Sorong, Detikpapua.Net – Gubernur Papua Barat Daya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Toraja yang telah ikut memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.
Hal ini disampaikan Gubernur Elisa melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si saat membuka kegiatan Konferensi Wilayah I Pemuda Toraja Indonesia Provinsi Papua Barat Daya yang digelar di Sorong, Sabtu (31/01/2026).

Mengawali sambutan gubernur, Dr. Sellvyana Sangkek menyebut Konferensi wilayah ini bukanlah sekadar kegiatan rutin organisasi, tetapi merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi, evaluasi, serta merumuskan arah gerak organisasi ke depan.
Ia mengatakan, Papua Barat Daya adalah provinsi baru yang lahir dari semangat besar untuk menghadirkan pemerataan pembangunan, keadilan sosial, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Provinsi ini berdiri di atas pondasi keberagaman, dimana setiap suku, budaya dan latar belakang memiliki peran dan kontribusi yang sama pentingnya.

Dalam konteks inilah, kehadiran Pemuda Toraja Indonesia memiliki makna yang sangat strategis bukan hanya sebagai wadah berhimpunnya pemuda Toraja, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan sosial yang turut menjaga harmoni dan persatuan di Tanah Papua Barat Daya.
“Kita patut mengakui bahwa masyarakat Toraja selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan keagamaan di Papua Barat Daya. Nilai-nilai luhur seperti kerja keras, disiplin, loyalitas, kejujuran, dan gotong royong telah menjadi teladan yang memperkaya kehidupan bersama,” ujar Dr. Sellvyana.
Ia kembali menimpali bawasannya, Pemuda Toraja Indonesia adalah pewaris nilai-nilai luhur tersebut. Oleh karena itu, dirinya berharap organisasi ini tidak hanya menjaga identitas budaya Toraja, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk membangun Papua Barat Daya yang damai dan bermartabat.

“Kita hidup di tengah perubahan zaman yang sangat cepat. Tantangan global, perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta arus informasi yang begitu deras menuntut pemuda untuk memiliki karakter yang kuat, wawasan yang luas, dan sikap yang bijaksana,” tegas Dr. Sellvyana.
Pemuda, lanjut dia, tidak boleh mudah terpecah oleh isu-isu yang melemahkan persatuan. Pemuda harus berdiri di garda terdepan sebagai agen perdamaian, penyejuk di tengah perbedaan dan penggerak perubahan positif.
Ia pun mengajak Pemuda Toraja Indonesia untuk terus membangun kapasitas diri melalui pendidikan, keterampilan, kepemimpinan, dan pengabdian sosial agar mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan Papua Barat Daya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, organisasi pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.
“Saya mengajak Pemuda Toraja Indonesia untuk menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan, peningkatan kualitas pendidikan serta menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah,” pesan Dr. Sellvyana.
Ia juga menyampaikan harapannya agar Konferensi Wilayah I ini dapat menghasilkan kepemimpinan yang visioner dan berintegritas, program kerja yang realistis dan berdampak, serta keputusan-keputusan yang membawa organisasi semakin dewasa dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Jadikan forum ini sebagai ruang dialog yang sehat, demokratis, dan penuh semangat kekeluargaan, sehingga Pemuda Toraja Indonesia semakin solid, maju, dan berdaya guna. Saya percaya, dari Pemuda Toraja Indonesia akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu membawa Papua Barat Daya menuju masa depan yang damai, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.















