{"id":6808,"date":"2025-08-08T18:01:00","date_gmt":"2025-08-08T18:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=6808"},"modified":"2025-08-08T18:01:00","modified_gmt":"2025-08-08T18:01:00","slug":"gelar-penguatan-kapasitas-kelembagaan-dan-raker-i-lma-malamoi-hasilkan-sejumlah-keputusan-strategis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2025\/08\/08\/gelar-penguatan-kapasitas-kelembagaan-dan-raker-i-lma-malamoi-hasilkan-sejumlah-keputusan-strategis\/","title":{"rendered":"Gelar Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Raker I, LMA Malamoi Hasilkan Sejumlah Keputusan Strategis"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Jaga Malamoi: Jaga manusia, Jaga tanah dan sumber daya alam, Jaga kebudayaan dan Jaga kelembagaan adat&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Sorong, Detikpapua.Net &#8211; <\/strong>Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi, menggelar Kegiatan Temu Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Rapat Kerja (Raker) ke-I Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Darefan Hotel, Kota Sorong, Jumat (08\/08\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah organisasi berdasarkan hasil evaluasi 27 tahun perjalanan dan untuk mengevaluasi program periode 2023\u20132028. Salah satu landasan utamanya adalah pengamalan 4 Doktrin &#8220;Jaga Malamoi&#8221;, dalam konteks penguatan peran strategis masyarakat adat Moi, khususnya dalam pembangunan daerah dan pelestarian nilai-nilai lokal di Papua Barat Daya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000335899-700x400.jpg?v=1754675860\" alt=\"\" class=\"wp-image-6809\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ketua LMA Malamoi, Silas O. Kalami, S.Sos.,MA saat diwawancarai usai penutupan kegiatan Temu Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Rapat Kerja (Raker) ke-I Tahun 2025, yang berlangsung di Darefan Hotel, Kota Sorong, Jumat (08\/08\/2025). <strong>Foto\/Yohanes Sole<\/strong><\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketua LMA Malamoi, Silas O. Kalami, S.Sos.,MA mengatakan, Kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Raker Pertama LMA Malamoi kali ini lebih ditekankan pada doktrin \u201cJaga Malamoi\u201d yang mencakup empat pilar yakni jaga manusia, jaga tanah dan sumber daya alam, jaga kebudayaan dan jaga kelembagaan adat.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Doktrin &#8220;Jaga Malamoi&#8221; inilah yang menjadi rel bagi panitia dalam menyusun rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam Raker dan penguatan kapasitas kelembagaan yang berlangsung selama sehari penuh itu. Ia menjelaskan, khusus untuk kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan pihaknya menggandeng sejumlah mitra, termasuk pemerintah daerah, NGO hingga para aktivis lingkungan, budaya dan adat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000335141-700x400.jpg?v=1754675963\" alt=\"\" class=\"wp-image-6810\"\/><\/figure>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Untuk penguatan kapasitas kelembagaan, lanjut Silas, pihaknya menghadirkan sejumlah pemateri seperti Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya yang menyajikan materi tentang peran LMA dalam pembangunan di Papua Barat Daya, kemudian pemateri dari BPKAD terkait mekanisme pemberian dana hibah bagi LMA, pihak NGO terkait Perda pengakuan masyarakat adat di Kabupaten Sorong, hingga pemateri lainnya yang fokus sorotannya terkait tugas dan kewenangan LMA Malamoi.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Semua pemateri ini kami hadirkan untuk mendengar pemaparan mereka, terkait hal-hal yang bersentuhan langsung dengan LMA dalam konteks kelembagaan maupun masyarakat adat itu sendiri. Kami sudah berdiskusi dan mendapat banyak masukan yang sangat penting dalam rangka memperkuat peran LMA Malamoi kedepan,&#8221; ujar Silas saat diwawancarai usai penutupan kegiatan.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Sementara terkait Raker, ia menyebut kegiatan tersebut dihadiri seluruh unsur kelembagaan LMA Malamoi. Raker tersebut lanjut Silas, dimaksudkan untuk melihat kembali implementasi program-program kerja yang disusun dalam Sabalo (Musyawarah besar orang Moi) pada tahun 2023 lalu, seraya melakukan evaluasi, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk waktu kedepan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000335138-1-700x400.jpg?v=1754675981\" alt=\"\" class=\"wp-image-6811\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Adapun dalam Raker tersebut, pihaknya menghasilkan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah, untuk dapat menjadi perhatian serius, khususnya terkait penguatan kapasitas kelembagaan melalui dukungan pendanaan dalam menunjang pelaksanaan tugas- tugas pengurus maupun dalam membantu melaksanakan program-program kerja yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, pihaknya juga terus berupaya mendorong terbentuknya payung hukum melalui peraturan daerah (Perda) yang dapat memproteksi sekaligus memberikan afirmatif bagi masyarakat adat Moi di tanah Malamoi ini.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Kami minta perhatian dari pemerintah, khususnya terkait dana Otsus maupun alokasi Migas, dan aspirasi DPR maupun dana-dana hibah lainnya, diberikan kepada kami dalam rangka menguatkan kelembagaan adat ini, sehingga lembaga adat ini kuat dalam rangka memproteksi masyarakat itu tadi. Ini penting agar tujuan dari otonomi khusus bisa tercapai. Kemudian dari sisi payung hukum kami terus mendorong agar Perda tentang masyarakat adat bisa segera disahkan. Karena sekarang yang ada baru di Kabupaten Sorong, kita berharap di Kota Sorong, Raja Ampat dan sejumlah daerah lainnya bisa segera disahkan,&#8221; ucap Silas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000335143-700x400.jpg?v=1754675998\" alt=\"\" class=\"wp-image-6812\"\/><\/figure>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Diakhir penyampaiannya, Silas menyebut pihaknya akan terus berupaya dimasa tugas yang tersisa ini untuk terus berjuang dalam rangka pembenahan kelembagaan tetapi lebih utama bagaimana memperjuangkan dan mengawal kepentingan dan hak-hak masyarakat adat Malamoi kedepan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kita sudah berjalan sekian tahun dan Puji Tuhan sampai saat ini sudah banyak hak-hak dasar masyarakat adat Malamoi yang terpenuhi, yang diperjuangkan langsung oleh LMA. Namun demikian masih terdapat sejumlah hal yang masih perlu untuk kita benahi, kita siapkan dan kita perjuangkan, sehingga kedepan orang Moi benar-benar menjadi tuan di negerinya sendiri dalam segala aspek kehidupan,&#8221; tuntas Silas Kalami.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Jaga Malamoi: Jaga manusia, Jaga tanah dan sumber&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":6813,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-6808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-blog"],"aioseo_notices":[],"views":84,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6808"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6808\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6814,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6808\/revisions\/6814"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6808"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=6808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}