Example floating
IMG-20260325-WA0024
BeritaHomePapua Barat Daya

Kamis Putih di Stasi Santo Yosef Freinademtz Malasilen: Pastor Ajak Umat Hidupi Kerendahan Hati dan Pelayanan Kristus

75
×

Kamis Putih di Stasi Santo Yosef Freinademtz Malasilen: Pastor Ajak Umat Hidupi Kerendahan Hati dan Pelayanan Kristus

Sebarkan artikel ini

KOTA SORONG, DetikPapuaNet— Umat Katolik di Stasi Santo Yosef Freinademtz Malasilen melaksanakan Perayaan Kamis Putih sebagai bagian dari rangkaian Tri Hari Suci, dengan mengangkat tema:“Jikalau Aku Tidak Membasuh Engkau, Engkau Tidak Mendapat Bagian Bersama Aku.”

Umat Stasi Santo Yosef Freinademtz Malasilen, saat mengikuti Perayaan Kamis Putih di gedung Gereja Katolik Stasi Santo Yosef Freinademtz Malasilen, Kota Sorong. Kamis, (2/4/2026). Foto/Yohanes Kossay.

Perayaan ini dipimpin oleh Pastor Paroki Arnoldus Jansen Malanu, P. Kristianus Bidi, SVD, dan diikuti oleh umat setempat dengan penuh khidmat.

IMG-20260404-WA0034

Perayaan tersebut berlangsung pada Kamis, (2/4/2026) pukul 18.00 WIT, bertempat di Gereja Katolik Stasi Santo Yosef Freinademtz Malasilen, Kota Sorong.

Perayaan Kamis Putih dilaksanakan untuk mengenangkan peristiwa Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid, sekaligus sebagai momen refleksi iman akan kasih, pengorbanan, dan pelayanan yang diajarkan oleh Kristus.

Dalam khotbahnya, Pastor Kristianus Bidi menekankan pentingnya kerendahan hati dan semangat melayani, sebagaimana diteladankan Yesus melalui tindakan pembasuhan kaki para murid.

Pastor Kristianus Bidi, SVD, saat Khotbah. Kamis, (2/4/2026). Foto/Yohanes Kossay

“Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian bersama Aku. Sabda ini mengingatkan kita bahwa untuk menjadi bagian dari Kristus, kita harus rela dibersihkan, direndahkan, dan diperbarui oleh kasih-Nya,” ujarnya.

Rangkaian perayaan berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan. Salah satu bagian penting dalam liturgi adalah ritus pembasuhan kaki terhadap 12 umat yang melambangkan para rasul, yakni Martinus Solo, Yonajap Okumsaru, Antonius Enip, Yulianus Waindam, Yanuarius Haluk, Zakarias Walilo, Ferdinan Kodimku, Rios Reja, Imanuel Kemo, Soleman Yonggom, Glevin Ranbalak, dan Charles Enip.

Pastor Kristianus Bidi, SVD, saat pembasuhan kaki terhadap 12 umat yang melambangkan para rasul. Kamis, (2/4/2026). Foto/Yohanes Kossay.

Selain itu, dalam perayaan Ekaristi, umat diajak untuk semakin memahami makna kehadiran Kristus melalui roti dan anggur yang menjadi Tubuh dan Darah-Nya, serta menghidupi nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Yang bertugas dalam perayaan ini adalah umat Lingkungan Santo Barnabas yang turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian liturgi.

Umat Lingkungan Santo Barnabas saat melantunkan Lagu-Lagu Pujian. Kamis, (2/4/2026). Foto/Yohanes Kossay.

Melalui perayaan ini, umat diharapkan semakin memperdalam iman, memperkuat persaudaraan, serta mampu menghayati dan mewujudkan kasih Kristus dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa, dan dunia.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *