SORONG, DetikPapua.Net — TK YPPK KMS Santa Theresia Kota Sorong merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 tahun, Sabtu (3/10/2026). Perayaan diawali dengan Misa Syukur di Gereja Katolik Katedral Kristus Raja Sorong yang dipimpin langsung oleh Pastor Emanuel Tenau, Pr.
Usai Misa Syukur, rangkaian perayaan dilanjutkan dengan acara ramah-tamah bersama keluarga besar TK YPPK KMS Santa Theresia yang berlangsung di salah satu ruangan TK Santa Theresia.

Dalam acara ramah-tamah tersebut, Sekretaris Eksekutif YPPK KMS yang juga merangkap sebagai Ketua YPPK KMS, Drs. Simon Isak Mendopma, menyampaikan sambutan sekaligus memberikan sejumlah arahan kepada para guru dan tenaga pendidik.
Simon menekankan pentingnya keseriusan dan tanggung jawab para guru dalam menjalankan tugas mendidik anak-anak. Ia meminta guru tetap melaksanakan proses pembelajaran meskipun kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.

“Kalau ibu kepala sekolah tidak ada, guru harus tetap masuk kelas dan mengajar. Tidak boleh kelas dibiarkan kosong. Karena kamu dibayar dari uang SPP yang ada, maka tanggung jawab terhadap anak-anak harus dilaksanakan dengan serius,” tegas Simon dalam sambutannya.
Ia juga meminta para guru yang menjalankan tugas bersama kepala sekolah baru agar membangun kerja sama dan saling mendukung. Menurutnya, perubahan maupun pemisahan secara administrasi tidak boleh menghilangkan hubungan kerja sama antarsatuan pendidikan YPPK KMS.
“Walaupun sudah terpisah secara administrasi, tetapi tetap harus punya kerja sama. Kalau misalnya di TK Santa Theresia ada sesuatu, bisa dibantu oleh TK lainnya. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.
Simon berharap seluruh guru dapat bergerak bersama, saling membantu dan menjaga komunikasi dalam menjalankan pelayanan pendidikan. Ia menegaskan, setiap guru harus mampu mengambil tanggung jawab ketika diberikan kepercayaan untuk menggantikan atau melanjutkan tugas pendidik lainnya.
Sementara itu, Kepala TK YPPK KMS Santa Theresia Kota Sorong, Maria Karmelia Saja, S.Pd, (Sr. Teresa, CIJ) mengatpakan HUT ke-62 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sekolah dalam membina iman dan karakter anak-anak sejak usia dini.

Menurutnya, TK Santa Theresia tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga membangun iman, karakter, kemandirian dan rasa tanggung jawab.
“TK Santa Theresia merupakan sekolah di mana kita betul-betul mau membangun dan membina iman anak, mendidik karakter mereka untuk menjadi pribadi-pribadi yang sungguh-sungguh mengasihi, saling menyayangi satu sama lain, serta menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,” kata Suster Teresa.
Ia menjelaskan, semangat pendidikan di TK Santa Theresia juga berkaitan dengan sosok Santa Theresia yang menjadi pelindung misi. Nilai kerendahan hati, kasih dan ketergantungan kepada penyelenggaraan Tuhan menjadi bagian yang terus ditanamkan kepada para peserta didik.
Suster Teresa mengajak masyarakat Kota Sorong dan sekitarnya untuk mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada TK YPPK KMS Santa Theresia. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga pendidik, karyawan dan semua pihak yang selama ini telah bekerja keras mendampingi perkembangan anak-anak.
Perayaan HUT ke-62 tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan keluarga besar YPPK KMS sekaligus mendorong para pendidik agar semakin serius, bertanggung jawab dan bekerja sama dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi generasi masa depan.












