SORONG, DETIKPAPUA.NET — Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., secara resmi membuka kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru dan Masa Bimbingan (MPAB-MABIM) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Sorong Santo Agustinus Tahun 2026 di Aula Serbaguna Gereja Katolik Stasi Santo Yosef Freinademetz, Malasilen, Kota Sorong, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk mahasiswa Katolik yang berkarakter, berintegritas, serta siap mengambil peran dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa keputusan mahasiswa untuk bergabung dengan PMKRI merupakan langkah tepat untuk mengembangkan diri di luar pendidikan formal. Menurutnya, perguruan tinggi memberikan pengetahuan akademik, sedangkan organisasi kemahasiswaan menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan, membangun karakter, memperkuat iman, serta mengembangkan kemampuan berbicara dan menyampaikan pendapat di depan umum.

“Adik-adik yang memilih bergabung dengan PMKRI tidak salah mengambil keputusan. Organisasi merupakan ruang untuk membentuk karakter, melatih kepemimpinan, memperkuat iman, dan mengembangkan kemampuan diri yang tidak semuanya diperoleh di bangku kuliah. Karena itu, saya berharap mahasiswa tetap fokus menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga aktif berorganisasi untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan Papua dan Indonesia,” ujar Elisa Kambu.
Ia mengingatkan mahasiswa agar mampu menyeimbangkan aktivitas organisasi dengan tanggung jawab akademik. Menurutnya, mahasiswa harus menyelesaikan pendidikan tepat waktu sekaligus memanfaatkan organisasi sebagai tempat belajar dan mempersiapkan diri sebelum kembali mengabdi kepada masyarakat.

Elisa Kambu juga menekankan bahwa generasi muda merupakan pemilik masa depan Indonesia, termasuk Tanah Papua dan Provinsi Papua Barat Daya. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif melalui pendidikan, kerja keras, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan potensi daerah.
“Kita tidak boleh menyerah menghadapi tantangan. Kita harus terus belajar, berjuang, dan berusaha. Keributan dan tindakan merusak tidak menyelesaikan masalah. Generasi muda harus mampu berpikir kritis, bekerja keras, serta berani memulai sesuatu berdasarkan potensi yang kita miliki. Masa depan Tanah Papua berada di tangan generasi muda hari ini,” tegasnya.
Sementara itu, Pastor Moderator PMKRI Cabang Sorong Santo Agustinus, RD. Imanuel Tenau, Pr., menegaskan bahwa MPAB-MABIM merupakan proses penting dalam regenerasi organisasi. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan membutuhkan kader-kader baru yang mampu menjaga keberlanjutan perjuangan sekaligus menjawab tantangan dan perkembangan zaman.

“MPAB-MABIM merupakan proses penting dalam regenerasi organisasi. Karena itu, saya meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius dan penuh tanggung jawab. Di dalam organisasi, kalian belajar berbicara di depan umum, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan membangun kemampuan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan ketika terjun ke tengah masyarakat,” ujar Pastor Imanuel.
Ia juga mengingatkan pentingnya persaudaraan dan kekompakan antara anggota, senior, dan junior PMKRI. Menurutnya, organisasi harus menjadi ruang bersama untuk membangun solidaritas, saling mendukung, dan menumbuhkan semangat pelayanan.

“PMKRI harus menjadi rumah bersama untuk merawat persaudaraan antara senior dan junior. Kita harus saling mendukung dan membangun kekompakan. Pemimpin yang baik bukan hanya orang yang memiliki kekuasaan, tetapi orang yang mau mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerima aspirasi masyarakat. Karena itu, belajarlah menjadi pemimpin yang melayani, bukan sekadar menjadi penguasa,” pesannya.
Berdasarkan laporan panitia, kegiatan MPAB-MABIM PMKRI Cabang Sorong Santo Agustinus Tahun 2026 diikuti sekitar 30 orang, yang terdiri atas peserta kegiatan, anggota aktif, senior, dan tamu undangan. Ketua Presidium sekaligus Mandataris RUAC PMKRI Cabang Sorong Santo Agustinus, Marselius Nauw, bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan. Sementara itu, kepanitiaan dipimpin oleh Maikel Mass selaku ketua panitia dan Ruvina S. Hae sebagai sekretaris panitia.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta dijadwalkan mengikuti berbagai materi pembinaan yang diarahkan untuk memperkuat spiritualitas, karakter, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai perjuangan PMKRI.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Sorong Santo Agustinus, Marselius Nauw, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi proses penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan meningkatkan kualitas kader.

“Kami berharap kegiatan MPAB-MABIM ini dapat mempererat tali persaudaraan dan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Kami ingin proses kaderisasi ini tidak berhenti setelah kegiatan formal selesai, tetapi terus berlanjut melalui diskusi, pelatihan, dan berbagai kegiatan nonformal untuk mengasah kemampuan intelektual kritis serta membentuk kader PMKRI yang berkualitas,” kata Marselius.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat Daya atas perhatian terhadap organisasi kemahasiswaan, khususnya kelompok Cipayung dan PMKRI. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting untuk memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai wadah pembinaan calon pemimpin masa depan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Barat Daya atas perhatian terhadap organisasi kemahasiswaan, khususnya kelompok Cipayung dan PMKRI. Kami berharap perhatian ini terus berlanjut karena PMKRI merupakan salah satu laboratorium kader yang mempersiapkan calon pemimpin masa depan bagi Indonesia, Tanah Papua, dan khususnya Papua Barat Daya,” ungkapnya.
Marselius turut mengungkapkan bahwa salah satu kendala yang dihadapi PMKRI di Papua Barat Daya adalah keterbatasan tempat yang layak untuk menyelenggarakan kegiatan organisasi. Padahal, fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk merawat persaudaraan, mengembangkan intelektualitas, dan memperkuat proses kaderisasi.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dapat terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan organisasi kemahasiswaan, termasuk mendorong tersedianya ruang yang mendukung kegiatan pembinaan dan pengembangan kapasitas kader.
Melalui MPAB-MABIM Tahun 2026, PMKRI Cabang Sorong Santo Agustinus diharapkan mampu melahirkan kader muda Katolik yang berintegritas, kritis, memiliki kepedulian sosial, serta berkomitmen memperjuangkan keadilan dan persaudaraan di tengah masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan Tanah Papua, khususnya Provinsi Papua Barat Daya.












