“Olahraga harus menjadi alat pemersatu. Kalau pemuda sudah bersatu, maka pembangunan akan lebih mudah dijalankan,” Piter Togodly.
Wamena, Detikpapua.Net— Momentum penting berlangsung di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, saat Piter Togodly, S.IP resmi dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mamberamo Tengah oleh Ketua KONI Provinsi Papua Pegunungan. Pelantikan ini menjadi awal arah baru bagi perkembangan olahraga di Mamberamo Tengah, sekaligus panggilan bagi seluruh pemuda untuk bersatu dalam kerja nyata membangun daerah.

Turut hadir dalam kegiatan pelantikan ini antara lain Ketua KNPI Kabupaten Mamberamo Tengah, Ketua KORMI Kabupaten Mamberamo Tengah, serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diaspora) Kabupaten Mamberamo Tengah. Kegiatan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Surat Keputusan (SK) Pengurus KONI Mamberamo Tengah serta pemasangan PIN logo KONI oleh pengurus KONI Provinsi kepada pengurus KONI Kabupaten sebagai simbol resmi pengukuhan.

Dalam pidatonya, Piter Togodly menyampaikan bahwa pelantikan ini adalah awal dari sebuah perjuangan besar untuk menyatukan seluruh potensi pemuda dari lima distrik dan 59 kampung di Mamberamo Tengah, khususnya melalui cabang-cabang olahraga.
“Kami akan segera menyelenggarakan rapat kerja untuk menata seluruh cabang olahraga, baik yang sudah terbentuk maupun yang belum. Yang sudah ada tapi belum lengkap, akan kita benahi. Fokus kita adalah mendorong potensi olahraga lokal yang bisa kita angkat,” ujar Piter.
Menurutnya, KONI Mamberamo Tengah akan menyusun program kerja yang realistis berdasarkan kekuatan dan sumber daya manusia yang tersedia, bukan semata-mata meniru seluruh agenda KONI nasional.

“Kita tidak boleh tertinggal dari tujuh kabupaten lain di wilayah Pegunungan. Kita akan dorong cabor yang sesuai dengan karakter daerah dan kemampuan pemuda kita,” tegasnya.
Mamberamo Tengah dikenal sebagai daerah dengan keragaman suku yang tinggi: Lani, Walak, Gam, Taporta, Yali, dan Huwula. Hal ini membuat tantangan persatuan lebih kompleks dibanding kabupaten lain yang cenderung homogen secara etnis.

“Olahraga harus menjadi alat pemersatu. Kalau pemuda sudah bersatu, maka pembangunan akan lebih mudah dijalankan,” ujar Piter.
Piter juga menegaskan bahwa membangun daerah tidak cukup dengan kerja fisik semata, tapi juga harus diimbangi dengan kekuatan rohani.

“Kolaborasi antara kerja nyata dan doa dari orang tua dan tokoh agama adalah kunci membangun manusia Mamberamo Tengah yang kuat secara jasmani dan rohani,” ujarnya.
Walau menjabat sebagai anggota DPR, Piter menyatakan bahwa dirinya rela “turun tangga” demi membangun generasi muda Mamberamo Tengah melalui jalur olahraga.
“Saya tahu pekerjaan ini tidak mudah. Tapi saya tidak bisa jalan sendiri. Maka saya mengajak semua pihak: pemuda, pengurus cabor, askab, askot, untuk bersatu membangun daerah ini,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Piter menyerukan semangat kebersamaan kepada seluruh elemen masyarakat.

“Kita punya mimpi besar. Mari kita wujudkan bersama. Bersama pemuda, bersama KONI, kita bangun Mamberamo Tengah yang maju, mandiri, dan sejahtera.”












