Example floating
BeritaHome

Jadi Pembicara Pada Acara Talkshow “Strategi UMK Mandiri di Era Digital”, Dr Sellvyana Sangkek: Digitalisasi Adalah Keniscayaan

199
×

Jadi Pembicara Pada Acara Talkshow “Strategi UMK Mandiri di Era Digital”, Dr Sellvyana Sangkek: Digitalisasi Adalah Keniscayaan

Sebarkan artikel ini

“Kekuatan ekonomi lokal dibangun dari bawah, dari rumah-rumah sederhana, dari peluh para ibu yang menjahit harapan, dari tangan-tangan muda yang meracik inovasi, hingga dari kampung-kampung terpencil yang mulai merambah pasar digital” Dr. Selvvyana Sangkek, SE.,M.Si

Sorong, Detikpapua.Net – Asosiasi Nusantara Usaha Mikrokecil (UMK) Kabupaten Sorong, merayakan ulang tahun ke-3 pada Senin 9 Juni 2025. Acara HUT Asosiasi yang diketuai oleh Johny Weinand Dawan, S.Th.,S.Pd.K ini digelar di Moi Park, Tanjung Kasuari Kota Sorong, dengan sejumlah rangkaian kegiatan seperti seremoni ulang tahun, talkshow, bazar dan pameran produk UMK hingga lomba dan hiburan.

IMG-20260210-WA0021
Ketua Umum Asosiasi Nusantara UMK Johny Weinand Dawan, S.Th.,S.Pd.K bersama Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si saat memotong tumpeng pada acara HUT ke-3 Asosiasi Nusantara UMK yang digelar di Moi Park, Sorong, Senin (09/06/2025). Foto/Yohanes Sole

Hadir sebagai narasumber talkshow, sekaligus memberikan sambutan pada acara tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si menyebut, tiga tahun bukanlah waktu yang panjang, namun dalam dinamika pemberdayaan ekonomi masyarakat, perjalanan ini menunjukkan sebuah kemajuan yang patut diapresiasi.

Ia menegaskan, Asosiasi Nusantara UMK Kabupaten Sorong telah menjadi wadah pemersatu pelaku Usaha Mikro Kecil lintas etnis, lintas budaya, dan lintas sektor, yang menggambarkan wajah keberagaman dan semangat gotong royong masyarakat Papua Barat Daya.

“UMK bukan sekadar entitas ekonomi. Ia adalah denyut nadi kehidupan rakyat. Di sinilah kekuatan ekonomi lokal dibangun dari bawah, dari rumah-rumah sederhana, dari peluh para ibu yang menjahit harapan, dari tangan-tangan muda yang meracik inovasi, hingga dari kampung-kampung terpencil yang mulai merambah pasar digital,” ujar Sellvyana.

Berbicara tentang kemandirian bangsa, lanjut Sellvyana, maka bicara tentang seberapa kuat pembangunan pondasi ekonomi dari akar rumput. Semangat inilah yang mendasari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, memandang UMK sebagai mitra strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dan stabilitas pembangunan.

Pada kesempatan itu, Sellvyana juga menekankan pentingnya pemahaman dan pemanfaatan ruang digital dalam menunjang aktivitas usaha. Sebagaimana tema talkshow, “Strategi UMK Mandiri di Era Digital” bukan hanya penting, tapi mendesak. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Jika UMK ingin tumbuh dan berdaya saing, maka transformasi digital harus menjadi bagian dari strategi utama. Pemerintah siap hadir untuk memfasilitasi pelatihan, pendampingan, dan sinergi kebijakan, agar tidak ada pelaku UMK yang tertinggal dalam era teknologi ini.

Namun, disisi lain, ia mengingatkan bawasannya, teknologi hanyalah alat. Esensinya tetap pada nilai-nilai lokal yang terus dijunjung tinggi yakni kejujuran, kerja keras, solidaritas, dan semangat berbagi. Dengan landasan nilai-nilai ini, transformasi digital akan membawa UMK bukan hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga menjadi benteng budaya dan identitas daerah.

