semoga Cahaya Kebijaksanaan Sang Buddha senantiasa menyinari kehidupan kita semua” Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si

Sorong, Detikpapua.Net – Hari Raya Waisak, yang dirayakan setiap tahun oleh umat Buddha di seluruh dunia, bukan hanya memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama (Kelahiran, pencerahan dan wafatnya) tetapi juga memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan bermasyarakat.

IMG-20260210-WA0021
Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si mewakili gubernur saat menyampaikan sambutan dalam acara Sannitapa Waisak 2569 TB/ 2025 M yang digelar di Vega Hotel Sorong, Sabtu (24/05/2025). Foto/Yohanes Sole

Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, Waisak menjadi momen refleksi dan introspeksi bagi umat Buddha untuk mengamalkan ajaran Buddha Gautama dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai luhur seperti kedamaian, kasih sayang, moralitas, dan introspeksi yang ditekankan dalam ajaran Buddha Gautama, jika diterapkan dengan sepenuh hati, dapat membawa perubahan positif bagi kehidupan individu dan masyarakat secara keseluruhan.

Gubernur Papua Barat Daya Drs. Elisa Kambu, S.Sos melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si mengatakan Hari Raya Trisuci (Sannipāta) Waisak bukan hanya momen sejarah keagamaan, tetapi juga mengandung makna spiritual universal, bahwa hidup ini adalah perjalanan untuk menjadi manusia yang lebih sadar, lebih bijak, dan lebih welas asih terhadap sesama makhluk.

Sellvyana memyoroti tema dalam kegiatan tersebut yakni ‘Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia’. Menurutnya, tema ini menekankan nilai-nilai Buddhis seperti sīla (moralitas), samādhi (konsentrasi), dan paññā (kebijaksanaan) sebagai fondasi dalam menciptakan dunia yang lebih damai di tengah tantangan global seperti konflik, ketegangan sosial, dan krisis lingkungan.

“Sebagai seorang Kristiani, saya sangat menghargai nilai-nilai luhur yang diajarkan Sang Buddha. Ajaran tentang pembebasan dari penderitaan melalui jalan tengah, pengendalian diri, kesabaran, dan cinta kasih universal merupakan nilai-nilai yang juga kami junjung tinggi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat,” ujar Sellvyana membacakan sambutan tertulis gubernur.

Ia pun menyampaikan intuisinya, bahwa meskipun kita berbeda dalam jalan keimanan, namun tujuan kita sama yakni hidup dalam kebenaran, mencintai sesama, dan menjaga harmoni dengan alam semesta. Papua Barat Daya, lanjut Sellvyana adalah tanah baru yang sedang dibangun bersama, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara kultural, moral, dan spiritual.

“Sebagai provinsi termuda di Indonesia, tantangan kita memang besar. Tetapi harapan dan peluang kita juga tak kalah besar. Karena itu, kami di Kesbangpol percaya bahwa peran umat beragama termasuk umat Buddha sangat penting dan strategis dalam menjaga kedamaian, memelihara toleransi, serta membangun fondasi kehidupan bermasyarakat yang damai dan berkeadaban,” sebut Sellvyana.

Lebih jauh Sellvyana menyebut, umat Buddha di Papua Barat Daya telah menjadi bagian dari simpul kerukunan dan kebersamaan di daerah ini. Kehadiran Bhikkhu Sangha, vihara-vihara, kegiatan sosial, meditasi terbuka, hingga aksi kemanusiaan semuanya adalah bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

Dalam situasi dunia yang hari ini dipenuhi oleh banyak kegaduhan perang, bencana, konflik sosial, degradasi moral, hoaks, dan intoleransi semua dipanggil untuk menjadi penyala lilin Dharma, diam namun menerangi. Lemah lembut, namun kokoh. Tidak memaksa, tapi membimbing.

“Saya percaya bahwa umat Buddha dan kita semua bisa menjadi bagian dari solusi. Dari lingkup terkecil keluarga, tempat kerja, tempat ibadah, sampai ruang publik, kita bisa menjadi penebar metta (cinta kasih) dan karuna (kasih sayang),” harap Sellvyana.

Ia melanjutkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus mendorong nilai-nilai moderasi beragama, dialog lintas iman, dan kolaborasi semua umat beragama. Dirinya percaya, nilai-nilai luhur Trisuci Waisak sangat sejalan dengan semangat kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika, gotong royong, dan persatuan.

“Dalam semangat toleransi dan kasih antar umat beragama, saya meyakini bahwa perbedaan bukan untuk dibenturkan, tetapi untuk dirangkul dan disinari. Selamat Hari Raya Trisuci Waisak2569 TB/ 2025M. Semoga Cahaya Kebijaksanaan Sang Buddha senantiasa menyinari kehidupan kita semua. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” pungkasnya.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Biru-dan-Putih-Modern-Ucapan-Selamat-Menunaikan-Ibadah-Puasa-Instagram-Post-20260221-033120-0000