Example floating
HUT-NKRI-81-2026
BeritaDaerahPapua Barat DayaSosial & Budaya

KNPB Sorong Raya Serukan Aksi Damai Peringati New York Agreement 15 Agustus

4
×

KNPB Sorong Raya Serukan Aksi Damai Peringati New York Agreement 15 Agustus

Sebarkan artikel ini

SORONG, DetikPapuaNet— Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sorong Raya menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua di wilayah Sorong Raya untuk mengikuti aksi damai yang direncanakan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum peringatan New York Agreement. Seruan tersebut disampaikan sebagai ajakan untuk menyampaikan pendapat di muka umum dengan mengedepankan kemanusiaan, ketertiban, dan aksi damai. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat, (14/8/2026).

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sorong Raya saat menyerukan Aksi New York Agreement, kepada seluruh masyarakat Papua di wilayah Sorong Raya. Jumat, (14/8/2026). Foto/Istimewa.

Klarce Fees, Ketua KNPB Sorong Raya, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan yang dilaksanakan secara damai untuk menyuarakan berbagai persoalan yang menurut KNPB masih terjadi di Tanah Papua, termasuk persoalan hak masyarakat adat, pelanggaran hak asasi manusia, dan kondisi kemanusiaan.

1-20260801-232714-0000

Dalam seruannya, Klarce Fees mengajak seluruh masyarakat Papua, baik Orang Asli Papua maupun masyarakat lainnya yang berada di wilayah Sorong Raya, untuk mengambil bagian dalam aksi 15 Agustus secara tertib dan bertanggung jawab.

“Kami mengajak seluruh rakyat Papua untuk mengambil bagian dalam aksi tanggal 15 Agustus. Aksi ini adalah aksi damai dan bermartabat atas nama kemanusiaan serta sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” ujar Klarce Fees.

Klarce menjelaskan bahwa terdapat tiga titik kumpul yang disiapkan untuk aksi tersebut, yakni Lampu Merah Km. 10, Kios Anda, dan Halte Doom. Dari titik-titik tersebut, massa akan bergerak sesuai dengan rencana aksi yang telah disiapkan.

Ia juga menyampaikan sejumlah catatan penting kepada peserta aksi. Massa diminta tidak mengonsumsi minuman beralkohol selama aksi berlangsung, tidak membawa benda atau alat yang dapat membahayakan peserta maupun masyarakat, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kericuhan. Penggunaan alat budaya tetap diperbolehkan dalam konteks budaya dan aksi damai.

“Kami berharap semua peserta dapat menjaga keamanan bersama. Jangan ada yang melakukan tindakan anarkis atau membawa benda yang dapat membahayakan orang lain. KNPB menjunjung tinggi aksi damai,” tegasnya.

KNPB Sorong Raya juga meminta seluruh peserta tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau narasi yang dapat memicu benturan antarmasyarakat. Klarce menegaskan bahwa aksi tersebut tidak dimaksudkan untuk menciptakan konflik, melainkan sebagai sarana penyampaian aspirasi secara terbuka dan damai.

“Kami juga meminta media untuk menyampaikan informasi secara objektif dan tidak membuat propaganda atau narasi yang dapat membenturkan masyarakat. Aksi kami adalah aksi kemanusiaan dan aksi damai,” katanya.

Menurut Klarce, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar kegiatan berjalan aman dan tertib. Karena itu, ia mengajak masyarakat yang mengikuti aksi untuk mematuhi imbauan serta menjaga sikap selama berada di lapangan.

“Kami berharap aksi besok berjalan aman, tertib dan damai. Kami ingin menyampaikan pendapat di muka umum secara bermartabat atas nama kemanusiaan. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat,” pungkas Klarce Fees.

Merah-dan-Putih-Modern-Selamat-Hari-Kemerdekaan-Republik-Indonesia-Banner-H-20260801-230602-0000
Penulis: Yohanes KossayEditor: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2-20260805-175449-0001