SORONG, DetikPapuaNet— Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Santo Yosef Freinademetz Malasilen merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 sebagai momentum syukur dan refleksi atas perjalanan organisasi dalam mendukung pelayanan Gereja serta pemberdayaan perempuan Katolik di lingkungan stasi. Perayaan tersebut berlangsung di Stasi Santo Yosef Freinademetz Malasilen, Minggu (14/6/2026).

Ketua WKRI Ranting Santo Yosef Freinademetz Malasilen, Hobertina Iyarmasa, mengatakan bahwa usia lima tahun merupakan anugerah yang patut disyukuri. Menurutnya, organisasi yang berada di bawah naungan DPC Santo Arnoldus Janssen terus bertumbuh melalui semangat pelayanan para anggotanya.
“Hari ini kami bersyukur karena dapat merayakan HUT ke-5 WKRI Ranting Santo Yosef Freinademetz Malasilen. Ranting ini lahir di bawah naungan DPC Santo Arnoldus Janssen yang telah melahirkan dua ranting, yakni Ranting Santo Yosef Freinademetz Malasilen dan Ranting Santa Maria Magdalena Bambukunin,” ujar Hobertina.
Ia menjelaskan bahwa perayaan ulang tahun tidak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat komitmen pelayanan serta mempererat persaudaraan di antara anggota WKRI.

Dalam kesempatan tersebut, Hobertina mengajak seluruh ibu-ibu Katolik untuk terus aktif berkiprah dalam organisasi dan mendukung proses kaderisasi bagi generasi muda.
“Saya mengimbau seluruh ibu-ibu yang ada di lingkungan Santo Yosef Freinademetz Malasilen untuk terus terlibat dalam organisasi ini. Kita harus bersama-sama mempersiapkan kader-kader baru dan mengajak generasi muda untuk masuk serta mengambil bagian dalam pelayanan melalui WKRI,” katanya.
Hobertina mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalankan amanah sebagai ketua selama dua periode kepengurusan. Karena itu, menjelang pelaksanaan Rapat Anggota Ranting (RAR) yang direncanakan berlangsung tahun depan, ia berharap kader-kader yang telah dipersiapkan dapat mulai membangun kesiapan untuk tampil sebagai calon pemimpin.

“Saya sudah menjalankan tugas sebagai ketua selama dua periode. Tahun depan kami akan melaksanakan Rapat Anggota Ranting yang kedua. Oleh karena itu, saya mengajak ibu-ibu yang telah dikaderkan agar mempersiapkan diri dengan baik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi ini,” ungkapnya.
Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan langkah penting agar organisasi tetap hidup, berkembang, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan umat di masa mendatang.

“Harapan saya, akan lahir pemimpin-pemimpin baru yang siap menggantikan posisi saya dan memimpin WKRI selama tiga tahun ke depan demi kemajuan organisasi serta pelayanan bagi umat di Santo Yosef Freinademetz Malasilen,” tutup Hobertina Iyarmasa.













