{"id":8425,"date":"2025-10-30T14:55:12","date_gmt":"2025-10-30T14:55:12","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=8425"},"modified":"2025-10-30T23:34:52","modified_gmt":"2025-10-30T23:34:52","slug":"kepala-kesbangpol-papua-barat-daya-laut-papua-adalah-identitas-dan-masa-depan-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2025\/10\/30\/kepala-kesbangpol-papua-barat-daya-laut-papua-adalah-identitas-dan-masa-depan-dunia\/","title":{"rendered":"Kepala Kesbangpol Papua Barat Daya: Laut Papua Adalah Identitas dan Masa Depan Dunia"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Laut adalah masa depan kita. Jika kita menjaganya dengan ilmu, budaya, dan iman, maka dari Papua Barat Daya akan lahir peradaban maritim dunia yang berkeadilan,\u201d <strong>Dr. Sellvyana Sangkek, SE., M.Si.,<\/strong> (Kaban Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya).<\/p>\n<\/blockquote>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Sorong, Detikpapua.Net &#8211; <\/strong>Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Sellviana Sangkek, S.E., M.Si, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kedaulatan ilmu pengetahuan dan sumber daya laut Papua melalui mekanisme pengawasan kegiatan penelitian asing yang ketat namun kolaboratif.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000457760-700x400.jpg?v=1761867128\" alt=\"\" class=\"wp-image-8438\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Gelar Wicara Santai yang digelar Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sorong bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Sorong dalam rangka memperingati HUT ke-26 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis (30\/10\/2025) di Pantai Kampus Politeknik KP Sorong.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam paparannya, Dr. Sellviana menekankan bahwa laut di Tanah Papua bukan sekadar ruang ekonomi, melainkan identitas dan masa depan masyarakatnya. Ia menyebut laut sebagai \u201cMama\u201d yang memberi kehidupan, pendidikan, serta menjaga harmoni sosial masyarakat pesisir.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000457836-700x400.jpg?v=1761867155\" alt=\"\" class=\"wp-image-8439\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cJika kita menjaga laut, maka laut akan menjaga kita. Filosofi ini menjadi dasar cara pandang kita terhadap pembangunan kelautan dan riset di Papua Barat Daya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, posisi Papua Barat Daya yang berada di jantung Coral Triangle menjadikan wilayah ini sebagai pusat keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Dengan menyimpan 76 persen spesies karang keras dunia, lebih dari 3.000 spesies ikan, serta ekosistem mangrove dan lamun yang berpotensi besar dalam penyerapan blue carbon, Papua Barat Daya layak menjadi poros ekonomi biru dan pusat peradaban maritim dunia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000457733-700x400.jpg?v=1761867179\" alt=\"\" class=\"wp-image-8440\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cPotensi luar biasa ini hanya akan memberi manfaat maksimal jika riset dan kerja sama internasional dikelola dengan baik, transparan, dan berdaulat. Papua Barat Daya bukan objek penelitian, tetapi subjek strategis riset dunia,\u201d tegas Dr. Sellviana.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan peran Kesbangpol sebagaimana diamanatkan Permendagri Nomor 49 dan 50 Tahun 2010, yakni sebagai penjaga kedaulatan ilmu dan pengawasan kegiatan asing.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000457723-700x400.jpg?v=1761867195\" alt=\"\" class=\"wp-image-8441\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kesbangpol memiliki kewenangan melakukan verifikasi administratif dan lapangan terhadap peneliti asing, memastikan semua kegiatan riset terdaftar secara resmi, serta menjamin agar data dan sampel biologis tidak keluar dari wilayah tanpa izin negara.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKoordinasi lintas lembaga bukan pilihan, tetapi kewajiban konstitusional. Kita bekerja bersama Imigrasi, BRIN, BRIDA, dinas teknis, aparat keamanan, dan tokoh adat untuk memastikan setiap penelitian berjalan sesuai hukum dan menghormati masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat,\u201d paparnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000457745-700x400.jpg?v=1761867210\" alt=\"\" class=\"wp-image-8442\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dr. Sellviana juga menjelaskan bahwa mekanisme perizinan riset asing kini diarahkan untuk mendukung lima misi pembangunan Papua Barat Daya, yakni peningkatan SDM berbasis inovasi, tata kelola pemerintahan digital, pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi maritim, peningkatan konektivitas wilayah, serta penguatan adat dan budaya lokal. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetiap riset internasional harus membawa manfaat langsung bagi masyarakat, menjaga adat dan keamanan, serta menghasilkan data yang bisa digunakan untuk kesejahteraan generasi Papua,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000457844-700x400.jpg?v=1761867233\" alt=\"\" class=\"wp-image-8443\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ia menegaskan, dengan tata kelola riset yang berdaulat secara hukum, Papua Barat Daya tengah menapaki jalan menuju Global Blue Innovation Hub \u2014 pusat riset laut internasional sekaligus poros diplomasi maritim Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita bukan hanya bagian dari peta dunia, tetapi bagian dari masa depan dunia,\u201d ucapnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di akhir pernyataannya, Dr. Sellviana mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam menjaga laut Papua sebagai identitas dan sumber kehidupan. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMari kita buka pintu kerja sama global, tetapi kuncinya tetap kita pegang sendiri. Masa depan Papua Barat Daya harus dibangun dengan pengetahuan yang lahir dari bumi kita sendiri,\u201d pungkas Kepala Kesbangpol Papua Barat Daya itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorong, Detikpapua.Net &#8211; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":8438,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,34,1,21,42,32,50],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-8425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah","category-blog","category-lingkungan","category-papua-barat-daya","category-pemerintahan","category-sosial-budaya"],"aioseo_notices":[],"views":49,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8425"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8425\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8444,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8425\/revisions\/8444"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8438"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8425"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=8425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}