MAMTENG, DetikPapua.Net—Sosialisasi dan pelepasan lahan untuk pembangunan Jembatan Kali Ilu dilaksanakan pada Selasa (27/10/2026), bertempat di Kali Ilu, Distrik Ilugwa, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari survei lokasi yang telah dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRK Mamberamo Tengah, Piter Togodly, S.IP., bersama sejumlah anggota DPRK, yakni Meli Gombo, S.H., M.H., Anis Doga, S.IP., Amius Wandikbo, dan Selvina Doga. Turut hadir Sekretaris Distrik Ilugwa Kornelis Wandikbo, S.Pd., Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Pegunungan, pihak kontraktor PT Yudha beserta tim teknis, staf administrasi dan konsultan, serta unsur masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut dihadiri kepala kampung dari Ilusilimo, Wirima, dan Danama. Hadir pula kepala sekolah SD Inpres Melanggama dan SD Inpres Yalkom, pimpinan kelasis Ilugwa, pimpinan Stasi Kristus Raja Ilugwa, serta pimpinan Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP). Kehadiran unsur pemerintah, pendidikan, gereja, tokoh masyarakat, dan pemilik hak ulayat diharapkan memperkuat koordinasi serta dukungan terhadap pembangunan Jembatan Kali Ilu.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan Jembatan Kali Ilu sekaligus membicarakan proses pelepasan lahan yang diperlukan. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah, DPRK, pihak pelaksana, pemilik hak ulayat, dan masyarakat diharapkan dapat membangun komunikasi serta koordinasi yang baik agar proses pembangunan berjalan lancar.
Jembatan Kali Ilu merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan wilayah Wamena menuju Kobakma, ibu kota Kabupaten Mamberamo Tengah. Keberadaan jembatan permanen ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, akses pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Distrik Ilugwa dan sekitarnya.
Pembangunan Jembatan Kali Ilu direncanakan menggunakan anggaran APBD Provinsi Papua Pegunungan Tahun Anggaran 2026. Setelah survei lokasi dilaksanakan, tahapan sosialisasi dan koordinasi pelepasan lahan menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Ketua DPRK Mamberamo Tengah, Piter Togodly, S.IP., menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Mamberamo Tengah, khususnya Jembatan Kali Ilu yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Atas nama masyarakat Distrik Ilugwa pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah pada umumnya, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan atas perhatian terhadap pembangunan Jembatan Kali Ilu. Jembatan ini merupakan akses utama menuju Kabupaten Mamberamo Tengah yang selama ini sangat dirindukan masyarakat untuk dibangun secara permanen,” ujar Piter Togodly.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi dan proses pelepasan lahan harus dilakukan melalui komunikasi yang terbuka dan mengedepankan musyawarah bersama masyarakat, terutama para pemilik hak ulayat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan hak-hak masyarakat adat sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat memahami tujuan dan manfaat pembangunan Jembatan Kali Ilu bagi kepentingan bersama. Kami meminta dukungan seluruh masyarakat, terutama para pemilik hak ulayat, agar proses pelepasan lahan dapat dibicarakan dengan baik melalui musyawarah dan kesepakatan bersama, dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat adat,” ujar Piter Togodly.
Piter juga menegaskan bahwa DPRK Mamberamo Tengah, khususnya anggota DPRK dari Distrik Ilugwa, akan terus mendorong komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, pihak pelaksana, tokoh adat, serta masyarakat. Ia berharap seluruh pihak mengutamakan dialog agar persoalan komunikasi tidak menghambat pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami dari DPRK Mamberamo Tengah, khususnya anggota DPRK dari Distrik Ilugwa, akan terus mendorong komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, pihak pelaksana, tokoh adat, dan masyarakat. Jangan sampai persoalan komunikasi menghambat pembangunan yang sudah lama dinantikan masyarakat. Kita harus mengutamakan dialog, menghargai hak masyarakat, dan memastikan pembangunan ini berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, Piter meminta pihak kontraktor agar melaksanakan pekerjaan secara profesional dan bertanggung jawab sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku. Ia berharap pembangunan Jembatan Kali Ilu dapat dikerjakan dengan memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketepatan pelaksanaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, kehadiran PPK dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Pegunungan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi teknis dan administrasi pembangunan. Dukungan pemerintah distrik, anggota DPRK, kepala kampung, kepala sekolah, pimpinan gereja, tokoh adat, serta masyarakat juga dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik, termasuk proses pelepasan lahan yang menghormati hak-hak masyarakat adat.
Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Kali Ilu dapat segera direalisasikan secara permanen karena keberadaannya sangat penting bagi aktivitas sehari-hari. Dengan adanya jembatan yang memadai, akses transportasi diharapkan menjadi lebih lancar, pelayanan publik semakin mudah dijangkau, dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat berkembang.

Melalui sosialisasi dan proses pelepasan lahan ini, seluruh pihak diharapkan dapat mencapai kesepakatan melalui musyawarah serta membangun kerja sama yang baik. Pemerintah, DPRK, PPK, kontraktor, unsur pendidikan, pimpinan gereja, tokoh adat, dan masyarakat diharapkan bersama-sama mendukung pembangunan Jembatan Kali Ilu dengan tetap menghormati hak ulayat, sehingga pembangunan dapat terlaksana dengan aman, berkualitas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah.












