Sorong, Detikpapua.Net – Menjelang tanggal 1 Desember, Forum Pengawal Perjuangan Rakyat Fopera Provinsi Papua Barat Daya mengeluarkan himbauan yang terstruktur kepada seluruh masyarakat provinsi Papua Barat Daya dengan tiga titik fokus utama.
Pertama, penekanan pada keamanan dan ketertiban (kantibmas) sebagai landasan aktivitas masyarakat yang normal. Masyarakat disarankan untuk tetap berkesibukan sesuai kewajiban masing-masing dan menghindari segala bentuk ajakan serta hasutan yang berpotensi merusak stabilitas sosial.
Kedua, penegasan akan nilai persatuan dalam konteks keragaman. Himbauan tersebut menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah rumah besar kita bersama, di mana kebersamaan dalam kebhinnekaan menjadi ciri khas bangsa yang besar dan kuat. Masyarakat didorong untuk merawat dan melindungi nilai ini dengan menghindari tindakan yang merugikan kollektif.
Secara implisit, himbauan dari tokoh muda Papua Barat Daya juga mengaitkan konteks pembangunan manusia, infrastruktur, dan kesejahteraan yang telah dibangun oleh negara kepada orang asli Papua, serta memposisikan otonomi khusus sebagai formula strategis untuk membangun masa depan Papua di dalam kerangka rumah bersama NKRI.












