Sorong, Detikpapua.Net – Wempi Abret selaku tokoh masyarakat Suku Moi Maya Kabupaten Sorong, merasa terpanggil untuk mengawal dan memberikan dukungan secara penuh terhadap Perjuangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah, ibu hamil dan orang lanjut usia di seluruh wilayah Indonesia.
Program Asta Cita yang tertuang dalam Program Strategis Nasional (PSN) lewat Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang Perencanaan Program Jangka Pendek dan Jangah Panjang Republik Indonesia Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas utama dan unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Selaku tokoh masyarakat dan saat ini terpilih menjadi anggota DPRK Jalur pengangkatan Periode 2024-2029 Wempi merasa bahwa Program Makan Bergizi Gratis adalah salah satu program yang belum pernah ada selama negara Indonesia berdiri dan baru di era Presiden Prabowo negara bisa memberikan makan secara gratis bagi rakyatnya.
Wempi menyampaikan bahwa jika ada oknum orang Papua atau kelompok mahasiswa Papua yang menolak program MBG, maka pemerintah terutama aparat keamanan baik TNI dan Polri harus mengecek apakah yang bersangkutan ada keterlibatan dengan LSM asing atau gerakan anti pemerintah yang dibiayai oleh pihak asing.
Hal ini perlu dilakukan sehingga semua ini bisa mendapatkan bukti bahwa masih ada campur tangan asing dalam mendukung pihak-pihak tertentu dalam menganggu stabilitas keamanan di wilayah Indonesia.
“Program MBG perlu mendapatkan tempat dan dukungan penuh dari semua warga masyarakat Papua, dan saran saya jangan masyarakat selalu ditipu dengan pihak asing untuk menghancurkan negara kita sendiri, mari kita bersama membangun Indonesia dari Tanah Papua,” ujar Wempi.
Wempi berharap, masyarakat Indonesia memberikan dukungan 100 persen bagi Presiden Prabowo Subianto dalam melaksanakan program Makan bergizi Gratis dan program lainnya, karena apa yang menjadi tujuan presiden adalah rakyatnya sejahterah, rakyatnya terbebas dari kemiskinan, rakyatnya terbebas dari belengguh penjajahan asing yang mau menghancurkan bangsa Indonesia demi kepentingan sumber daya alam Indonesia.