Example floating
BeritaHomeOpiniPress Release

Pemekaran sebagai Jalan Harapan bagi Aifat Timur

84
×

Pemekaran sebagai Jalan Harapan bagi Aifat Timur

Sebarkan artikel ini

Oleh: Evensius Kowawin

Negara Kesatuan Republik Indonesia dibangun di atas semangat keadilan sosial dan pemerataan pembangunan. Dalam konteks otonomi daerah, pembentukan daerah otonom baru bukanlah hal baru. Di Provinsi Papua Barat Daya, dinamika pembangunan masih menghadapi tantangan geografis, sosial, dan ekonomi yang khas. Wilayah yang luas, akses terbatas, serta ketimpangan pelayanan publik menjadi realitas yang dirasakan masyarakat setiap hari.

IMG-20260210-WA0021

Kehidupan hari ini di tanah Papua, khususnya di wilayah Aifat Timur yang berada dalam naungan Kabupaten Maybrat, menghadirkan sebuah kenyataan yang tidak bisa kita tutup mata. Di kampung-kampung, masih kita jumpai anak-anak muda lulusan SMA, S1, dan S2 yang kembali dari kota dengan penuh harapan, namun harus berhadapan dengan minimnya lapangan pekerjaan. Infrastruktur belum merata, pelayanan kesehatan terbatas, dan akses pendidikan lanjutan masih menjadi pergumulan bersama.

Aifat Timur dan Potensi yang Belum Maksimal

Aifat Timur bukanlah wilayah yang miskin potensi. Ia kaya akan sumber daya manusia, kekayaan alam, serta semangat kebersamaan yang kuat dalam adat dan gereja. Namun potensi tersebut sering belum terkelola secara maksimal. Keterbatasan akses, jauhnya rentang kendali pelayanan pemerintahan, serta belum meratanya pembangunan membuat banyak kebutuhan masyarakat belum terjawab secara optimal.

Jarak pelayanan administrasi yang jauh sering memperlambat urusan masyarakat. Program pembangunan tidak selalu tepat sasaran karena keterbatasan kontrol dan pengawasan. Dalam kondisi seperti ini, muncul pertanyaan besar: apakah struktur pemerintahan yang ada sudah cukup efektif menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat Aifat Timur?

Pemekaran Bukan Sekadar Administrasi, tetapi Kesempatan

Di tengah situasi ini, wacana pemekaran Kabupaten Aifat Timur sering dipandang sebagai salah satu solusi. Pemekaran bukan sekadar soal pembagian wilayah administratif, melainkan tentang membuka pintu kesempatan dan memperpendek rentang kendali pemerintahan.

Ketika sebuah wilayah dimekarkan:
Struktur pemerintahan bertambah
Kebutuhan tenaga kerja meningkat
Pelayanan publik diperluas
Anggaran pembangunan lebih terfokus
Artinya, peluang bagi anak-anak daerah untuk terlibat langsung membangun tanahnya sendiri menjadi lebih besar.

Pemekaran dapat menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda melalui:
Membuka formasi ASN dan tenaga teknis daerah
Mendorong lahirnya lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan baru
Menggerakkan ekonomi lokal melalui perputaran anggaran daerah
Mempercepat pembangunan infrastruktur dasar
Dengan struktur pemerintahan yang lebih dekat, pengambilan keputusan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.

Generasi Muda Aset, Bukan Beban

Anak-anak muda yang kembali ke kampung bukanlah beban sosial. Mereka adalah aset pembangunan. Mereka telah menempuh pendidikan dengan pengorbanan orang tua, doa keluarga, serta dukungan gereja dan masyarakat. Membiarkan mereka menganggur terlalu lama berarti menyia-nyiakan investasi masa depan.
Jika Aifat Timur kelak menjadi kabupaten sendiri, maka generasi muda memiliki ruang lebih luas untuk:
-Terlibat dalam birokrasi

  • Mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif
  • Menjadi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan
  • Mengelola potensi lokal berbasis kearifan adat
    -Pemekaran harus dipahami sebagai strategi pemberdayaan, bukan sekadar ambisi politik.

Pemekaran Butuh Kesiapan

Namun demikian, pemekaran bukan solusi instan. Ia membutuhkan.
Kesiapan sumber daya manusia
Tata kelola pemerintahan yang transparan
Komitmen anti-korupsi
Persatuan masyarakat
Tanpa kesiapan dan integritas, pemekaran justru berpotensi melahirkan persoalan baru. Karena itu, wacana ini harus dibangun di atas kajian yang matang dan aspirasi masyarakat yang murni.

   Penutup

Harapan untuk Masa Depan

Aifat Timur layak bermimpi menjadi kabupaten sendiri. Bukan demi gengsi, tetapi demi mempercepat pelayanan, membuka lapangan kerja, dan memberi harapan bagi generasi muda.
Di tanah Papua, pembangunan bukan hanya soal jalan dan gedung. Ia adalah tentang martabat manusia, tentang kesempatan yang adil, dan tentang masa depan anak-anak Aifat Timur Raya.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Biru-dan-Putih-Modern-Ucapan-Selamat-Menunaikan-Ibadah-Puasa-Instagram-Post-20260221-033120-0000