SORONG, DetikPapua.Net — Upaya menyatukan mahasiswa dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan memasuki momentum penting melalui pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) I Himpunan Mahasiswa Papua Pegunungan di Kota Studi Sorong.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Persatuan, Integritas dan Intelektualitas Mahasiswa Papua Pegunungan menuju Organisasi yang Progresif, Mandiri dan Berkemajuan” ini berlangsung Jumat (02/10/2026), pukul 09.30 WIT, di Jalan Kum-Kum, Malagedi, Kelapa Dua, Kota Sorong.
Ketua Panitia, Lipius Wisabla, melalui Sekretaris Panitia, Alex Karoba, mengatakan Mubes tersebut merupakan puncak dari proses panjang yang telah dimulai sejak 2025 untuk membentuk satu wadah bersama bagi mahasiswa Papua Pegunungan di Kota Studi Sorong.
“Kerja-kerja panitia ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2025. Waktu itu kami membentuk tim formatur, dengan Abang Apol sebagai ketua dan saya sebagai sekretaris,” kata Alex saat menyampaikan keterangan kepada awak media.
Ia menjelaskan, perjalanan tim formatur sempat mengalami kevakuman akibat kesibukan pribadi sejumlah anggota, termasuk ketua tim yang harus kembali ke kampung. Namun, proses tersebut kembali dilanjutkan melalui konsolidasi dan revisi struktur kepanitiaan.
Menurut Alex, tujuan utama kerja-kerja tim formatur adalah mendorong delapan Koordinator Wilayah (Korwil) untuk berada dalam satu wadah yang dapat mempersatukan mahasiswa Papua Pegunungan di tingkat provinsi.
“Tujuan kami adalah bagaimana mendorong delapan Korwil untuk membentuk satu wadah yang akan mempersatukan mahasiswa Papua Pegunungan di tingkat provinsi,” ujarnya.
Delapan Korwil yang dimaksud berasal dari mahasiswa delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, yakni Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yalimo, Yahukimo dan Pegunungan Bintang.
Alex menyebut dukungan terhadap pembentukan wadah tersebut telah melalui sejumlah tahapan konsolidasi bersama pimpinan Korwil. Bahkan, beberapa Korwil telah menyampaikan persetujuan dan rekomendasi secara resmi dalam bentuk tertulis.
“Dukungan dari delapan Korwil sudah kami konsolidasikan. Beberapa pimpinan Korwil sudah menyepakati secara langsung dan juga memberikan rekomendasi secara resmi dan tertulis,” jelasnya.
Ia menegaskan, tim formatur tidak berhenti pada pelaksanaan Mubes. Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai pengurus akan tetap dikawal agar mampu menjalankan kerja organisasi dan memperkuat persatuan mahasiswa Papua Pegunungan.
“Kami selaku tim formatur akan mengawal siapa yang terpilih dari Mubes I ini. Kami akan mengawal bagaimana kerja-kerja pengurus Himpunan Mahasiswa Papua Pegunungan untuk mempersatukan mahasiswa, terlebih khusus delapan kabupaten,” katanya.
Selain membangun persatuan internal mahasiswa, Alex berharap kepengurusan yang terpilih nantinya mampu membangun komunikasi resmi dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan mahasiswa Papua Pegunungan di Kota Studi Sorong, termasuk kebutuhan asrama dan fasilitas penunjang pendidikan lainnya.
“Harapan kami setelah Mubes dan pengurus terpilih, pengurus dapat melaporkan secara resmi dan membangun kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk memfasilitasi kebutuhan mahasiswa seperti asrama dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya.
Ia berharap terbentuknya satu wadah tersebut tidak hanya menjadi simbol organisasi, tetapi benar-benar menjadi ruang bersama bagi mahasiswa dari delapan kabupaten untuk membangun persatuan, meningkatkan kapasitas intelektual, serta memperjuangkan kebutuhan mahasiswa secara bersama-sama.
Mubes I Himpunan Mahasiswa Papua Pegunungan ini turut dihadiri para pendeta, senior mahasiswa dan mahasiswa Papua Pegunungan yang berasal dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.
Pelaksanaan Mubes tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa Papua Pegunungan untuk menentukan arah organisasi bersama dengan semangat persatuan, integritas dan intelektualitas sebagaimana tema yang diusung.












