Example floating
BeritaDaerahHomePapua PegununganPemerintahanSosial & Budaya

Kongres Baptis Papua Ke–IX Di Tiom Resmi Dibuka: Gereja Bersatu Menuai Ladang Pelayanan

32
×

Kongres Baptis Papua Ke–IX Di Tiom Resmi Dibuka: Gereja Bersatu Menuai Ladang Pelayanan

Sebarkan artikel ini

“Kongres ini adalah milik kita semua. Melalui kongres ini kita ingin memastikan bahwa pelayanan gereja Baptis Papua semakin maju, relevan, dan memberi dampak nyata bagi umat dan masyarakat luas,” Pdt. Ronny Wanimbo, S.Th. (Ketua Umum BPP PGBP).

TIOM, DetikpapuaNet—Ibadah Pembukaan Kongres Baptis Papua ke IX Tahun 2025 resmi digelar di Tiom dalam suasana penuh hikmat, persaudaraan, dan sukacita rohani. Dengan mengusung Tema: “Lihatlah sekelilingmu, Ladang sudah menguning untuk dituai” serta Sub Tema: “Melalui Kongres IX Umat Baptis meningkatkan pelayanan ke dalam dan keluar”, momentum penting ini menjadi ajang penyegaran rohani dan konsolidasi pelayanan bagi umat Baptis se-Tanah Papua. Selasa, (09/12/2025)

IMG-20260210-WA0021
Gubernur Provinsi Papua Pegunungan yang di wakili Sekda Drs. Wasuok D. Siep, Bupati Kabupaten Lany Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd., Ketua Umum BPP PGBP Pdt. Ronny Wanimbo, S.Th., Kapolres Lany Jaya, beserta Panitia saat menekan tombol sirene pertanda kegiatan Kongres ke-IX telah dibuka. Selasa, (09/12/2025). Foto/Yohanes Kossay.

Acara pembukaan dihadiri oleh utusan dari berbagai wilayah, para pendeta, pimpinan gereja, tokoh masyarakat, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Lany Jaya serta jemaat lokal yang memenuhi Halaman Aula Rev Norman Draper Wilayah Tiom. Pujian dan penyembahan mengawali rangkaian acara, disusul penyampaian firman yang meneguhkan umat akan pentingnya pelayanan yang setia, komitmen bersama, dan kerja gereja di tengah tantangan zaman.

Ketua Panitia Kongres Alpius Yigibalom, S.H, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mendukung persiapan dan penyelenggaraan acara ini. Ia mengapresiasi panitia lokal, jemaat, pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, serta seluruh peserta dari berbagai daerah. Ketua panitia menegaskan bahwa Kongres IX menjadi ruang penting untuk mengevaluasi pelayanan, memperbarui arah organisasi, dan melahirkan program-program strategis bagi gereja Baptis ke depan.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Pelayan Pusat (BPP) PGBP, Pdt. Ronny Wanimbo, S.Th., dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh jemaat, para pemimpin gereja, utusan kongres, dan pemerintah atas dukungan penuh yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kehadiran seluruh peserta menunjukkan bahwa gereja Baptis tetap kuat, bersatu, dan siap menjawab kebutuhan pelayanan masa kini.
Rony Wanimbo mengajak semua utusan untuk berperan aktif, membawa gagasan yang membangun, serta menjaga semangat persaudaraan sebagai tubuh Kristus.

“Kongres ini adalah milik kita semua. Melalui kongres ini kita ingin memastikan bahwa pelayanan gereja Baptis Papua semakin maju, relevan, dan memberi dampak nyata bagi umat dan masyarakat luas,” ujarnya.

Dari unsur pemerintah, Sekda Provinsi Papua Pegunungan Drs. Wasuok Demianus Siep hadir mewakili Gubernur dan menyampaikan salam hormat kepada pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, perwakilan Baptist Mission Australia (BMA), pemerintah daerah, serta seluruh jemaat. Sekda menjelaskan bahwa Gubernur tidak dapat hadir karena tugas kedinasan di Jakarta, namun menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap penyelenggaraan Kongres ke-IX ini.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa Kongres Baptis Papua adalah momentum penting untuk memperkuat perjalanan iman, memperbarui arah pelayanan, serta meneguhkan komitmen gereja dalam menjawab tantangan zaman. Gereja Baptis Papua, yang memiliki sejarah panjang dalam pendidikan, kesehatan, dan pembinaan generasi muda, disebut sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang bermoral, beretika, dan sejahtera.

Gubernur berharap Kongres IX melahirkan keputusan strategis, pembaruan pelayanan, serta penguatan kerja gereja yang relevan dengan kebutuhan sosial, ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia Papua Pegunungan. Sekda juga mengajak seluruh peserta kongres untuk menjaga persatuan, memperkuat hubungan antar gereja, serta tetap menjadi terang dan garam bagi masyarakat.

Pada momen penting pembukaan ini, turut dilakukan penandatanganan MOU perjanjian kemitraan antara Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP) dan Baptist Mission Australia (BMA). Penandatanganan ini menjadi simbol penguatan kerja sama pelayanan lintas negara, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, misi sosial, dan pengembangan kapasitas gereja di Tanah Papua.

Dengan berlangsungnya Ibadah Pembukaan ini, rangkaian kegiatan Kongres Baptis Papua ke IX Tahun 2025 resmi dimulai. Diharapkan seluruh proses kongres mampu menghasilkan rumusan pelayanan yang kuat, keputusan organisasi yang bijaksana, serta semangat baru dalam pengabdian gereja bagi umat dan masyarakat.

Kongres ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum pembaruan panggilan dan komitmen pelayanan bagi seluruh umat Baptis di Tanah Papua. Gereja dipanggil untuk hadir, melayani, dan menuai dengan kesetiaan demi kemuliaan nama Tuhan.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260210-WA0085