{"id":6149,"date":"2025-07-24T05:25:22","date_gmt":"2025-07-24T05:25:22","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=6149"},"modified":"2025-07-24T06:04:31","modified_gmt":"2025-07-24T06:04:31","slug":"tangisan-papua-pegunungan-disuarakan-salomina-marian-di-harlah-pkb-ke-27","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2025\/07\/24\/tangisan-papua-pegunungan-disuarakan-salomina-marian-di-harlah-pkb-ke-27\/","title":{"rendered":"Tangisan Papua Pegunungan Disuarakan Salomina Marian di Harlah PKB ke-27"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKami di Papua Pegunungan punya banyak masalah, dan itu nyata. Bukan dibuat-buat, bukan sekadar data, tapi jeritan yang terdengar di setiap kampung dan honai,\u201d <strong>Salomina Marian, S.P.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Jakarta, Detikpapua.Net \u2014<\/strong><br>Dalam momen penuh semangat kebangsaan pada Hari Lahir ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar di Jakarta, Salomina Marian, S.P., anggota DPR Provinsi Papua Pegunungan, menyuarakan kondisi riil masyarakat di wilayah pegunungan Papua yang hingga kini masih dikepung oleh berbagai persoalan mendasar. Di tengah gegap gempita perayaan partai politik nasional, Salomina menghadirkan suara dari tempat yang seringkali senyap: tanah pegunungan Papua.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250724-WA0005-1-700x400.jpg?v=1753334268\" alt=\"\" class=\"wp-image-6153\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em><strong>Salomina Marian,<\/strong> S.P., Foto bersama Ketua DPD PKB Papua Pegunungan <strong>Asis Lani, S.T.<\/strong>, dan rombongan. <strong>Foto\/Istimewah.<\/strong><\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKami di Papua Pegunungan punya banyak masalah, dan itu nyata. Bukan dibuat-buat, bukan sekadar data, tapi jeritan yang terdengar di setiap kampung dan honai,\u201d ujar Salomina mengawali penyampaiannya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ia menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di delapan kabupaten wilayah Papua Pegunungan\u2014yang menurutnya tidak bisa dibiarkan menjadi luka lama yang terus berdarah.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Salomina mengungkapkan bahwa kasus TBC, polio, dan stunting masih menghantui wilayahnya. \u201cAngka stunting kami di tahun 2023 mencapai 34%, tertinggi di Indonesia. Ini bukan sekadar statistik\u2014ini adalah wajah-wajah anak yang kekurangan gizi dan kehilangan harapan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ia juga menyoroti minimnya infrastruktur yang menyebabkan akses terhadap layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sangat terbatas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250724-WA0003-700x400.jpg?v=1753334427\" alt=\"\" class=\"wp-image-6154\"\/><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p> \u201cKami hidup di antara jurang dan gunung, tapi yang paling menakutkan adalah jurang ketimpangan dan keterbatasan akses,\u201d kata Salomina.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dalam nada yang tegas namun penuh empati, Salomina menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang masih terus terjadi. Ia menyebut penghilangan paksa, penyiksaan, dan pengungsian warga sipil akibat konflik yang belum terselesaikan. \u201cMasyarakat kami tidak hanya miskin secara materi, tapi juga hidup dalam rasa takut yang tidak berkesudahan,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, kemiskinan struktural masih sangat tinggi, terutama di Jayawijaya dan kabupaten lainnya. Di sisi lain, terjadi kesenjangan sosial dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak berpihak pada masyarakat lokal. \u201cKami hanya penonton di atas tanah kami sendiri,\u201d katanya lirih namun lantang.<\/p>\n\n\n\n<p>Di hadapan kader dan simpatisan PKB, Salomina Marian menyerukan agar momen harlah partai tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi refleksi politik yang mendalam untuk menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat, termasuk mereka yang tinggal jauh di pegunungan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cPerayaan ini bukan sekadar ulang tahun partai, tapi juga pengingat bahwa tugas politik sejati adalah menyentuh luka rakyat dan menyembuhkannya. Jangan hanya bicara di panggung. Turun dan lihat bagaimana rakyat kami hidup, atau bertahan hidup,\u201d tutup Salomina Marian.<\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Detikpapua.Net \u2014Dalam momen penuh semangat kebangsaan pada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":6158,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,1,49,46,33],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-6149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-blog","category-kabar-legislator","category-papua-pengunungan","category-politik"],"aioseo_notices":[],"views":139,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6149"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6149\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6155,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6149\/revisions\/6155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6149"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=6149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}