“Mari kita jadikan momentum ulang tahun ini sebagai panggilan untuk bangkit bersama. Bukan hanya untuk tumbuh, tetapi untuk bergerak maju dalam satu semangat: UMK kuat, rakyat sejahtera, Papua Barat Daya berjaya. Selamat ulang tahun ke-3 kepada Asosiasi Nusantara UMK Kabupaten Sorong. Teruslah menjadi garda terdepan dalam mengangkat martabat pelaku usaha kecil dan memperkuat fondasi ekonomi rakyat,” ucap Sellvyana.

Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si saat membawakan materi dalam acara talkshow “Strategi UMK Mandiri di Era Digital” dalam rangka peringatan HUT ke-3 Asosiasi Nusantara UMK, yang digelar di Moi Park Sorong, Senin (09/06/2025). Foto/Yohanes Sole

Sementara, dalam materi pemaparannya pada acara talkshow Dr. Sellvyana Sangkek menerangkan sejumlah hal yang kami rangkum sebagai berikut:

  1. Pembukaan
    Momen ini merupakan refleksi bersama akan pentingnya keberadaan UMK sebagai fondasi ekonomi masyarakat di Papua Barat Daya.
  2. Makna Kemandirian UMK
    Kemandirian bukan sekadar tidak bergantung pada bantuan, tetapi kemampuan untuk mengelola potensi sendiri secara berkelanjutan. UMK adalah cerminan kekuatan ekonomi lokal yang lahir dari kreativitas, keberanian, dan semangat juang masyarakat.
  3. Tantangan dan Peluang di Era Digital
    Digitalisasi menghadirkan dua sisi mata uang:
    Tantangan: Rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur internet di wilayah terpencil, serta minimnya akses ke pelatihan dan teknologi.
    Peluang: Pasar menjadi tidak berbatas, biaya operasional bisa ditekan, promosi lebih luas melalui media sosial, dan efisiensi usaha meningkat signifikan.
  4. Strategi Menuju UMK Mandiri dan Digital
    Beberapa strategi utama yang dapat diterapkan antara lain:
    a. Pelatihan dan Literasi Digital
    Pemerintah daerah perlu menggandeng lembaga pelatihan dan komunitas digital untuk memberikan edukasi praktis: pemasaran online, penggunaan aplikasi keuangan, dan keamanan data.
    b. Pendampingan dan Inkubasi Bisnis
    UMK tidak hanya perlu modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan. Inkubator bisnis lokal dapat dibentuk untuk membina dan memonitor perkembangan usaha dari hulu ke hilir.
    c. Akses Teknologi dan Platform Digital
    Perluasan akses terhadap alat digital (ponsel pintar, internet murah) dan pelibatan startup lokal untuk membuat aplikasi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan UMK di Papua.
    d. Sinergi Kebijakan dan Kemitraan
    Harmonisasi kebijakan lintas sektor: koperasi, UMKM, perdagangan, dan digitalisasi. Selain itu, penting untuk menjalin kemitraan dengan swasta, BUMN, dan perbankan untuk ekosistem pendukung yang kuat.
    e. Pembiayaan Digital dan Inovatif
    Mendorong UMK untuk memanfaatkan layanan fintech, platform pendanaan kolektif (crowdfunding), dan koperasi digital untuk memperoleh modal kerja tanpa birokrasi berbelit.
  5. Menjaga Nilai-Nilai Lokal di Era Digital
    Transformasi digital jangan sampai melunturkan kearifan lokal. UMK Papua Barat Daya harus tetap menjunjung:
    Kejujuran dalam transaksi
    Solidaritas dalam jejaring usaha
    Semangat berbagi dan gotong royong sebagai fondasi sosial
    Dengan karakter ini, UMK akan menjadi bukan hanya pelaku ekonomi, tapi benteng budaya dan identitas daerah.
  6. Penutup dan Ajakan
    Momentum ulang tahun ke-3 ini adalah titik tolak untuk bergerak lebih cepat. Saatnya UMK Papua Barat Daya mengambil bagian dalam ekonomi digital. Mari kita bersatu dalam semangat: “UMK kuat – Rakyat sejahtera – Papua Barat Daya berjaya”.
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Biru-dan-Putih-Modern-Ucapan-Selamat-Menunaikan-Ibadah-Puasa-Instagram-Post-20260221-033120-0000