Sorong, Detikpapua.Net – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi genap berusia 28 tahun pada Rabu 25 Maret 2026. Perayaan hari jadi LMA Malamoi digelar di Hotel Vega Kota Sorong yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Gerakan Perempuan Adat Malamoi (GPAM).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Anggota DPR RI Faujia Tampubolon, Ketua DPR Papua Barat Daya Ortis Sagrim, Ketua DPR Kota Sorong John Lawerisa, anggota DPR PBD Selfiana Kalami, Kepala Kesbangpol PBD George Japsenang, serta sejumlah anggota DPR PBD, DPR Kota Sorong dan Kabupaten Sorong dan sejumlah pejabat serta tamu undangan lainnya.
Perayaan HUT diawali kilas balik perjalanan LMA Malamoi sejak lahir pada tanggal 25 Maret 1998 hingga saat ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus GPAM yang dilakukan oleh Ketua LMA Malamoi Silas O. Kalami, S.Sos.,MA. Adapun pengurus GPAM yang dilantik diketuai oleh Ludya Mentasan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan baik oleh Ketua LMA Malamoi maupun perwakilan pemerintah daerah yang dibawakan oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya. Acara belangsung sangat meriah karena dihibur oleh salah satu sanggar seni asal Malamoi yang membawakan lagu daerah dan Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua LMA Malamoi Silas O. Kalami, S.Sos.,MA menyampaikan syukur atas terselenggaranya perayaan ulang tahun tersebut. Menurutnya usia 28 tahun tentu bukan usia yang muda lagi, tetapi sudah dewasa, sudah matang dan sudah sangat kuat secara kelembagaan. Ketua LMA menuturkan dalam perjalanannya LMA telah banyak berbuah bagi Malamoi khususnya dalam semangat menjaga manusia, alam dan budaya orang Moi.

Ia pun menyebut ulang tahun kali ini cukup spesial dan berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Bahwa hari ini LMA telah memainkan peran strategis yang lebih baik lagi melalui keterwakilannya di lembaga politik, baik di MRP maupun DPR provinsi hinggga kabupaten dan kota Sorong. Hal ini tentu bisa mempermudah tugas-tugas LMA dalam memproteksi dan mengawal kepentingan orang Moi kedepan.
“Saya berkeyakinan organisasi yang besar ibarat sebuah kapal menuju pulau impian dan harapan. LMA Malamoi bergerak untuk menantang badai, walau nahkoda silih berganti, namun kita kuat menuju impian yakni merdeka di negeri sendiri. Hari ini kita sudah punya banyak keterwakilan baik di MRP maupun DPR provinsi maupun kabupaten dan kota Sorong, tentu keberadaan mereka disana bisa membantu kita dalam tugas menjaga alam, budaya dan manusia Malamoi kedepan,” ujar Silas Kalami.

Ia pun berpesan kepada para anggota DPR maupun MRP agar tidak takut dan sungguh-sungguh dalam memperjuangkan kepentingan orang Moi melalui lembaga masing-masing. Kepada warga Moi, ia juga berpesan untuk terus menjadi pribadi yang memegang teguh falsafah hidup sinagih (kasih), sehingga terus hidup berdampingan dengan harmoni bersama seluruh entitas yang ada di tanah Malamoi.
“Di tanah Moi nyanyian tanah harus terus dikumandangkan, kita merangkul semua elemen dalam kebersamaan. Sinagih adalah prinsip hidup yang harus kita pegang erat, sehingga kita akan terus menjadi berkat bagi semua orang di tanah ini,” pesan Silas.

Sementara Anggota DPR RI Faujia Tampubolon, yang sempat dimintai tanggapannya oleh awak media menyampaikan apresiasi kepada LMA Malamoi yang terus eksis dalam mengawal dan memproteksi kepentingan masyarakat adat Moi. Selaku wakil rakyat yang juga turut disematkan sebagai Pembina dalam kepengurusan GPAM, Faujia mengaku siap mendukung LMA bersama semua elemen yang ada untuk bersama-sama mengawal kepentingan masyarakat adat Moi, khususnya kaum perempuan.
Senada juga disampaikan oleh Anggota DPR Papua Barat Daya Selfiana Kalami, S.Pd yang mengaku siap berkolaborasi bersama GPAM dalam agenda-agenda kerja kedepan. Sebagai legislator yang lahir dari rahim adat Malamoi, yakni melalui jalur pengangkatan dan juga turut menjadi bagian dari pengurus GPAM, tentu kepentingan perempuan Moi akan menjadi tanggungjawab moril bagi dirinya untuk ditunaikan secara sungguh-sungguh.

“Pertama saya menyampaikan selamat kepada LMA Malamoi yang hari ini merayakan ulang tahun ke 28, meski banyak tantangan tetapi tetap kuat dan kokoh mengawal kepentingan masyarakat Moi. Untuk GPAM tentu kita akan berjalan bersama, kita kolaborasi karena bagaimanapun saya lahir dari rahim adat, hari ini duduk di DPR sebagai representasi masyarakat adat Malamoi. Kita akan melakukan segala hal agar kedepan hak-hak masyarakat adat termasuk perempuan adat Moi ini bisa terpenuhi dengan baik,” singkat Selfiana Kalami.
















