SORONG, DetikPapuaNet — Sosialis muda Papua, Mussell Safkaur, menyampaikan pandangannya mengenai perjuangan dan masa depan Papua dalam orasinya pada aksi demonstrasi damai yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong Raya, Sabtu, (15/8/2026).

Dalam orasinya, Mussell menegaskan bahwa kemerdekaan di atas tanah Papua, menurut pandangannya, tidak seharusnya digantungkan pada bantuan atau intervensi negara lain. Ia menyebut perjuangan tersebut harus lahir dari kesadaran dan gerakan rakyat Papua sendiri, terutama masyarakat akar rumput.
“Kemerdekaan di atas tanah Papua tidak datang dari Amerika, Belanda ataupun negara luar lainnya, tetapi kemerdekaan datang dari perjuangan rakyat akar rumput yang hendak berjuang di atas tanah Papua. Jadi, jangan berharap negara lain memerdekakan kita,” tegas Mussell dalam orasinya.
Ia menilai rakyat Papua perlu membangun kesadaran dari tingkat akar rumput dan mengambil peran dalam menentukan arah masa depan tanah Papua. Menurutnya, perubahan tidak dapat hanya diharapkan datang dari pihak luar, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat Papua.
Mussell juga mengajak generasi muda Papua untuk memperkuat kesadaran sosial dan politik serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Papua. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk ikut menyuarakan kepentingan masyarakat melalui cara-cara damai dan bermartabat.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah aksi damai KNPB Sorong Raya dalam rangka memperingati New York Agreement 15 Agustus 1962. Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan sejumlah aspirasi dan pandangan mengenai sejarah, politik, serta masa depan Papua.
Mussell menegaskan bahwa rakyat Papua harus menjadi subjek dalam menentukan masa depannya sendiri. Ia berharap perjuangan masyarakat akar rumput terus dilakukan dengan mengedepankan kesadaran, persatuan, serta penghormatan terhadap kehidupan dan hak-hak masyarakat.
“Jangan berharap negara lain memerdekakan kita. Rakyat Papua sendiri harus memiliki kesadaran dan keberanian untuk memperjuangkan masa depannya,” pungkasnya.

















