{"id":6858,"date":"2025-08-09T15:59:21","date_gmt":"2025-08-09T15:59:21","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=6858"},"modified":"2025-08-09T15:59:22","modified_gmt":"2025-08-09T15:59:22","slug":"perjuangan-yang-tak-pernah-usai-saat-mimpi-anak-terkubur-karena-kemiskinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2025\/08\/09\/perjuangan-yang-tak-pernah-usai-saat-mimpi-anak-terkubur-karena-kemiskinan\/","title":{"rendered":"Perjuangan yang Tak Pernah Usai: Saat Mimpi Anak Terkubur Karena Kemiskinan"},"content":{"rendered":"\n<p><br><strong><em>Oleh: Yohanes Kossay<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Di tengah<\/strong> riuhnya mimpi anak-anak Papua untuk mengenyam pendidikan tinggi, ada kisah yang menyayat hati di sebuah keluarga sederhana. <strong>Lukas Tikporop<\/strong> dan istrinya, tanpa mengenal lelah, membesarkan lima anak mereka: <strong>Pangki, Yakobus, Katarina, Robeka, dan Kornelis Tikporop. <\/strong>Mereka bukan hanya membesarkan dengan kasih, tapi juga dengan pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya. Namun, di balik itu, mereka harus menelan kenyataan pahit: dua anak mereka, <strong>Yakobus<\/strong> dan <strong>Katarina<\/strong>, terpaksa menghentikan langkah menuju bangku kuliah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Yakobus<\/strong>, <strong>lulusan 2024<\/strong>, dan <strong>Katarina, lulusan 2025,<\/strong> adalah anak-anak yang cerdas dan penuh semangat. Sayangnya, bukan karena malas atau tak berprestasi mereka berhenti, tetapi karena tak ada cukup uang untuk membayar biaya kuliah. Sementara itu, <strong>Pangki<\/strong>, anak pertama, tengah berjuang menyelesaikan skripsinya dengan target kelulusan tahun ini. Demi fokus membantu biaya Pangki, orang tua mereka rela menunda mimpi dua anak lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lukas<\/strong>, sang ayah, adalah sosok sederhana yang aktif di <strong>Gereja Katolik Stasi Santo Yosef Freinademetz Malasilen<\/strong>. Dia memberi waktunya untuk melayani umat, namun ironisnya, gereja tempat ia mengabdi tak mampu hadir membantu pendidikan anak-anaknya. Ini menjadi tamparan bagi kita semua, bahwa pelayanan rohani belum tentu menjamin kesejahteraan lahiriah bagi mereka yang setia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG_20250810_005214-700x400.jpg?v=1754754883\" alt=\"\" class=\"wp-image-6861\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em><strong>Lukas Tikporop <\/strong>bersama istri kekasihnya di halaman gereja katolik Stasi Santo Yosef Freinademetz Malasilen, <strong>Foto\/Y.Kossay.<\/strong><\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sementara itu, sang mama menjadi pahlawan sunyi. Dari hasil jualan <em>serei, kunyit, lengkuas, sayur nangka, dan berbagai hasil kebun sederhana, <\/em>ia membiayai kehidupan anak-anak. Setiap rupiah yang ia hasilkan adalah keringat yang bercampur doa. Tapi harga pendidikan tinggi terlalu mahal untuk bisa dijangkau dari hasil kerja keras di kebun.<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah potret nyata yang sering kali luput dari perhatian kita. Kita selalu bicara soal <strong><em>&#8220;pembangunan SDM Papua&#8221;, <\/em><\/strong>tapi apakah kita benar-benar melihat kenyataan bahwa ada anak-anak yang putus mimpi hanya karena tak mampu membayar uang kuliah? Pembangunan seharusnya tak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang akses yang adil untuk pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya menulis ini bukan untuk menyalahkan siapapun, tetapi untuk mengetuk hati kita semua. Di sekitar kita, ada banyak <strong>Yakobus<\/strong> dan <strong>Katarina<\/strong> lain yang terpaksa memendam cita-cita. Mereka tidak butuh belas kasihan, mereka butuh kesempatan. Pendidikan adalah hak, bukan hadiah. Dan ketika hak itu tak terpenuhi, kita semua patut merasa bersalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga kisah ini menjadi panggilan bagi siapa saja yang mampu membantu. Bukan hanya untuk keluarga <strong>Lukas Tikporop<\/strong>, tetapi untuk setiap keluarga yang kini sedang berjuang melawan kemiskinan demi masa depan anak-anak mereka. Sebab mimpi tidak seharusnya dikubur hanya karena dompet yang kosong.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Penulis: Anak Kompleks (AKOM) TPU Km.10 masuk.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Yohanes Kossay Di tengah riuhnya mimpi anak-anak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":6860,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,1,21,15,22,50],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-6858","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-blog","category-lingkungan","category-opini","category-pendidikan","category-sosial-budaya"],"aioseo_notices":[],"views":152,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6858","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6858"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6862,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6858\/revisions\/6862"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6858"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=6858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}