“Ini mencerminkan wajah gereja yang hidup dan adaptif, yang tidak diam dalam temboknya sendiri, tetapi berjalan bersama umat dan hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari” Ahmad Nausrau, S.Pd.I.,MM
Sorong, Detikpapua.Net – Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, S.Pd.I.,MM secara resmi membuka kegiatan turnamen futsal dalam rangka memeriakan HUT Gereja Baptis Anugerah Indonesia (GBAI) Wilayah I Sorong ke-30 yang dilaksanakan di GOR Pancasila Kota Sorong, Senin (07/07/2025).
Acara dihadiri para hambah Tuhan, panitia, peserta turnamen dan segenap jemaat. Sedangkan Wagub sendiri didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si.

Dalam sambutannya, Wagub menyebut tiga puluh tahun adalah usia yang matang. Di dalamnya tercermin sejarah panjang pelayanan gereja, pengabdian para hamba Tuhan, serta kesetiaan jemaat dalam menegakkan nilai-nilai kasih, damai dan pengharapan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-30 kepada seluruh keluarga besar GBAI. Kiranya gereja ini terus menjadi saluran berkat bagi sesama dan terang bagi kota ini,” ujar Wagub Nausrau.

Wabup mengatakan semua pihak tentu menyadari bahwa kekuatan suatu daerah bukan hanya ditentukan oleh kemajuan fisik atau ekonomi semata, melainkan oleh kualitas sumber daya manusianya, yang dibentuk oleh nilai-nilai moral, spiritual dan budaya.
Dalam hal ini, gereja memainkan peran yang sangat strategis. Gereja bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga pusat pendidikan iman, tempat penguatan nilai-nilai keluarga dan sekaligus mitra sosial yang menjangkau umat yang lemah, tersisih dan terpinggirkan.

“Saya mengapresiasi langkah GBAI yang tidak hanya fokus pada pelayanan rohani, tetapi juga membangun kehidupan sosial yang inklusif melalui kegiatan olahraga, lomba seni, pelayanan kasih bagi anak-anak, seminar iman dan masyarakat, dan penguatan kapasitas pemuda gereja. Ini mencerminkan wajah gereja yang hidup dan adaptif, yang tidak diam dalam temboknya sendiri, tetapi berjalan bersama umat dan hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Lebih jauh ia menegaskan, Gereja seperti inilah yang dibutuhkan di tanah Papua, gereja yang bukan hanya mengajarkan firman Tuhan, tetapi juga menjadi pelaku firman itu sendiri.

Pada saat itu, Wagub pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Kristiani, untuk bersinergi membangun daerah ini. Provinsi ini adalah tanah berkat. Di tanah ini semua orang dipanggil untuk membangun bukan hanya gedung dan jalan, tetapi juga kesatuan hati, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama.
Ia melanjutkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, namun memerlukan dukungan dan doa dari gereja. Perlu mengedepankan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan keteladanan, yang semuanya lahir dari dasar iman yang benar. Wagub menyebut pihaknya percaya bahwa gereja dapat menjadi penggerak transformasi sosial dengan terus menanamkan nilai-nilai kebenaran, cinta kasih, dan pengampunan, yang menjadi pilar dari Papua Barat Daya yang damai, inklusif dan bermartabat.

“Saya juga menaruh harapan besar kepada generasi muda GBAI, pemuda gereja adalah harapan gereja dan bangsa. Mari terus dibina, diperlengkapi, dan didorong agar menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang berakar pada iman, beretika tinggi dan berani memperjuangkan kebaikan di tengah dunia yang makin kompleks,” pesan Wagub.
Diakhir sambutannya, wagub menyebut ulang tahun ke-30 ini adalah momen untuk menengok ke belakang dengan syukur, menapak ke depan dengan iman dan melangkah bersama dengan harapan. Jangan pernah lelah melayani. Jangan pernah surut dalam membangun. Karena setiap langkah pelayanan yang dilakukan dengan kasih, tidak akan pernah sia-sia di mata Tuhan.

“Akhir kata, atas nama seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-30 Gereja Baptis Anugerah Indonesia Wilayah I Sorong. Kiranya kasih Kristus terus menyertai setiap pelayanan, memberkati setiap keluarga jemaat dan menuntun gereja ini menjadi terang yang tak padam di tengah masyarakat. Papua Barat Daya maju, rakyat sejahtera, Tuhan dimuliakan! Solideo Gloria,” pungkasnya.














