{"id":7453,"date":"2025-09-09T07:48:02","date_gmt":"2025-09-09T07:48:02","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=7453"},"modified":"2025-09-09T07:48:03","modified_gmt":"2025-09-09T07:48:03","slug":"fkub-bersama-para-tokoh-tandatangani-deklarasi-papua-barat-daya-damai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2025\/09\/09\/fkub-bersama-para-tokoh-tandatangani-deklarasi-papua-barat-daya-damai\/","title":{"rendered":"FKUB Bersama Para Tokoh Tandatangani Deklarasi Papua Barat Daya Damai"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Mari kita rawat Papua Barat Daya dengan kasih, kita jaga dengan damai dan kita bangun dengan semangat gotong-royong&#8221; <strong>Elisa Kambu, S.Sos (Gubernur Papua Barat Daya)<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sorong, Detikpapua.Net &#8211; <\/strong>Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), menggelar Pertemuan dan Dialog bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Hotel Aimas Convention Center (ACC), Kabupaten Sorong, Selasa (09\/09\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kegiatan yang dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda di Kota dan Kabupaten Sorong ini, juga dirangkaikan dengan acara penandatanganan deklarasi damai di wilayah Provinsi Papua Barat Daya yang ditandatangani oleh semua tokoh yang hadir.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000386471-700x400.jpg?v=1757403884\" alt=\"\" class=\"wp-image-7454\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Pertemuan dan Dialog bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Hotel Aimas Convention Center (ACC), Kabupaten Sorong, Selasa (09\/09\/2025). <strong>Foto\/Yohanes Sole<\/strong><\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan, Provinsi Papua Barat Daya adalah tanah yang diberkati, tanah yang kaya dengan sumber daya, budaya, serta keragaman manusia. Masyarakatnya hidup berdampingan dalam perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa. Keragaman tersebut, kata Elisa adalah anugerah besar, tetapi sekaligus amanah untuk bisa dirawat dengan penuh kesungguhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Namun, kita juga harus jujur mengakui bahwa dalam perjalanan kita, kerukunan ini pernah diuji. Beberapa waktu lalu, di Kota Sorong, kita menyaksikan adanya tindakan-tindakan anarkis, kerusuhan dan peristiwa yang menggores hati kita semua. Kejadian tersebut mengingatkan kita bahwa harmoni yang sudah dibangun dengan susah payah bisa goyah jika kita lengah, jika kita mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, atau jika kita membiarkan emosi menguasai akal sehat,&#8221; ujar Elisa memulai sambutannya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000386537-700x400.jpg?v=1757403972\" alt=\"\" class=\"wp-image-7455\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Elisa menegaskan, kerusuhan tidak pernah membawa keuntungan bagi siapapun. Korban jatuh, keluarga berduka, fasilitas umum rusak, ekonomi lumpuh, dan citra daerah tercoreng. Dari peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu, Elisa mengajak seluruh masyarakat untuk bisa belajar bersama, bahwa kekerasan dan kebencian bukanlah jalan keluar. Justru dialog, saling memahami, dan kebersamaanlah yang akan mengangkat martabat kita sebagai manusia, sekaligus menjaga nama baik Papua Barat Daya di mata bangsa dan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyebut Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen menjadikan forum tersebut sebagai ruang penting untuk memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan. Semua harus sepakat, bahwa pembangunan tidak akan pernah berhasil tanpa kedamaian.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000386539-700x400.jpg?v=1757403983\" alt=\"\" class=\"wp-image-7456\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Mari kita jadikan Papua Barat Daya sebagai teladan kerukunan. Mari kita tunjukkan kepada Indonesia dan dunia, bahwa tanah ini bukan hanya kaya secara alam, tetapi juga kaya dalam persaudaraan dan kemanusiaan,&#8221; ucap Elisa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kesempatan itu, Elisa juga mengemukakan terkait peran tokoh agama, adat, masyarakat, perempuan, dan pemuda sangat vital dalam mewujudkan sejumlah hal. Tokoh agama membawa pesan kasih, kebaikan, dan kedamaian. Tokoh adat menjaga akar budaya sebagai perekat kebersamaan. Tokoh masyarakat dan perempuan menjadi benteng harmoni dalam keluarga dan komunitas. Serta, Pemuda sebagai generasi harapan bangsa, harus menjadi agen perubahan, pelopor persatuan, dan penolak segala bentuk kekerasan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000386441-700x400.jpg?v=1757403996\" alt=\"\" class=\"wp-image-7457\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengatakan tantangan saat ini tidak hanya dalam bentuk konflik fisik, tetapi juga konflik di ruang digital. Media sosial sering menjadi lahan subur bagi hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi. Oleh karena itu, Elisa mengajak agar bisa menggunakan teknologi dan media sosial dengan bijak, bukan untuk memecah-belah, melainkan untuk memperkuat persaudaraan, membangun optimisme dan menyebarkan pesan damai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saya percaya, jika semua elemen masyarakat bergandengan tangan, maka tidak ada tantangan yang terlalu berat. Dengan persatuan, Papua Barat Daya akan mampu maju sejajar dengan daerah lain, menjadi provinsi yang damai, inklusif, sejahtera, dan bermartabat,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000386435-700x400.jpg?v=1757404006\" alt=\"\" class=\"wp-image-7458\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Momentum pertemuan tersebut, kata Elisa tidak hanya untuk berdialog, tetapi juga untuk memperbarui komitmen moral bersama. Komitmen bahwa kerukunan adalah harga mati, perdamaian adalah pilihan dan pembangunan adalah tujuan bersama. Ia pun mengajak semua yang hadir untuk membawa semangat forum tersebut ke lingkungan masing- masing, ke keluarga, ke sekolah, ke tempat ibadah dan ke ruang-ruang publik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Mari kita rawat Papua Barat Daya dengan kasih, kita jaga dengan damai, dan kita bangun dengan semangat gotong royong,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Mari kita rawat Papua Barat Daya dengan kasih,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7455,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7453","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-blog"],"aioseo_notices":[],"views":86,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7453"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7453\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7459,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7453\/revisions\/7459"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7455"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7453"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}