{"id":4765,"date":"2025-05-17T12:07:17","date_gmt":"2025-05-17T12:07:17","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=4765"},"modified":"2025-05-17T12:09:07","modified_gmt":"2025-05-17T12:09:07","slug":"masyarakat-adat-sorong-selatan-siap-kembangkan-pariwisata-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2025\/05\/17\/masyarakat-adat-sorong-selatan-siap-kembangkan-pariwisata-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Masyarakat Adat Sorong Selatan Siap Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-text-align-right\"><em>\u201cKita dikaruniai hutan tropis, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya. Ini adalah aset wisata tak ternilai,\u201d ujar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Sorong Selatan.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Sorong Selatan, detikpapuanet<\/strong>\u2013 Selama empat hari, pada 14\u201317 Mei 2025, masyarakat adat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari tiga kampung di Kabupaten Sorong Selatan\u2014yakni Kampung Bariat dan Nakna (Distrik Konda), serta Kampung Klaogin (Distrik Seremuk)\u2014mengikuti Pelatihan Ekowisata Berkelanjutan sekaligus uji coba wisata di Kampung Klaogin. Kegiatan ini juga menjadi momentum pengukuhan tiga Pokdarwis oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Sorong Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sambutannya, Kepala Dispora Sorong Selatan, Daud Azer Fatary, SE., M.Tr.Ap., menyampaikan bahwa potensi wisata alam dan budaya di Sorong Selatan sangat luar biasa. \u201cKita dikaruniai hutan tropis, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya. Ini adalah aset wisata tak ternilai,\u201d ujar Daud.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat lokal harus menjadi poros utama pengembangan ekowisata, dengan dukungan regulasi yang pro-lingkungan. \u201cJadilah pionir ekowisata yang menjunjung tinggi kearifan lokal dan kelestarian alam,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Dispora Sorong Selatan, Dispora Parekraf Papua Barat Daya, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Maluku-Papua, Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPD Papua Barat Daya), Indonesia Ecotourism Network (Indecon), serta dukungan dari Konservasi Indonesia (KI).<\/p>\n\n\n\n<p>Kajian KI awal 2025 menunjukkan bahwa Sorong Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata. Di Kampung Klaogin saja, tercatat 41 spesies pohon, 28 jenis burung, 10 reptil, 9 genus mamalia, 13 genus ikan, 14 tanaman obat, serta setidaknya 16 atraksi budaya yang potensial dikembangkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dance Yadafat, Ketua Pokdarwis Kampung Klaogin, mengaku antusias mengikuti pelatihan ini. \u201cKami belajar mengelola wisata berbasis alam dan budaya. Sebagai ketua, saya punya tanggung jawab untuk membawa keberhasilan bagi masyarakat saya,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Para anggota Pokdarwis ini berasal dari komunitas adat tujuh sub-suku di Sorong Selatan yang tengah memperjuangkan pengakuan hutan adat melalui skema Perhutanan Sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Yance Konjol, Ketua Pokdarwis Kampung Bariat, menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya memperkuat kapasitas wisata, tetapi juga melindungi hak-hak adat dan kelestarian spesies khas seperti cenderawasih, lau-lau (kanguru pohon), kakatua jambul kuning, dan nuri kepala hitam. \u201cKami siap membangun pariwisata demi masa depan anak-anak kami,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Desa-Wisata-Klaogin-Sorong-Selatan-Dok.Konservasi-Indonesia-Nikka-Gunadharma-2-700x400.jpg?v=1747483535\" alt=\"\" class=\"wp-image-4767\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">KET: Desa Wisata Klaogin &#8211; Sorong Selatan &#8211; Dok.Konservasi Indonesia &#8211; Nikka Gunadharma (2)<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Kajian Konservasi Indonesia dan BBKSDA Papua Barat tahun 2023 mencatat bahwa dari total 654.900 hektar wilayah Sorong Selatan, sekitar 497.522 hektar merupakan ekosistem alami bernilai tinggi. Terdapat 32 jenis ekosistem, termasuk hutan gambut tropis yang vital dalam mitigasi perubahan iklim dan sebagai penyedia jasa ekosistem bagi masyarakat adat.<\/p>\n\n\n\n<p>Muhamad Varih Sovy, Manajer Program Sorong Selatan di Konservasi Indonesia, menyebut bahwa Sorong Selatan merupakan kawasan dengan biodiversitas luar biasa: 416 jenis tumbuhan dan 372 spesies vertebrata, termasuk 58 mamalia, 280 burung, 36 reptil, dan 14 amfibia.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun ia mengingatkan, jalan panjang masih terbentang untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan. \u201cKita butuh regulasi yang berpihak pada alam dan rakyat. Keterbatasan akses, infrastruktur, dan SDM harus dijawab dengan kebijakan dan kerja kolaboratif,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKita dikaruniai hutan tropis, keanekaragaman hayati, dan kekayaan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4766,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,45,21,42],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kabar-papua","category-lingkungan","category-papua-barat-daya"],"aioseo_notices":[],"views":53,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4765"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4765\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4771,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4765\/revisions\/4771"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4765"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}