WAMENA, DETIKPAPUA.NET— Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayawijaya, Hengky Hilapok., memberikan klarifikasi terkait polemik kehadiran KNPI Jayawijaya bersama KNPI Provinsi Papua Pegunungan dalam kegiatan Pemuda Baptis Cup. Ia menegaskan bahwa kehadiran kedua organisasi kepemudaan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap aktivitas positif pemuda, bukan untuk menjalankan agenda politik tertentu, Sabtu (10/10/2026).
Hengky menjelaskan, KNPI Jayawijaya menghadiri kegiatan tersebut karena menerima undangan resmi. Kehadiran itu bukan dalam kapasitas sebagai penyelenggara, melainkan sebagai bagian dari upaya membangun hubungan baik dan mendukung kegiatan kepemudaan di Kabupaten Jayawijaya.
Menurutnya, polemik yang berkembang di tengah masyarakat perlu disikapi secara bijaksana dengan melihat konteks peristiwa secara utuh. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan foto atau dokumentasi yang beredar tanpa memahami latar belakang kegiatan tersebut.
Hengky menilai perbedaan pandangan, termasuk dalam ranah sosial dan politik, merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang bagi siapa pun untuk bertemu, berdialog, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia juga menegaskan bahwa sikap saling menghargai merupakan bagian penting dari kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan kepemimpinan. Menurutnya, ruang pertemuan dalam kegiatan kepemudaan seharusnya menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama, bukan justru memunculkan kecurigaan yang dapat merusak persatuan.
Lebih lanjut, Hengky menekankan bahwa KNPI merupakan wadah berhimpun bagi pemuda yang memiliki latar belakang, pandangan, dan kepentingan yang beragam. Karena itu, KNPI harus tetap terbuka dalam mendukung kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menjadikan perbedaan pandangan politik sebagai penghalang.
Ia berharap ruang kepemudaan di Jayawijaya tetap menjadi tempat untuk membangun persatuan, memperkuat solidaritas, serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, pemuda harus mampu mengambil peran konstruktif dalam menjaga keharmonisan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Menutup keterangannya, Hengky mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan sikap dewasa dalam menyikapi setiap persoalan serta tidak mudah membangun opini negatif tanpa memahami konteks suatu peristiwa secara menyeluruh.
“Pemuda harus menjadi pemersatu, bukan agen pemecah belah melalui opini yang menyesatkan,” demikian penegasan Hengky dalam klarifikasinya.










